Stop Memberi Es Krim untuk Bayi, Ini Alasannya!

Memberi es krum untuk anak

Siapa yang tidak suka dengan es krim? Makanan dingin dengan banyak rasa ini mampu membuat semua kalangan ketagihan ketika menyantapnya, terlebih saat badmood bisa jadi solusi mengembalikan mood. Tapi pernahkan moms memberikan es krim untuk si bayi?

Ketika bayi sudah mulai aktif dan diberikan makanan pendamping ASI, tentunya moms sangat semangat untuk memberikan makanan enak, lezat pada bayi, seperti es krim. Ini didasari untuk mengajari bayi berbagai rasa makanan. Jika seperti itu, sebaiknya moms urungkan dulu niatnya. Walaupun sudah boleh mengkonsumsi makanan pendamping ASI, tp ya jangan langsung diberikan makanan berat moms. Ikatan Dokter Anak Indonesia tidak menyarankan bayi diberi es krim, tetapi berikan makanan pendamping ASI yang berupa bubur saring dari bahan sayuran. Ini disebabkan pencernaan bayi yang belum berkembang maksimal dan kebutuhan nutrisi bayi akan sayur harus terpenuhi. Seiring berkembangnya usia, jika bayi usia 7 – 10 bulan sudah lancar makan dengan bubur saring sayur, moms bisa meningkatkan MPASI dengan makanan yang bertekstur lebih kasar seperti finger foods atau makanan cincang halus.

Lalu kenapa bayi belum bisa diberikan es krim atau yogurt? Itukan baik juga untuk kesehatan bayi dan teksturnya juga lembut. Memang, tapi pernahkah moms berfikir bahwa susu komponen dasarnya adalah susu sapi? Selain itu ada tambahan krim, perisa dan gula? Komponen pembuat es krim itulah yang memberikan dampak negatif untuk tumbuh kembang dan kesehatan bayi sehingga sebaiknya tidak makan es krim dulu.

Agar lebih jelas, yuk kita bedah bersama moms, apa alasan bayi tidak boleh mengkonsumsi es krim?

  1. Es krim mengandung susu sapi

Hampir semua es krim yang ada di pasaran dibuat dengan bahan dasar susu sapi. Susu sapi terkadang membuat bayi alergi jika tidak tahan dengan bau atau kandungannya. Begitu pula ketika makan es krim. Sesuai dengan pernyataan IDAI mengatakan susu sapi sebaiknya tidak diberikan pada bayi usia kurang dari 1 tahun , karena bisa menyebabkan resiko alergi protein susu.

  1. Es krim terdapat bahan pengawet

Jika tanpa bahan pengawet bukan es krim namannya. Salah satu bahan pengawet yang sering digunakan untuk pembuatan es krim adalah nitrat. Namanya juga bahan pengawet pasti memiliki dampak buruk bagi yang mengkonsumsinya. Mengkonsumsi  es krim, sama saja juga akan makan bahan pengawet es krim. Pengawet ini jika terus menerus masuk dalam tubuh bisa menyebabkan anak resiko tumor syaraf dan gangguan tiroid.

  1. Timbul masalah pencernaan

Didalam es krim baik itu bikin sendiri maupun yang terjual di pasaran sangat memungkinkan perkembang biakan bakteri. Banyaknya bakteri dalam es krim ini akan masuk ke dalam tubuh dan menyerang lambung bayi sehingga timbul masalah pencernaan bayi, seperti diare.

  1. Es krim banyak mengandung gula buatan

Alasan lainnya adalah es krim yang rata-rata berasa manis ini dalam pembuatan tentunya diberikan tambahan gula dan garam. Sedangkan moms mengetahui bahwa anak usia dibawah 1 tahun sebaiknya tidak diberikan makanan yang mengandung banyak gula dan garam. Ini bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kesehatan bayi.

Bagaimana moms? sudah ada gambaran kan mengapa es krim dilarang untuk bayi? jadi masih minatkah moms memberikan es krim pada bayi kesayangan moms? apapun itu, poin pentingnya adalah moms harus selalu waspada dan memperhatikan setiap makanan yang bayi makan, jangan lupa untuk selalu memperhatikan kesehatan moms. Semua itu berawal dari hal sepele dan kecil ya moms.. selamat mencoba..