Deterjen Khusus Bayi, Emang Harus?

Deterjen Khusus Bayi, Emang Harus?

Doodle.co.idMemiliki buah hati memerlukan usaha ekstra dalam merawat kebersihan perlengkapan dan pakaiannya. Mencuci pakaian bayi haruslah terpisah dengan mencuci pakaian orang dewasa, bahkan ada anjuran untuk menggunakan deterjen khusus untuk pakaian bayi. Kenapa dianjurkan menggunakan deterjen khusus pakaian bayi? Karena Mums kulit bayi lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. 

Mums mungkin berpikir “mencuci pakaian si kecil pakai deterjen biasa kok, dan tidak ada efek apa-apa yang terjadi pada si kecil. Yang paling penting bersih untuk membilasnya”. Namun Mums, setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas kulit dan ketahanan terhadap alergen berbeda-beda. Maka dari itu, lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik Mums mengantisipasi sejak awal demi kesehatan dan kenyamanan si kecil, daripada mengambil resiko. Nggak tegakan Mums kalau lihat si kecil rewel dan menangis karena ruam ataupun alergi di kulitnya?

Apa aja bahaya yang bisa ditimbulkan jika menggunakan deterjen biasa?

Mums jika tetap mencuci pakaian si kecil dengan deterjen biasa, maka resiko munculnya hal-hal dibawah ini akan semakin besar.  Karena biasanya deterjen biasa memiliki banyak komposisi yang memperbesar resiko alergi terhadap kulit sensitif si kecil. Apa aja resiko yang bisa terjadi? Berikut beberapa diantaranya Mums

Kulit bayi menjadi over-sensitive

Kulit bayi apalagi yang bayi yang baru lahir, memiliki kulit yang sensitif pada dasarnya. Karena barrier jaringan kulit yang terbangun belum sempurna, sehingga rentan akan faktor eksternal seperti cuaca, air, zat kimia, hingga bahan pakaian. Barrier kulit bayi akan berangsur sempurna dan lembab ketika ia menginjak usia 2 tahun. 

Bayangin kalau kulit bayi yang lagi sensitif-sensitifnya itu terkena bahan-bahan kimia keras yang berasal dari deterjen biasa yang Mums pakai. Tentunya akan berdampak buruk untuk sensitivitas kulit si kecil, memicu timbulnya ruam, gatal, mengelupas, hingga iritasi. Oh no!

Alergi

Seperti yang tertulis sebelumnya skin-barrier si kecil belumlah sempurna di awal-awal kehidupannya, juga berlaku untuk sistem imunitasnya yang sedang dalam proses pembentukan. Sehingga si kecil berpotensi besar mudah mengalami alergi pada kulitnya. Reaksi alergi biasanya ditandai dengan ruam kemerahan, bentol-bentol, kulit yang bersisik, hingga bercak-bercak kemerahan yang gatal pada kulit. 

Eksim

Eczema, atau biasa disebut eksim rentan dialami oleh bayi. Hal tersebut merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh tubuh si bayi ketika ia tidak cocok dengan suatu zat kimia yang berkontak langsung dengan kulitnya.

Eksim juga terjadi pada orang dewasa. Dan sangat mengganggu. Pada umumnya gejala eksim berupa bercak-bercak kemerahan pada kulit, kulit menjadi kering dan kasar, serta gatal-gatal yang tak tertahankan. Jadi bisa dibayangkan Mums bagaimana jika eksim ini terjadi pada si kecil. Pasti tidak terasa nyaman 🙁

Iritasi kulit

Iritasi biasanya terjadi pada daerah lipatan-lipatan tubuh bayi seperti pangkal paha, sikut, leher, dan lutut. Bisa berupa bentol-bentol kasar, gatal-gatal, hingga kulit kemerahan dan mengelupas.

Jika si kecil tersayang Mums mengalami salah satu dari 4 gejala yang disebutkan, kemungkinan karena pemilihan deterjen yang kurang tepat. Oleh karena Mums segera mengganti deterjen Mums dengan deterjen khusus untuk pakaian bayi supaya tidak memperparah iritasi yang timbul. Serta oleskan lotion baby untuk melembabkan kulitnya dan merawat iritasi yang timbul. 

Mums tahu 1 dari 3 bayi mengalami masalah kulit akibat zat kimia yang berkontak  langsung dengan kulitnya. Maka dari itu memperhatikan produk apa yang akan dipakaikan kepada si kecil menjadi salah satu concern utama Mums.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia