Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?

Air putih memang tidak direkomendasikan dokter untuk diberikan pada bayi karena lambung bayi yang masih kecil dan belum bisa menampung cairan lain selain ASI. Tapi pada umur tertentu, bayi memang sudah bisa diberikan air putih. Lalu kapan bayi boleh minum air putih?

Bayi memang seharusnya diberikan ASI di tahun pertamanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Menurut WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menyarankan agar ibu memberikan ASI eklusif untuk bayinya yang baru lahir. Seperti yang sudah moms ketahui bahwa asupan terbaik untuk bayi adalah ASI. ASI mengandung semua nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak yang sangat baik untuk tumbuh kembang si bayi. ASI memang sudah dirancang untuk bayi yang masih belum berkembang sempurna pencernaannya. Protein dalam ASI sangat mudah dicerna dan tidak membuat diare jika dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula. Selain itu ASI juga merupakan antibiotik alami untuk bayi sebagai tameng melawan kuman penyakit yang datang ke tubuhnya.

Tapi dibeberapa kondisi, bayi memang boleh diberikan air putih, asalkan dalam ukuran yang sangat sedikit. Kapankah bayi boleh minum air putih? Apakah ada efek sampingnya jika bayi dibiasakan minum air putih? Yuk moms kita pelajari bersama.

Air putih jika dilihat dari segi manfaatnya memang memiliki beragam manfaat untuk semua kalangan baik orang dewasa maupun anak-anak. Air putih merupakan cairan paling bagus untuk memenuhi kebutuhan cairan untuk tubuh kita agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu air putih juga merupakan antioksidan alami untuk tubuh sehingga menjadikan tubuh kita tetap fit dan terlihat muda, segar. Tapi dibalik banyaknya manfaat, air juga bisa menjadi petaka bagi kita jika dalam proses pengolahan tidak bersih. Ini menyebabkan air tercemar, membuat berkembangnya bakteri penyebab penyakit bisa menyerang tubuh kita dengan mudah. Disisi lain, air putih yang dikonsumsi bayi juga tidak baik untuk pencernaan karena bisa membuat bayi lebih mudah terkena diare.

Seiring bertambahnya usia bayi, maka bayi bisa diberikan air putih sebagai pendamping ASI, tentunya hanya sedikit ya moms. bayi bisa diberikan air putih disaat usianya sudah menginjak bulan ke 6 atau lebih. Pada usia itu, sistem pencernaan bayi sudah lebih berkembang dan antibodi bayi sudah terbentuk sehingga bayi bisa diberikan makanan pendamping ASI dan air putih. Tidak selalu dan sembarang dalam memberikan air putih untuk bayi ya moms… tetap harus sesuai dengan aturannya.

Sebagai pedoman kapan bayi boleh minum air putih, berikut panduannya.

  1. Bayi boleh minum air putih diusianya lebih dari 6 bulan

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa bayi bisa diberikan makanan dan minuman lain selain ASI pada usia lebih atau sama dengan 6 bulan.

  1. Berikan air putih matang

Ingat ya moms, sistem pencernaan bayi belum sempurna seperti punya orang dewasa sehingga apapun yang masuk dalam tubuh bayi haruslah dari makanan dan minuman yang sudah melalui proses masak. Untuk itu, jika moms ingin memberikan air putih, berikan air putih yang matang. Pastikan moms memasak sendiri air putih yang diberikan agar jelas sumber air dan kebersihan alat dan cara pengolahannya. Karena jika kita memberikan air putih dari luar atau minuman kemasan kita tidak tahu sumber air dan alat untuk memasak bersih atau tidak.

  1. Berikan air ketika bayi haus tak tertahankan

Moms bisa memberikan air putih pada bayi dalam kondisi bayi terlalu haus atau dehidrasi. Disamping itu ASI yang moms produksi hanya sedikit. Ini akan membantu tercukupinya kebutuhan air untuk tubuh bayi sehingga keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga. Moms bisa memberikan air putih untuk bayi sebanyak 1 – 2 sendok saja. Ini sudah cukup memenuhi cairan tubuh bayi selagi menunggu produksi ASI. ingat moms, hindari memberikan terlalu banyak air putih untuk bayi karena berdampak pada pencernaan bayi.

Setelah tahu tentang aturan minum air putih untuk bayi, sebaiknya moms juga tahu apa saja efek bayi minum air putih yang belum saatnya, berikut ulasannya:

  1. Masalah pencernaan

Seperti yang sudah-sudah, bahwa bayi memiliki pencernaan yang belum sempurna. Air putih akan diproses oleh tubuh bayi lebih banyak menjadi gas sehingga bayi cepat kembung. Selain itu jika air tercemar, bisa menyebabkan diare pada bayi dan jika tidak tertangani bisa membuat bayi mengalami dehidrasi.

  1. Mengganggu penyerapan nutrisi ASI

Minum banyak air putih membuat tubuh bayi tidak menyerap secara sempurna ASI yang masuk sehingga nutrisi ASI pun juga tidak terserap maksimal.

  1. Intoksikasi air

Memang hanya beberapa kasus saja, tapi air putih yang terlalu banyak didalam tubuh bayi dapat mengencerkan garam sehingga mengalami ketidakseimbangan cairan tubuh. Akibatnya bayi mengalami kejang, penurunan kesadaran sampai koma.

ASI atau susu formula lebih baik dibandingkan air putih. Jika saat moms mengajarkan bayi minum air putih tapi terjadi penolakan atau muntah, sebaiknya hentikan itu dan jangan memaksa bayi untuk meminumnya. Moms bisa mengganti air putih dengan jus buah tanpa gula dan susu. Ini jauh lebih aman dan menyehatkan untuk bayi.