Aplikasikan Terapi Anak Terlambat Bicara Ini Dirumah!!

terapi anak terlambat bicara

Menjadi seorang ibu tentunya menginginkan bisa mendengar kata pertama yang diucapkan oleh anaknya. Namun, bisa jadi moms tidak bisa menikmati kebahagian tersebut karena keterlambatan perkembangan bicara anak. Beberapa tahun terakhir ini kasus anak terlambat bicara memang menjadi trending topik dikalangan emak-emak. Seperti yang dilansir di web liputan6.com menyebutkan bahwa di tahun 2017 anak terlambat bicara atau yang sering dikenal spech delay mengalami peningkatan. Ini berdasarkan data di poliklinik Neurologi Anak RS Cipto Mangunkusumo sebanyak 71 kasus anak terlambat bicara.

Normalnya anak mulai bisa bicara walaupun dengan kata-kata yang belum jelas diusianya ke 10  – 15 bulan. Nah, jika pada usia tersebut anak belum bisa bicara bisa dikatakan anak terlambat bicara. sedangkan menurut dr. Eva Devita, SpA menyebutkan anak yang terlambat bicara biasanya terjadi pada usia 2 – 3 tahun. Seharusnya diusianya itu anak sudah bisa memahami ucapan orang lain saat diajak komunikasi.

Ada beberapa penyebab anak terlambat bicara, salah satunya pengaruh gadget yang saat ini sudah berkembang pesat dikalangan anak-anak. Kasus anak terlambat bicara banyak kita temukan dilingkungan perkotaan. Kenapa? Di kota, tidak banyak orang tua yang fokus mengurus anaknya. Mereka lebih sibuk untuk kerja sehingga pendidikan komunikasi dengan anak kurang. Selain itu efek gadget dan lingkungan perumahan yang kurang mendukung perkembangan bicaranya. Berikut kami ulaskan peyebab anak terlambat bicara.

  1. Infeksi kronis telinga

Infeksi ini disebabkan karena banyaknya cairan di telinga yang tidak dibersihkan. Sehingga menutup gendang telinga, membuat pendengaran telinga anak buruk. Inilah awal mula anak menjadi terlambat bicara

  1. Bayi prematur

Bayi prematur memiliki resiko besar anak terlambat bicara. Ini disebabkan organnya yang belum terbentuk matang dan lamanya proses persalinan. Tapi, ini akan membaik seiring bertambahnya usia anak ketika 2 tahun.

  1. Keturunan

Adanya riwayat dari keluarga yang juga mengalami keterlambatan bicara ikut mendukung keturunannya mengalami hal yang sama.

Jika moms mendapati anak terlambat bicara jangan langsung menjugde anak dengan sebutan anak tidak pintar dan lainnya. Moms juga tidak perlu langsung khawatir, karena keterlambatan bicara bukanlan penyakit menetap melainkan bisa diatasi dengan beberapa cara terapi melatih anak terlambat bicara.

  1. Bicara lambat pada anak

Terlalu cepat orang tua dalam bicara juga dapat membuat anak mengalami keterlambatan bicara. Karena anak tidak dapat menangkap apa yang dibicarakan sehingga anak menjadi bingung. Salah satu cara yang bisa dilakukan, moms bisa mulai mengajak bicara anak dengan kosa kata sederhana tetapi dengan frekuensi lambat dan jelas pelafalannya. Lakukan dengan berhadapan dengan anak langsung. Ini membuat anak melihat gerak bibir moms dan menirukannya.

  1. Menirukan dan membenarkan kosakata anak

Saat anak menunjuk sesuatu, itu artinya anak ingin tahu benda apa itu. Ini menjadi kewajiban moms untuk menjelaskannya. Jelaskan dengan perlahan agar anak paham. Disini anak akan belajar menirukan apa yang moms ucapkan. Nah, ketika itu terjadi perbaiki kosa kata anak jika salah, moms bisa membenarkan dengan cara yang lembut.

  1. Bermain dan bicara

Anak memang sangat menyukai bermain. Moms bisa ikut masuk dalam permainan anak dan mengikuti bahasa anak. sesekali tanyakan apa yang dikerjakan anak. Usahakan untuk berinteraksi dengan anak. dengan begitu ini dapat melatih otak anak untuk berfikir sambil bermain. Maka kemampuan bicara anak meningkat.

  1. Bermain dengan banyak benda

Misalnya memainkan permainan balok berwarna dengan tulisan huruf abjad dibalok tersebut. Moms bisa bermain rangkai kata. Minta anak mencari huruf tertentu dan mintalah untuk merangkainya. Tanyakan pada anak menjadi kata apa, suruh anak mengucapkannya.

Moms, poin pentingnya adalah kesadaran moms dalam mendidik kesabaran moms untuk melakukan terapi anak terlambat bicara untuk segera mendapatkan anak bicara lancar seperti anak pada umumnya. Selalu perhatikan pola asuh anak sejak dini. Selain itu asupan makanan yang bergizi turut mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.