20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap

Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap

Kelahiran seorang bayi memang menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan sekali oleh para pasangan yang sudah menikah. Tentu saja mereka pastinya mendambakan dan menginginkan untuk memiliki yang namanya buah hati sehat dan juga sempurna. Maka dari itu, biasanya bayi yang baru lahir akan menjalani yang namanya pemeriksaan fisik terlebih dahulu, yang akan dilakukan oleh dokter, bidan atau team medis lainnya yang membantu sang ibu melahirkan. Namanya pemeriksaan fisik bagi bayi yang baru saja dilahirkan ini, memang harus dilakukan sedini dan juga sesegera mungkin. Biasanya pemeriksaan fisik bayi ini akan di lakukan setelah bayi sudah dalam keadaan stabil, yaitu sekitar 6 hingga 24 jam setelah di lahirkan. Salah satu tujuan diadakannya 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap ini supaya apabila terjadi kelainan ataupun gangguan pada bayi, bisa segera di tindak lanjuti segera mungkin.

Dalam melakukan 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap ini, tentu saja para ahli medis atau tenaga kesehatan terkait harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya yaitu :
– Ruangan harus hangat terang dan juga dalam keadaan yang bersih
– Sebelum melakukan pemeriksaan, harus mencuci tangan terlebih dahulu dan juga menggunakan yang namanya celemek serta sarung tangan
– Pastikan juga kalau alat untuk melakukan pemeriksaan bersih
– Pemeriksaan bisa dilakukan dengan cara sistematis, yaitu head to toe.
– Jika nantinya saat pemeriksaan adanya kelainan yang ditemukan, bisa dilakukan tindakan, ataupun rujukan.
– Melakukan yang namanya pendokumentasian.

20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap sendiri mencakup mengenai tanda vital, pengukuran pertumbuhan bayi, penilaian sistem, dan juga penilaian umur dari kehamilan. Berikut ini info mengenai 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap, diantaranya yaitu :

  1. Keadaan umum

    – Yang pertama adalah menilai ukuran bayi secara keseluruhan, apakah kecil atau besar
    – Selanjutnya mengukur ukuran tubuhnya, apakah proporsional atau tidak
    – Menilai kondisi bayi, apakah aktiv atau lemah
    – Tangisan bayi apaah keras , melengking atau lemah
    – Kesadaraan dari bayi, letargis, waspada atau sedasi
    – Warna kulit bayi, pucat, kuning, atau merah muda

  2. Pemeriksaan tanda vital bayi

    a) Pemeriksaan awal Sistem pernapasan
    – Pernapasannya nyaman
    – Bayi tidak mengorok
    – Bayi tidak pucat
    – Tidak adanya lekukan pada dada
    Penilaian sistem pernapasan
    – Warna kulit apakah merah muda, pucat, gelap, kebiruan atau berbinting kuning
    – Saat sedang bernapasa apakah mengorok, kembang kempis, retraksi
    – Suara saat sedang bernapas , apakah jauh, dangkal , melemah
    b) Pemeriksaan denyut jantung
    – Caranya adalah dengan di ukur menggunakan auskultasi/jari, diatas jantung bayi, sekitar 1 menit lamanya
    – Untuk denyut jantung bayi yang normal adalah 120 sampai 160 menit
    c) Pemeriksaan suhu tubuh
    – Di ukur dengan menggunakan aksila, yaitu dengan waktu 5 menit
    – Untuk suhu yang normal adalah 36.5 derajat celcius hingga 37 derajay celcius
    – Gejala hipotermia yaitu tanda vital yang tidak stabil, mengalami dehirasi, dan juga terjadinya perubahan glukosa pada darah
    – Gejala hipetermia yaitu bayi mengalami demam, kurang minum dan juga terjadi infeksi
    d) Pemeriksaan tekanan darah
    – Di ukur pada tangan dan juga kaki, sesuai dengan kondisi si bayi
    – Untuk tekanan darah yang nomal adalah 60-89 hingga 40 sampai 50
    – Tekanan darah pada bayi bisa meningkat saat sedang menangis dan akan menurun jika bayi sedang tidur
    e) Pengukuran pada 3 komponen pertumbuhan bayi, yaitu :
    – Bayi akan di timbang setiap hari untuk mengetahui berat badannya
    – Mengukur panjang bayi dengan cara memposisikan bayi terlentang. Untuk ukuran panjang bayi yang normal adalah 45 cm hingga 53 cm.
    – Mengukur lingkar pada kepala, untuk ukuran normal adalah 33 cm hingga 38 cm.

