Perawatan Bayi Baru Lahir: Menyusui Benar dan Praktis

Perawatan Bayi Baru Lahir: Menyusui Benar dan Praktis

Doodle.co.idMenyusui adalah proses alami, namun tak jarang ada Mums yang kesulitan untuk melakukan proses menyusui. Jangan berkecil hati Mums. Langkah dibawah ini bisa menjadi rujukan Mums mengenai langkah menyusui yang benar agar lebih mudah bagi Mums dan bayi. 

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama bayi, apalagi usia awal bayi baru lahir. ASI memiliki lebih dari 200 nutrisi yang sangat sempurna untuk kebutuhan bayi. Seiring tumbuh kembang bayi, kandungan nutrisi dalam ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Memberikan ASI eksklusif di awal kehidupan hingga 6 bulan akan menekan resiko diabetes, obesitas,asma, serta penyakit infeksi seperti infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), atau diare. Selain itu, ASI juga mampu meningkatkan kecerdasan bayi. 

Berikut ini perawatan bayi baru lahir yang bisa mums ketahui.

6 Cara Perawatan Bayi Baru Lahir: Menyusui Yang Benar dan Praktis

Menyusui dengan benar

Menyusui bayi dengan benar akan mencegah bayi tersedak dan mencegah perut kembung bayi karena terlalu banyak menelan udara yang masuk. Dikutip dari website Alodokter Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan agar proses menyusui mudah dan menyenangkan bagi ibu dan bayi:

Ibu dan bayi harus dalam keadaan rileks dan nyaman

Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya agar bayi lebih mudah menelan. Mums bisa menyangga kepala bayi dengan tangan, bisa juga mengganjalnya dengan bantal. Kemudian, tempat kan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.

Dekatkan bayi ke payudara

Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara Mums. Tunggu hingga mulutnya terbuka lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, Mums dapat membimbing bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian bawah bibir bayi dengan puting susu Mums. 

Perlekatan yang benar

Posisi perlekatan terbaik bayi menyusui yaitu mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, namun pada area bawah puting payudara dan selebar mungkin. Perlekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui dengan benar. Tanda bahwa perlekatan sudah baik yaitu ketika Mums tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Mums dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI

Membetulkan posisi bayi

Jika Mums merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukan jari kelingking ke dalam mulut dan letakkan di antara gusinya. Gerakan ini akan membuatnya berhenti menyusu sementara Mums bisa menyesuaikan posisi bayi. Kemudian, coba lagi untuk perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.

Waktu menyusu

Bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Untuk bayi yang baru lahir, biasanya bayi perlu disusui setiap 2 – 3 jam dengan dengan waktu menyusu 15 – 20 menit setiap kalinya. Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi, agar proses menyusui berjalan lancar.

Mums agar bayi lebih nyaman menyusu, Mums bisa memakai bra khusus menyusui yang didesain memiliki kait atau kancing di depan yang dapat dibuka.  Bagi Mums, hal ini akan menghindari tersumbatnya saluran ASI atau memicu terjadinya peradangan jaringan payudara. 

Menggunakan Breast pad (bantalan payudara) juga perlu Mums gunakan untuk menghindari kebocoran ASI yang bisa mengotori bajumu Mums. Untuk Mums yang akan pumping ASI-nya dapat membeli pumping ASI yang nyaman digunakan. 

Proses menyusui memerlukan praktek dan latihan beberapa waktu, hingga bayi dan Mums bisa bekerjasama dengan baik dalam prosesnya. Jika Mums kesulitan dalam proses menyusui, Mums bisa meminta saran dan bantuan dari dokter, bidan, maupun konsultan laktasi agar proses menyusui menyenangkan untuk Mums dan bayi.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia