5 Cara Ampuh Mengatasi Anak Nakal, Jangan Langsung Dimarahi Ya, Mums

5 Cara Ampuh Mengatasi Anak Nakal, Jangan Langsung Dimarahi Ya, Mums

Doodle.co.id – Mums, pernah nggak sih merasa kalau anak Mums terlampau nakal? Mums juga merasa kewalahan sama perilaku mereka? 

Kalau Mums lagi ngadepin situasi ini, hadapi dengan kepala dingin, ya. Karena, ada beberapa alasan kenapa mereka bisa nakal dan mengabaikan perintah orang tua. 

Kelakuan anak yang sering dicap nakal sebenarnya sih normal aja, karena, mereka masih dalam tahap pertumbuhan. Otak anak-anak pun belum berkembang sepenuhnya. 

Sementara, orangtua mungkin kurang memahami kalau anak belum bisa menerima perintah seutuhnya.

Padahal, Mums, menurut para psikolog anak, mayoritas anak-anak belum bisa menguasai perintah secara utuh sampai usia 3-4 tahun. Bukan itu aja, Mums, bagian otak yang mempengaruhi kontrol diri juga belum berkembang sempurna sampai usia remaja.

Kelakuan anak nakal bisa juga disebabkan karena faktor lainnya, loh, Moms. Anak biasanya mulai bawel kalau mereka merasa lapar, sakit, atau bosan. 

Misalnya, nih, ketika Mums menyuruh anak duduk diam ketika bertamu. Otak mereka yang masih dalam tahap perkembangan, belum bisa menangkap perintah itu secara utuh. 

Nah, ketika anak gagal menerima perintah dan malah bertingkah 

karena bosan, orang dewasa sering menganggap kalau mereka itu badung dan nggak sopan.

Karena itulah, ulah anak nakal nggak cuma disebabkan mereka tidak mau menuruti perintah orangtua. Bisa aja, mungkin malah orang dewasa yang kurang memahami keadaan mereka. 

5 Cara mengatasi anak yang nakal

Nah, Mums, setelah mengetahui penyebab anak jadi nakal, yuk cari tahu cara mengatasinya.

Menjaga mood

Mengatasi anak nakal bisa dilakukan dengan menjaga mood, loh, Mums. Kok bisa? Pernah nggak sih, Mums merasa ikutan bete karena emosi negatif orang sekitar? 

Nah, anak pun juga bisa ngerasain perubahan mood. Meski secara usia mereka belum bisa mengerti emosi secara utuh, tapi anak mampu menangkap perasaan orang di sekitarnya.

Karena itu, saat Mums merasa sedih atau marah karena kelakuan si buah hati, mereka juga dengan mudah merasakan perasaan yang sama. 

Sehingga, perasaan negatif yang Mums rasakan, malah bisa memicu kelakuan nakal mereka. 

Tapi, saat Mums mampu mengolah emosi negatif jadi lebih tenang dan pengertian, maka anak pun dapat belajar mengatur perasaannya. 

Memahami perilaku anak yang masih ingin bermain

Usia anak-anak bisa dibilang merupakan masa-masa menyenangkan. Mereka doyan bermain, tertawa, bahkan melakukan hal-hal yang tidak terduga. 

Jadi, kalau mereka mulai bertingkah aneh, seperti menyembunyikan kunci mobil saat jam berangkat sekolah atau memainkan laptop dengan sembarangan, jangan langsung memarahi mereka, ya, Mums.

Penting untuk diingat, tingkah-laku tersebut umum terjadi pada anak-anak. Mums hanya perlu untuk memahami bahwa mereka ingin bermain dan bertingkah sesuai dengan usianya. Namun, jika tindakan-tindakan ini terjadi berulang kali, jangan lupa menyisihkan waktu bermain bersama mereka. 

Pandu anak membuat keputusan sendiri

Orangtua kadang ingin anak-anak untuk mandiri dan dapat diandalkan. Tetapi, ketika mereka berusaha untuk membuat keputusan sendiri, orang tua sering kesal karena pilihan mereka tidak sesuai dengan keinginan.

Karenanya, penting untuk diingat, ketika anak-anak mencoba membuat keputusan secara mandiri, seperti memilih pakaian atau membantu pekerjaan rumah yang sederhana, Mums perlu membiarkan mereka untuk memutuskan. 

Namun, jika pilihan yang mereka buat tidak sesuai dengan kondisi atau malah membahayakan, Mums bisa memandu anak agar tidak melakukan hal tersebut. 

Misalnya, nih, anak ingin bermain dan membantu Mums mengupas buah dengan pisau, maka Mums perlu memberikan pengertian simple tentang bahaya menggunakan alat tersebut. 

Langkah sederhana ini mampu mengajarkan anak agar mandiri dan membuat mereka lebih independen. 

Biarkan mereka bergerak aktif

Mums perlu tahu bahwa anak perlu bergerak secara aktif. Jadi, saat anak mulai kelihatan suntuk saat belajar, ajak mereka untuk jalan-jalan atau melakukan aktivitas fisik, meski cuma sebentar. 

Seimbangkan kegiatan anak

Anak zaman sekarang sering dijejali dengan banyak aktivitas dari pagi hingga sore hari. Sekalipun mereka membutuhkan berbagai kegiatan guna menyalurkan energi, tapi, Mums perlu membatasi jadwal agar mereka tak terlalu sibuk. 

Kesibukan yang tak ada hentinya, dapat membuat anak cepat lelah, loh, Mums. Hal tersebut bahkan bisa menyebabkan tantrum hingga perilaku hiperaktif. Sikap inilah yang membuat mereka terlihat nakal. 

Nah, Mums, ketika mereka terlihat lelah, ajak anak untuk rehat. Jika mereka baru saja pulang dari aktivitas fisik berat di luar rumah, ajak anak untuk langsung mandi. 

Setelah selesai membersihkan diri, jangan lupa ya, Mums, oleskan Minyak Telon Doodle Exclusive Oil agar mereka merasa hangat dan nyaman.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia