Ibu Menyusui Lagi Masuk Angin, Harus Bagaimana?

Ibu Menyusui Lagi Masuk Angin, Harus Bagaimana?

Doodle.co.id – Mums sedang menyusui namun sedang enggak enak badan. Ada gejala masuk angin tapi takut minum obat karena takut mempengaruhi ASI untuk bayi. Jangan khawatir Mums, banyak kok pilihan obat-obatan untuk Ibu menyusui yang bisa Mums konsumsi. 

Waktu menyusui adalah masa yang campur-aduk. Ada menyenangkannya, mengharukan dan riskan bagi Ibu. Gimana enggak? Selain menahan nyeri payudara ketika menyusui, Mums juga berjuang untuk selalu menjaga produksi ASI agar selalu optimal dan berkualitas demi sang buah hati. 

Oleh karena itu, Mums pun cukup berhati-hati dengan makanan apa saja yang dikonsumsi setiap harinya. Makanan yang dikonsumsi oleh Mums sangat berpengaruh dalam kualitas ASI yang dihasilkan, jangan sampai mengonsumsi makanan yang dapat berpengaruh buruk terhadap ASI Mums sendiri. 

Namun bagaimana kalau Mums sedang sakit? flu atau masuk angin misalnya? Apakah obat yang dikonsumsi untuk meredakan sakit berpengaruh kepada ASI dan buah hati? Hm memang berpengaruh sih Mums. Jadi Mums harus berhati-hati dalam mengkonsumsi obat. Selalu baca label obatnya apakah aman untuk ibu menyusui yaaa. Atau Mums bisa berkonsultasi ke dokter dulu jika ingin meminum obat di pasaran. Karena bisa jadi kandungan obat yang Mums konsumsi mengalir kedalam ASI kemudian dikonsumsi oleh buah hati. 

Baca Juga:

Apa aja sih gejala umum masuk angin pada Ibu menyusui?

Berkumpulnya gas didalam tubuh adalah penyebab masuk angin. Bisa dari makanan yang dikonsumsi Mums atau bisa juga dari virus maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Jika Mums mendapati gejala di bawah ini, bisa dipastikan Mums sendang mengalami masuk angin

  • Badan tidak enak dan pegal-pegal
  • Meriang dan kedinginan
  • Nafsu makan hilang
  • Nyeri otot
  • Lelah
  • Sering bersendawa dan buang angin

Nah jika tanda-tana tersebut sudah muncul Mums apa yang harus segera dilakukan untuk meredakan masuk angin? Mums bisa mengambil obat yang sudah diresepkan oleh dokter, bisa juga minum obat yang aman untuk ibu menyusui. Atau Mums bisa mencoba beberapa cara alami meredakan masuk angin dibawah ini :

  • Banyak-banyak minum air putih terutama jika kondisi masuk angin disertai dengan muntah dan diare. Hal ini dilakukan agar Mums tidak dehidrasi karena kehilangan banyak cairan tubuh
  • Mengkonsumsi sup ayam hangat. Menurut penelitian tahun 2000 di Nebraska Medical Center di Omaha, daging ayam dan sayuran dalam sup ayam dapat menghambat peradangan pada saluran bronkial
  • Minum air hangat. Hal ini dapat membantu Mums melegakan gejala infeksi saluran napas. Air hangat bisa Mums campur dengan madu dan jahe agar lebih hangat untuk tubuh. Kandungan jahe dan madu sudah terbukti memiliki banyak manfaat untuk mengatasi rasa sakit, melawan virus dan bakteri sekaligus menekan peradangan.
  • Mandi air hangat. Cara ini dapat mengurangi gejala flu dan pilek. Mums bisa menambahkan garam dan baking soda Epsom ke dalam air hangat untuk mengurangi nyeri pada tubuh
  • Mengoleskan minyak kayu putih atau minyak telon pada area tubuh Mums yang terasa tidak nyaman, namun Mums usahakan di tempat-tempat yang tidak dijangkau oleh bayi yaa
  • Istirahat cukup. Penting untuk melawan infeksi penyebab masuk angin
  • Hindari aktivitas yang menimbulkan keringat banyak. Berkeringat merupakan hal sehat. Namun, ketika Mums sedang masuk angin justru berkeringat dapat memperparah keadaan. Keringat membuat panas dalam tubuh lebih cepat hilang, sehingga mengakibatkan Mums merasa kedinginan
  • Konsumsi makanan berkalori tinggi untuk menjaga panas dalam tubuh. Misal mengonsumsi roti, serela,cokelat, maupun biskuit
  • Mengenakan pakaian hangat seperti jaket atau selimut, yang bisa melindungi Mums dari kedinginan. Bisa juga Mums tambahkan kaos kaki maupun syal yang bisa menambahkan kehangatan untuk Mums.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia