Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi

Siapa yang tidak suka minuman satu ini? Minuman yang selalu menemani setiap kita mulai begadang malam menyelesaikan tugas, begadang dengan bayi ataupun instrospeksi diri. Kopi, minuman dengan rasa pahit tetapi banyak penggemarnya. Mulai dari anak remaja, dewasa dan juga orang tua. Cewek cowok sama saja. Minuman ini sudah merakyat. Apakah ada dari moms disini yang juga menggemari kopi? Jika tidak minum saja terasa hambar? Berasa sayur aja ya moms? Memang benar, kopi seperti layaknya rokok yang memberikan efek ketagihan bagi penikmatnya. Tapi sekarang ini sudah banyak jenis kopi yang disuguhkan, mulai dari kopi susu, kopi pahit sampai kopi dengan rasa caramel.

Kopi merupakan minuman stimulan yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kandungan kafeinnya mampu mempengaruhi sistem saraf pusat untuk menekan rasa lelah sehingga mata mampu diajak begadang. Dengan alasan inilah sering juga dimanfaatkan oleh ibu menyusui diawal-awal lahirnya bayi. Ibu menyusui membutuhkan tenaga ekstra untuk menyusui bayi terutama dimalam hari. Seringnya bayi terbangun dimalam hari membuat moms mau tidak mau harus tetap terjaga walaupun dalam kondisi yang sudah lelah. Bagi sebagian moms yang sudah terbiasa mengkonsumsi kopi sebulum dia hamil, ini akan mudah saja dilakukan tetapi bagi yang tidak pernah mengkonsumsi mungkin akan merasakan efek yang tidak biasa. Bisa saja timbul rasa mual dan pusing diawal-awal meminumnya. Namun moms, sebenarnya bolehkah ibu menyusui minum kopi? Apa dampaknya untuk ASI dan kesehatan moms? lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini ya moms.

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat mempengaruhi kualitas ASI yang moms hasilkan. Pasalnya, nutrisi ASI didapat dari nutrisi makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Ini berarti jika moms mengkonsumsi kopi secara otomatis, kafein yang terkandung dalam kopi akan masuk juga ke ASI. Lalu bahaya tidak kafein untuk si bayi? menurut penelitian, wanita menyusui yang mengkonsumsi kopi 3 cangkir setiap harinya, ASI yang dihasilkan memiliki kandungan zat besi yang rendah dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi ASI. Akibatnya kandungan hemoglobin dan hematrokit dalam darah bayi sedikit sehingga meningkatkan resiko anemia pada bayi. moms bisa bayangkan sendiri ya moms jika kopi yang kita konsumsi semakin banyak, apa yang akan terjadi nantinya dengan bayi kita? tapi meskipun kafein tercampur dengan ASI, tetapi tingkat penyerapan tiap ibu akan berbeda-beda sehingga kandungan ASI kafeinnya juga beda.

Selain berdampak buruk bagi bayi, konsumsi kopi yang berlebihan juga berdampak buruk bagi moms. Efek dari kopi adalah membuat kita tetap terjaga walaupun sudah lelah. Moms secara sengaja memaksa tubuh untuk tetap beraktivitas dalam keadaan sudah lelah. Ini mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi menurun dan moms bisa dengan mudah terserang penyakit, seperti ginjal, darah tinggi dan diabetes. Selain itu, kafein memberikan efek gelisah dan emosi yang tidak stabil. Kafein juga membuat pembuluh darah menyempit sehingga bisa menimbulkan rasa sakit pada puting susu ketika menyusui.

Dari uraian ini, bisa disimpulkan bahwa kopi memiliki dampak yang buruk untuk ibu menyusui. Walaupun lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan jika mengkonsumsi kopi, ternyata kopi juga memiliki manfaat bagi ibu menyusui. Salah satunya, mengkonsumsi kopi pada ibu menyusui berguna untuk membantu terapi pernafasan bagi bayi yang prematur. Bayi prematur lahir dengan kapastiras nafas yang lebih sedikit dibandingkan dengan bayi normal. Itulah kenapa moms memerlukan terapi untuk membantu pernafasannya. Kafein mengandung zat tertentu yang dapat merelekskan otot sehingga nafas bayi prematur tetap terjaga.

