Waktu yang Tepat untuk Menjemur Bayi, Jam Berapa Idealnya Moms?

Waktu yang Tepat untuk Menjemur Bayi, Jam Berapa Idealnya Moms?

Doodle.co.id – Menjemur bayi saat pagi hari adalah salah satu aktivitas yang biasa dilakukan para ibu di Indonesia dalam merawat buah hatinya. Seperti diketahui, sinar matahari pagi cukup bermanfaat bagi kesehatan.

Anda termasuk salah satu orangtua yang sering menjemur bayi, Moms? Tahukah Anda jam berapa saat yang tepat untuk menjemur si kecil? Nah, untuk lebih mengetahuinya, simak ulasan berikut ini ya, Moms.

Sinar matahari pagi tak hanya bermanfaat bagi kesehatan kalangan dewasa saja, namun baik pula bagi perawatan bayi baru lahir. Aktivitas menjemur bayi, selain dapat mengurangi kuning fisiologis pada bayi baru lahir, bermanfaat pula bagi kesehatan tulang.

Berdasarkan hasil penelitian, paparan sinar matahari minimal 30 menit per minggu dengan 40 persen area tubuh terkena matahari bisa membantu kadar vitamin D yang cukup pada usia enam bulan. Disebutkan pula, 90 persen kebutuhan vitamin D bisa terpenuhi dari proses menjemur bayi.

Aktivitas menjemur bayi saat pagi hari memang diyakini mampu memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, tak bisa dimungkiri pula sinar matahari bisa memicu timbulnya penyakit kanker kulit.

Melansir klikdokter, paparan sinar matahari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker pada usia lanjut. Disebutkan, semakin dini usia dimulainya paparan sinar matahari, praktis akan semakin tinggi pula risiko terjadinya kanker kulit pada usia tua.

Baca Juga:

Cara Tepat dan Manfaat Menjemur Bayi

Sampai Usia Berapa Bayi Dijemur?

Moms Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Menjemur Bayi yang Aman

Terkait itu, solusi terbaik guna mencegah timbulnya penyakit kanker kulit adalah menjemur bayi pada waktu yang tepat ya, Moms. Hindari menjemur bayi di atas pukul 09.00 hingga 16.00. Hal ini lantaran pada periode waktu tersebut jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi.

Selain itu, penting pula menjemur bayi dengan menggunakan perlindungan semestinya guna menghindari risiko kanker kulit. Oleh karena itu, pakaikan buah hati Anda topi dan pakaian saat berjemur ya, Moms.

Jangan lupa gunakan tabir surya (minimal SPF 15) pada 15 hingga 20 menit sebelum berjemur. Lindungi pula mata si kecil agar tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Sementara pada tipe kulit yang lebih berisiko terkena kanker kulit, contohnya tipe melanoma, harus lebih berhati-hati agar tak terpapar radiasi ultraviolet (UV) berlebihan.

Jangan terlalu lama menjemur bayi ya, Moms. Cukup jemur buah hati Anda selama sepuluh hingga 15 menit sehari.

Ketika Anda menjemur sang buah hati, sinar matahari akan diserap untuk menghasilkan vitamin D. Vitamin ini sangat bermanfaat dalam pembentukan tulang dan gigi. Selain itu juga membantu dalam penyerapan kalsium serta mengatur sistem kekebalan tubuh bayi.

Jika Anda menjemur bayi, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati ya, Moms. Jangan sampai kulit si kecil terbakar. Namun jika tanpa disadari ternyata kulitnya terbakar, langkah apa yang harus dilakukan?

Kulit terbakar sinar matahari bisa dialami bayi akibat terlalu banyak terpapar sinar UV. Tanda kulit terbakar, yakni tampak merah dan terasa panas saat disentuh. Terkadang pula kulit tampak melepuh dan bengkak.

Nah, sebagai pertolongan pertama jika mengalami kondisi seperti ini, Anda bisa menempelkan kain basah sekira sepuluh hingga 15 menit ke permukaan kulit yang terbakar. Hindari menempelkan es pada kulit bayi langsung karena akan menimbulkan rasa perih. Segera beri minum air susu ibu (ASI) atau susu formula guna mencegah dehidrasi.

Dengan mengetahui saat yang tepat menjemur bayi, manfaatnya pun bisa dirasakan lebih optimal. Berbagai risiko gangguan kesehatan yang mungkin muncul, bisa diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 Doodle

Follow Our Social Media

Copyright © 2021 Doodle. Semua hak cipta dilindungi

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Copyright © 2018 Doodle. Semua hak cipta dilindungi