Penyebab Kulit Ayam pada Bayi, Bisa Dicegah dengan Lotion

Doodle.co.id – Penyebab kulit ayampada bayi atau Kleratosis pilaris bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Kondisi kulit umum ini menyebabkan munculnya bercak kasar atau benjolan pada kulit. Benjolan berupa jerawat kecil tersebut merupakan sel kulit mati yang menyumbat folikel rambut. Biasanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak, hingga bayi di lengan atas, paha, pipi hingga pantat. Tida menular, kondisi kulit ayam ini namun biasanya tidak gatal atau menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Kondisi ini adalah kondisi umum pada kulit sehingga tidak berbahaya dan bukanlah kondisi kronis sehingga bukan penyakit atau kelainan.

kulit ayam pada bayi
Kulit ayam pada bayi / Image Nelly Aran

Kendati demikian, kondisi ini dapat memburuk pada bulan-bulan musim dingin saat kulit cenderung kering, dan bisa memburuk bila terjadi pada masa kehamilan. Meskipun tidak ada obat untuk mengatasi kondisi kulit tersebut, namun Moms bisa menerapkan beberapa metode untuk mencegah memburuknya kondisi kulit ayam pada bayi dan dewasa. Berikut gejala keratosis pilaris pada bayi dan orang dewasa.

Gejala Keratosis Pilaris

Gejala keratosis pilaris yang paling dominan yakni munculnya benjolan yang menyerupai bulu kulit yang merinding. Dikatakan kulit ayam, karena terlihat seperti kulit ayam yang baru dicabut bulunya. Benjolan dapat muncul di mana saja yang memiliki folikel rambut. Sehingga, kondisi ini tidak pernah muncul di telapak kaki atau telapak tangan. Gejala lain yang tampak sebagai berikut.

  • Sedikit perubahan warna di sekitar benjolan
  • Kulit gatal dan sensitif
  • Kulit menjadi kering
  • Benjolan terasa saat diraba atau digosok
  • Benjolan yang muncul bisa berwarna daging, warna putih, merah, merah muda, coklat hingga hitam. Semua tergantung pada warna kulit penderita.

Penyebab Kulit Ayam pada Bayi

Penyebab pasti adanya kondisi kulit ayam pada bayi yakni menumpuknya keratin dan proin rambut di pori-pori kulit. Keratin pada rambut biasanya akan menyubat pori-pori dan menghalangi folikel rambut yang tengah tumbuh. Ini menyebabkan terbentuknya benjolan kecil di tempat yang seharusnya tumbuh rambut. Apabila Moms mengorek benjolan itu, mungkin Moms bisa melihat adanya sehelai rambut kecil yang muncul di kulit.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti penyebab adanya penumpukan keratin. Namun, dokter berpendapat bahwa hal itu mungkin berkaitan dengan kondisi kulit lainnya seperti dermatitis atopik dan kondisi genetik.

Bayi atau orang dewasa dapat terkena keratosis pilaris jika mengalami kulit kering, eksim, iktiosis, demam alergi serbuk bunga, hingga kegemukan. Kondisi ini umumnya paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Bahkan, dimulai pada masa akhir usia bayi. Sebagian besar penderita kondisi ini akan sembuh di usia pertengahan 20-an, namun tidak menutup kemungkinan akan hilang sepenuhnya di usia 30-an.

Selain itu, pada ibu hamil adanya perubahan hormon dapat menyebabkan kondisi ini kambuh selama masa kehamilan. Begitu juga pada masa pubertas oleh anak-anak menjelang remaja. Keratosis pilaris paling sering terjadi pad aorang berkulit putih.

Diagnosis Keratosis Pilaris

Dokter kulit nantinya akan memeriksa penderita berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga memastikan diagnosis dengan melihat area yang terjangkit. Faktor-faktor tersebut meliputi usia, jenis kulit, dan bagian mana yang terdampak.

Cara Mengatasi

Meski tidak ada obat pasti untuk kondisi kulit ini karena akan hilang seiring bertambahnya usia, namun Moms bisa mencoba beberapa perawatan untuk menghilangkan tampilannya. Dokter biasanya menyarankan orang dewasa atau bayi untuk menenangkan kulit yang gatal dan kering dan memperbaiki penampilan kulit. Itu bisa menggunakan krim topikal yang diresepkan untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah penyumbatan folikel rambut.

Selain itu, pengobatan lainnya dengan mikrodermabrasi, perawatan pengelupasan kulit yang intens, pengelupasan kimia, krim retinol dan sebagainya. Namun, semua itu harus dilakukan sesuai petunjuk dokter.

Pencegahan

Gunakan Lotion

Untuk mencegah kondisi kulit ayam pada bayi, Moms bisa melakukan rutinitas perawatan kulit yang lembut. Misalnya mengoleskan krim, salep atau lotion bebas minyak untuk melembabkan kulit. Ini berfungsi untuk membantu mencegah pori-pori tersumbat yang menyebabkan timbulnya keratosis pilaris.

Moms bisa gunakan Doodle Baby Lotion untuk mencegah kulit ayam dan menjaga kelembaban kulit bayi. Sehingga, kulit kering yang menyebabkan timbulnya keratosis pilaris dapat dihindari. Diformulasikan khusus untuk kulit bayi, Doodle Baby Lotion mampu menjaga kulit wajah dan tubuh bayi tetao lembut dan kenyal. Dikenal dengan Supermild Lotion Liquid, Doodle Baby Lotion memiliki formulasi water based yang cepat meresap di kulit.

Mandi Air Hangat

Mandi air hangat juga berefek untuk membuka sumbatan dan mengendurkan pori-pori, namun jangan dilakukan terlalu lama karena bisa menghilangkan minyak alami tubuh.

Eksfoliasi Harian

Dermatologus menyarankan untuk mengeksfoliasi atau mengelupas kulit mati secara perlahan menggunakan loofah atau batu apung.

Oleskan Lotion Penghidrasi

Pada orang dewasa, oleskan lotion dengan kandungan asam alfa hidroksi seperti asam laktat, dapat menghidrasi kulit kering dan mendorong pergantian sel.

Hindari Pakaian Ketat

Mengenakan pakaian ketat pada bayi justru bisa menimbulkan gesekan dan dapat mengiritasi kulit.

Gunakan Humidifier

Jika udara di sekitar terlalu kering, gunakan humidifier atau pelembab udara di dalam ruangan, ini bisa menjaga kelembaban kulit bayi dan orang dewasa serta mencegah timbulnya rasa gatal.

 

Sumber
healthline.com/health/keratosis-pilaris#takeaway

 

Temukan Produk Doodle Exclusive Baby Care di Official marketplace kami

         

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia
© 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
                                                           Privacy Policy     Syarat dan Ketentuan  Cookie