  3. Pemeriksaan fisik pada kepala

    – Chek apakah adanya benjolan, haetaom, atau caput pada kepala
    – Chek fontanel, apakah bentuknya datar, cekung, atau menonjol
    – Chek sutura, apakah molase, dan juga ukuran derajatnya
    – Chek pertumbuhan rambut pada bayi

  4. Pemeriksaan fisik mata

    – Chek apakah pergerakan mata simetris atau tidak, gerakannya sama atau tidak
    – Chek apakah adanya darah pada permukaa mata
    – Chek pergerakan pupil simetris
    – Chek apakah mata terbuka atau menutup

  5. Pemeriksaan fisik telinga

    – Chek apakah telinga sejajar dengan mata
    – Chek apakah bentuk telinga simetris atau tidak
    – Chek apakah ada pengeluaran pada telinga

  6. Pemeriksaan fisik hidung

    – Chek apakah bayi bernafas dengan spontan menggunakan hidung
    – Chek apakah ada tanda kebiruan pada hidung

  7. Pemeriksaan fisik mulut

    – Chek apakah bayi bernafas secara spontan denngan mulut
    – Chek tanda labio-polatoskizis

  8. Pemeriksaan fisik leher

    – Chek apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan juga getah bening pada leher
    – Chek apakah adanya tonick neck refleks

  9. Pemeriksaan fisik dada

    – Chek apakah bentuk dada simetris atau tidak, gerakan nafasnya apakah mengalami kesulitan
    – Chek dan dengarkan suara nafas pada dada kiri atau kanan, apakah sama atau tidak
    – Chek apakah ada pembesaran pada kelenjar mammae
    – Chek dan dengarkan denyut jantung bayi dengan menggunakan fetoskop

  10. Pemeriksaan fisik perut

    – Chek apakah perut terlihat normal dan terdapat tali pusat
    – Chek apakah adannya hernia umbilicalis ketika bayi sedang menangis
    – Chek apakah suara pada perut ada atau tidak
    – Chek apakah dinding perut berwarna merah, meregang atau membuncit’
    – Chek palpasi, apakah lembek, meregang atau nyeri

  11. Pemeriksaan fisik bahu

    – Chek apakah bentuk bahu simetri
    – Chek apakah bahu dapat digerakkan secara normal

  12. Pemeriksaan fisik lengan

    – Chek kelengkapan lengan
    – Chek bentuk lengan apakah normal atau tidak
    – Chek apakah lengan dapat digerakkan

  13. Pemeriksaan fisik jari

    – Chek kelengkapan pada jari tangan
    – Chek apakah jari bisa digerakkan secara normal

  14. Pemeriksaan fisik genetalia

    I. laki-laki
    – memiliki scrotum, yang terdiri dari 2 kantung dan berisi testis
    – memiliki lubang penis yang berada tepat di tengah, dengan panjang normanya sekitar 2.5 cm
    II. perempuan
    – chek apakah ada amayora dan juga minora
    – chek apakah adanya keluar cairan, baik itu yang berwarna kream, putih atau pseudomenorh, dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 10 hari
    – apakah sudah miksi atau belum dalam waktu 24 jam

  15. Pemeriksaan fisik panggul

    – chek dan peganglah paha dan juga betis bayi, dengan gerakan lurus kearah samping, dan dengarkan apakah ada bunyi klik atau tidak
    – kemudian gerakan juga paha ke atas dan ke bawah, dan dengarkan lagi, apakah ada bunyi klik

  16. Pemeriksaan punggung

    – chek apakah ada benjolan pada punggung

  17. Pemeriksana fisik anus

    – chek apakah ada benjolan pada anus
    – chek apakah anus ada lubang atau tidak

  18. Pemeriksaan fisik ektermitas bawah

    – chek apakah bentuknya simetris atau tidak
    – chek kelengkapan dari jari
    – chek reflesk babinski
    – chek gerarakan dari bayi, apakah aktif atau lemah

  19. Pemeriksaan fisik kulit bayi
  20. Pemeriksana fisik pada kaki bayi

    – chek kelengkapan jari pada bayi
    – chek gerak dari kaki bayi

Info mengenai 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap di atas, semoga bermanfaat untuk anda.