Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi, 100% Ampuh

Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi, 100% Ampuh

Doodle.co.idPerut kembung pada bayi terjadi ketika udara atau gas terperangkap di dalam saluran pencernaan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi bayi. Kondisi tersebut menyebabkan bayi rewel dan menangis. Yang membuat Mums pasti menjadi khawatir. 

Sebagai pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh Mums berikut beberapa cara tradisional untuk mengatasi perut kembung pada bayi : 

Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung Yang Ampuh

Mengoleskan minyak telon pada perut bayi 

Mengoleskan minyak telon pada perut bayi bisa membantu mengeluarkan gas yang terjebak di perutnya dan memberi efek hangat dan nyaman di perut bayi. Bisa ditambahkan pijatan lembut searah jarum jam agar bayi merasa lebih nyaman. 

Membedong bayi 

Bedong merupakan teknik membalut tubuh bayi dengan menggunakan kain bedong maupun selimut. Teknik ini dipercaya dapat membuat tubuh bayi lebih hangat dan nyaman sehingga membantu mengeluarkan gas yang berlebih. Namun Mums ketika membedong jangan sampai terlalu kencang. Membedong bayi terlalu kencang pada bagian perut justru akan membuat perutnya tambah kembung. 

Membantu bayi bersendawa 

Bersendawa membantu bayi meredakan perut kembung. Gendong kemudian tepuk-tepuk punggung bayi setelah menyusui. Jika bayi belum bersendawa juga, baringkan bayi terlentang selama beberapa menit.

Baca Juga:

7 Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi yang Efektif

Cara Menghilangkan Perut Kembung Pada Bayi dengan Mudah

Gerakkan kaki bayi 

Baringkan bayi terlentang, kemudian angkat kaki bayi dengan lutut ditekuk. Gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda. Cara ini membantu mendorong usus bergerak dan mengeluarkan gas yang berlebih.

Mandi dengan air hangat 

Mandi air hangat membuat tubuh bayi menjadi rileks, selain itu juga bisa membantunya mengeluarkan gas berlebihan di perut. Namun Mums harus pastikan kalau air hangat yang digunakan tidak terlalu panas agar tidak melukai kulit bayi. 

Letakkan bayi dalam posisi tengkurap

Letakkan bayi dalam posisi tengkurap (tummy time). Ketika bayi tengkurap, maka perut bayi akan tertekan yang bisa mendorong gas yang berlebih untuk keluar. Cara tersebut juga dianggap ampun untuk melatih motorik bayi.

Namun bila perut kembung yang dialami oleh bayi tak kunjung membaik atau malah semakin rewel. Mums sebaiknya segera bawa buah hati ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab perut kembung bayi bisa berbagai macam faktor, seperti :

5 Penyebab Perut Kembung

Banyak menelan udara

Bayi akan lebih banyak menelan udara jika mulutnya tidak melekat dengan baik ketika menyusu, terlalu banyak mengoceh, atau menyusu dari botol dengan posisi tertentu. Semakin banyak udara yang tertelan, perut Si Kecil bisa semakin kembung.

Saluran pencernaan yang belum matang

Saluran pencernaan bayi masih belum sempurna, tubuh bayi masih beradaptasi untuk mencerna dan mengkonsumsi makanan. Hal ini menyebabkan perut bayi memiliki lebih banyak gas daripada orang dewasa.

Bayi sensitif terhadap makanan tertentu

Bayi juga bisa mengalami kembung ketika ia mengonsumsi makanan maupun minuman yang membuat saluran pencernaannya sensitif. Bisa juga dari makanan yang bisa menghasilkan gas yang dikonsumsi oleh Mums kemudian masuk ke dalam ASI yang diminum oleh bayi. Selain kembung salah memilih makanan yang akan dikonsumsi oleh bayi bisa juga membuatnya diare. 

Masalah pencernaan

Bayi lebih rentan mengalami perut kembung saat terkena sembelit atau asam lambungnya naik. Ia juga bisa merasakan ketidaknyamanan yang luar biasa hingga membuatnya menangis terus-menerus.

 Mengkonsumsi makanan baru

Ketika bayi memasuki usia MPASI, Mums mungkin akan mulai mengenalkan banyak makanan baru kepada buah hati. Namun, terkadang makanan baru yang bayi konsumsi bisa menyebabkan perut bayi kembung dan dapat menjadi indikasi intoleransi terhadap makanan tersebut.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia