10 Cara Mengatasi Gumoh pada Bayi

Cara mengatasi gumoh pada bayi

Gumoh pada bayi adalah hal yang sudah biasa terjadi. Ini merupakan refleks bayi ketika dia dalam keadaan kekenyangan atau kaget. Setiap bayi umur kurang dari satu tahun pasti pernah mengalaminya, jadi bisa saja bayi moms juga mengalaminya. Bagaimana reaksi moms jika terjadi gumoh pada bayi? Apa yang akan moms lakukan? Pertama, moms tak usah khawatis ataupun takut jika bayi gumoh, karena ini bukanlah hal serius.

Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang dicerna bayi. Gumoh adalah hal normal yang terjadi karena kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, ukuran lambung bayi yang masih kecil belum cukup untuk menanmpung makanan terlalu banyak. Gumoh ini akan hilang dengan sendirinya ketika umur bayi sudah lebih dari 12 bulan. Pertumbuhan lambung yang semakin besar membuat makanan yang tertampung lebih banyak, selain itu otot pada dasar kerongkongan juga sudah bekerja dengan baik.

Gumoh yang umum terjadi pada bayi adalah gumoh susu, karena memang makanan utama bayi adalah susu. Walaupun gumoh tergolong hal yang tidak berbahaya tetapi tetap perlu diwaspadai karena ada beberapa kelainan atau masalah kesehatan bayi yang ditandai dengan gumoh. Gumoh yang tidak membahayakan biasanya ditandai dengan bayi yang nanpak biasa saja tidak rewel. Selain itu tidak mengganggu tumbuh kembangnya. Biasanya bayi gumoh susu dan berwarna putih. Nah, jika saat bayi gumoh, tapi disertai dengan rewelnya bayi dan gumoh juga terlihat aneh maka sebaiknya segera bawa bayi berobat karena bisa jadi sebagai tanda penyakit.

Untuk membedakan gumoh bahaya dan tidak, berikut ulasan beberapa masalah kesehatan bayi yang ditandai adanya gumoh:

  1. Setelah setengah jam menyusu, bayi muntah terus

Jika moms mendapati bayi tiba-tiba gumoh secara terus menerus setelah menyusu bisa jadi terjadi masalah kesehatan pada bayi. Bayi bisa saja terkena stenosis pilorus. Masalah kesehatan ini biasanya dialamai oleh bayi usia lebih dari satu minggu atau sebelum usia empat bulan. Stenosis pilorus merupakan kelainan usus yang menyebabkan katup yang mengarah dari lambung ke usus menebal jadi tidak dapat terbuka lebar untuk makanan.

  1. Darah atau empedu dalam muntahan

Gumoh yang mengeluarkan banyak makanan atau cairan disebut juga muntah. Bayi yang gumoh dengan warna gumoh tidak putih melainkan kemerahan atau kekuningan bisa jadi bayi ada masalah organ tubuh. Frekuensi gumoh juga sering dan disertai dengan demam. Jika moms mengetahui gumoh yang seperti ini bisa saja bayi ikut mengeluarkan darah atau empedu keluar karena ada infeksi. Segera bawa bayi konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

  1. Masalah pencernaan

Gumoh juga biasa menjadi penyebab adanya masalah pada pencernaan kita. ya biasanya perut yang penuh akan menjadi keras dan jika ditekan sakit. Kondisi ini disebabkan adanya banyak gas dalam perut. Untuk mengurangi rasa sebah dan penuh bayi mengeluarkan kembali susu yang dia minum. Ini membuat bayi sering gumoh.

Lalu apa tandanya jika gumoh bayi itu sebagai tanda penyakit? Ini tandanya:

  1. Perut bayi nampak buncit dan keras
  2. Menangis atau rewel
  3. Terlihat tanda-tanda dehidrasi pada bayi, yaitu mata dan mulut kering, frekuensi buang air kecil sedikit, ubun-ubun cekung, mata lelah.
  4. Demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius dan kadang disertai menggigil.
  5. Bayi menolak menyusu atau minum susu formula
  6. Nafas bayi sesak
  7. Terjadi ruam di kulit bayi, jika ditekan ruam tidak memudar
  8. Bayi mengantuk terus dan terlihat pucat
  9. Muntah terus selama lebih dari 12 jam
  10. Gumoh yang dikeluarkan berwarna kuning atau hijau kemerahan

Gumoh yang terjadi pada bayi intensitasnya akan berbeda-beda, ini tergantung seberapa sering dan banyak asupan makanan dan minuman yang masuk ke mulutnya. Selain kuantitas makanan masuk, kesalahan posisi saat menyusui atau bermain juga bisa menyebabkan bayi gumoh lho moms! bayi gumoh sering mengganggu kita, pasalnya waktu gumoh bayi tidak menentu sehingga bisa saja waktu kita bepergian tiba-tiba bayi gumoh di baju kita, mengganggu kan moms? untuk meminimalkan terjadinya dan mengatasi gumoh pada bayi, berikut kami berikan cara mengatasi gumoh pada bayi:

  1. Saat menyusui bayi, jangan baringkan bayi tapi buatlah posisi bayi tegak selama kurang lebih 30 menit. Tahan posisi tersebut dengan tangan moms atau bantal. Ingat moms juga harus dengan posisi duduk agar ASI lebih mudah keluar.
  2. Usahakan memberikan susu atau makanan pada bayi dengan jumlah lebih sedikit dari pada biasanya tetapi dilakukan dengan frekuensi sering. Pola ini membantu bayi supaya bayi tidak cepat kenyang tapi susu yang masuk terproses dengan baik dan bisa diberikan lagi dalam jarak waktu dekat.
  3. Setiap kali selesai menyusu atau makan, usahakan untuk menyendawakan bayi, ini membantu mengurangi tumpukan gas dalam perut yang mengakibatkan gumoh jika tidak dikeluarkan. Moms bisa menepuk pundak bayi secara perlahan dan pelan untuk menyendawakannya. Pakaikan pelapis baju agar saat disendawakan bayi gumohmaka asi yang dimuntahkan tidak mengenai baju bayi.
  4. Setelah selesai menyusu, jangan biarkan bayi terus beraktivitas. Berikan jeda kurang lebih 5 – 10 menit agar susu masuk dalam pencernaan bayi dengan sempurna.
  5. Saat menidurkan bayi, usahakan jangan membiarkan bayi tidur tengkurap. Selain membuat mendengkur, nafas bayi pendek, ini bisa menekan perut bayi dan hasilnya bayi gumoh, apalagi kalau bayi posisi setelah makan. Tidur bayi yang baik adalah dalam posisi terlentang dengan memposisikan kepala bayi lebih tinggi daripada badannya. Moms bisa memberikan bantal di kepala bayi. Cara ini bisa mencegah bayi terkena SID atau kematian bayi mendadak.
  6. Untuk bayi yang minum pakai dot, perhatikan ukuran dot dengan benar. Berikan dot yang ukurannya sesuai. Memberikan dot yang terlalu besar dapat memicu bayi gumoh.
  7. Bila terjadi kasus bayi gumoh lewat hidung, sebaiknya biarkan saja gumoh sampai tuntas. Jika ditangani atau dikagetkan gumoh akan diserot kembali dan malah masuk ke paru-paru.
  8. Saat bayi gumoh, upayakan jangan langsung mengangkat bayi, ini untuk menghindari bayi kaget dan tersendak. Sebaiknya miringkan bayi  untuk membersihkan sisa gumoh dalam mulut.
  9. Oleskan minyak telon di perut bayi untuk mengurangi rasa tidak nyaman di perut bayi dan membantu menghangatkan perut serta melunakan perut lagi.
  10. Jangan menekan perut bayi saat bayi gumoh. Tekanan ini membuat bayi memutahkan kembali susu yang dia minum.

Demikianlah sekilas tentang gumoh dan cara mengatasi gumoh pada bayi. Jadilah moms yang tanggap dan waspada terhadap tanda-tanda yang diberikan bayi ya moms!! jangan lupa untuk selalu perhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Semoga bayi sehat selalu moms!….