Moms, Sampai usia berapa bayi dibedong?

sampai usia berapa bayi dibedong

Bayi terlahir dengan kulit yang masih tipis sehingga sangat rawan dengan udara dingin. Moms memerlukan sarana yang mampu membuatnya untuk selalu hangat. Salah satunya dengan menggunakan bedong. Bedong merupakan selendang yang biasa dililitkan pada bayi setelah mandi untuk memberikan rasa aman, hangat dan nyaman sehingga bayi merasa relaks dan tidurnya nyenyak. Membedong bayi memiliki banyak manfaat untuk bayi. Membedong bayi juga merupakan salah satu cara yang bisa dipakai untuk menenangkan bayi ketika bayi rewel. Bayi yang baru lahir juga sering terkagetkan oleh suatu hal, biasanya moms menggendong bayi salah satunya juga bertujuan untuk mengurangi efek kaget pada bayi.

Banyak yang beranggapan bahwa membedong bayi bisa membuat kaki bayi lurus, memang benar tetapi pada dasarnya kaki bayi sejak dalam kandungan reringkuk, sehingga saat lahir pun kaki bayi akan kelihatan bengkok, tetapi seiring bertambahnya usia kaki akan lurus sendiri. Saat membedong bayi, jangan dilakukan asal saja ya moms… karena walapun banyak manfaatnya, ┬ámembedong bayi juga memiliki beberapa resiko untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berikut beberapa resiko tentang membedong bayi.

  1. Bayi susah nafas

Bayi terlahir dengan saluran pernafasan yang masih kecil. Saat moms membedong bayi terlalu ketat, ini akan membuat bayi cepat kepanasan sehingga oksigen yang masuk dalam tubuh kurang. Bedong yang terlalu ketat juga bisa menyebabkan bayi beresiko terkena dysplasia atau pertumbuhan yang tidak normal.

  1. Resiko terkena Sudden Infant Death Syndrome

Siapa yang suka bayinya terkena SIDS? Menurut penelitian dari Center of Disease Control and Prevention mengutarakan bahwa salah satu penyebab DIDS . Bayi bisa terkena SIDS salah satunya karena bedong bayi yang terlalu ketat atau longgar.

  1. Bayi mudah kena ruam

Bayi yang di bedong terlalu lama, sirkulasi udaranya tidak cukup banyak akan membuat keringat yang keluar tidak bisa hilang dan membuat kulit bayi yang sensitif menjadi panas dan ruam. Ruam juga bisa terjadi ketika bedong yang digunakan, tidak bersih.

Seiring bertambahnya usia bayi, maka tidak seharusnya bayi dibedong terus menerus. Bayi yang sudah aktif bergerak dan lincah, akan susah untuk dibedong. Bayi yang sudah tidak mau lagi dibedong, biasanya akan memunculkan beberapa tanda berikut:

  1. Bayi tidka mau diam saat akan dibedong
  2. Sering bangun dimalam hari dan merasa kegerahan dengan bedong yang dipakai, hasilnya dia akan rewel jika tidak dilepas
  3. Menunjukan rasa tidak nyaman saat bayi dibedong. Ini ditandai dengan bayi saat dibedong dia berusaha untuk melepaskan bedong.

Jika moms sudah melihat tanda-tanda itu di bayi, maka sebaiknya moms hentikan pemakaian bedong bayi. Hal ini dialami oleh tiap orang yang beda-beda usiannya. Lalu sampai usia berapa bayi dibedong? Membedong bayi bisa dilakukan ketika refleks moro pada bayi sudah berkurang atau hilang. Karena jika refleks tersebut sudah berkurang, otomatis bayi sudah berkembang kemampuan mentalnya. Refleks pada bayi biasanya berkurang atau hilang pada usia 3 bulan. di usia ini lah moms bisa menghentikan membedong bayi.  Pada usia ini bayi perlu mengembangkan kemampuannya untuk bergerak dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Menghilangkan bedong dari bayi seharusnya dilakukan secara bertahap. Moms bisa mulai dengan mengganti bedong dengan selimut biasa ketika tidur atau menaikan suhu ruangan kamar agar bayi tetap terjaga. Perhatikan juga untuk ada tidaknya nyamuk ya moms…