Oleh karena itu, beberapa ilmuan membolehkan ibu menyusui mengkonsumsi kopi. Namun, walupun diperbolehkan tetap dalam batas takaran tertentu. Berapakah batas maksimal ibu menyusui bisa mengkonsumsi kopi? Dari baby center menyebutkan, kopi atau minuman dengan kandungan kafein hanya bisa dinikmati oleh ibu menyusui maksimal 200 mg per hari, ini setara dengan secangkir kopi. Batas ini diambil karena merupakan batas aman atau tidak membahayakan untuk bayi. Jika lebih dari batas aman, ini akan membuat bayi susah tidur, sembelit, kolik dan rewel.

Jika moms penggemar kopi, walaupun sedang menyusui pastinya tetap menempatkan kopi sebagai pelengkap dalam kehidupan moms. Untuk itu, sebagai penyeimbang berikut kami berikan tips aman minum kopi saat menyusui.

  1. Usahakan pilih kopi seduhan instan yang sudah dilengkapi dengan tambahan susu, caramel atau rasa yang lain. Kopi instan mengandung kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi asli. Ini bisa meminimalkan resiko yang terjadi.
  2. Jika penggemar kopi seduh, setelah membuat kopi, endapkan terlebih dahulu kemudian saring buang ampasnya.
  3. Kurangi porsi kopi yang diseduh. Biasanya 3-4 sendok kopi kurangi jadi 2 sendok kopi saja.
  4. Selalu ingat batas aman minum kopi yaitu 200 mg, jadi cukupkan minum kopi sekali dalam sehari.
  5. Setelah minum kopi, jangan langsung menyusui bayi. Tunggu 3 – 4 jam setelah minum kopi baru menyusui. ini dilakukan untuk mengurangi kandungan kafein yang tercampur dalam kopi.
  6. Jika bayi masih berusia 1 – 3 bulan sebaiknya tahan untuk minum kopi ya moms, karena sangat beresiko untuk bayi.
  7. Bagi penggemar teh, saat nyeduh teh sebaiknya seduh sebentar saja sekitar semenit. Semakin cepat seduhan maka semakin sedikit kandungan kafein yang masuk dalam ASI.
  8. Jika suka mengkonsumsi coklat, hendaknya pilihlah coklat yang sudah tercampur dengan susu untuk mengurangi kandungan kafein. Moms bisa juga mengkombinasikan coklat batangan yang akan diseduh dengan buah. Rasanya tidakkalah enaknya kok moms
  9. Moms hindari membuat minuman dengan bahan kopi coklat atau teh coklat ya… bahan-bahan itu prinsipnya sama-sama mengandung kafein walaupun kandungannya berbeda-beda. Jika kedua bahan tersebut digabungkan kandungan kafein yang ada dalam minuman tersebut semakin besar, dampaknya pun semakin besar bagi bayi.

Walaupun diperbolekan, sebaiknya moms yang masih dalam keadaan menyusui lebih baik tidak mengkonsumsi kopi untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan. Ingat ya moms, yang berbahaya adalah kandungan kafeinnya bukan kopinya. Itu artinya, segala macam minuman dan makanan yang mengandung kafein sebaiknya diatur konsumsinya. Apa saja? Teh, coklat, minuman berenergi dan juga minuman bersoda. Minuman bersoda ini lebih bahaya moms selain kafein, juga mengandung alkohol. Sebagai pedoman untuk moms, berikut kami berikan juga tabel kandungan kafein dari tiap-tiap minuman.

Ukuran Jenis minuman Kandungan Kafein (mg)
1 cangkir Kopi saring pahit 140
1 cangkir Kopi instan 100
1 cangkir Teh 75
50 gram cokelat 50
1 kaleng Minuman energi 80
1 kaleng Minuman soda (354 ml) 40

Jadi telitilah sebelum mengambil tindakan ya moms… pastikan segala sesuatu aman dan baik untuk bayi dan moms sendiri. Kesehatan bayi merupakan hal penting untuk tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat…