Frekuensi BAB Bayi Baru Lahir, Normalnya Berapa Kali Sehari?

Doodle.co.id – Frekuensi BAB bayi baru lahir sering menjadi pertanyaan bagi para ibu muda yang baru mempunyai anak. Bagi bayi yang minum ASI maupun susu formula bisa menjadi petunjuk tentang frekuensi BAB bayi atau seberapa sering bayi baru lahir buang air besar. Fakta tersebut membuka kenyataan baru soal seringnya orangtua baru mengganti popok kotor dalam beberapa bulan pertama usai si bayi lahir.

frekuensi bab bayi baru lahir
Frekuensi bab bayi baru lahir / Image MART PRODUCTION

Seperti diketahui, bayi dapat menghabiskan setidaknya 3.000 popok selama satu tahun pertama kelahiran. Frekuensi BAB bayi baru lahir ini sering membuat orangtua baru bingung, lantaran mana yang menjadi patokan berapa batas normal frekuensi bab bayi dalam satu hari.

Lantas berapa kali sehari frekuensi BAB bayi biasanya ? Jawaban dari pertanyaan tersebut tidak bisa dijabarkan secara universal. Sebagai informasi, frekuensi BAB bayi ini bergantung pada apakah si bayi disusui atau diberikan susu formula dalam botol. Selain itu, sistem pencernaan bayi juga tergolong unik. Jadi sistem pencernaan yang unik ini juga ikut berperan dalam frekuensi BAB bayi, begitu juga tentang masalah medis mendasar lainnya. Orangtua juga harus selalu menanyakan kepada dokter anak atau penyedia layanan kesehatan soal kotoran bayi baru lahir.

Seberapa Sering Bayi Baru Lahir BAB?

Tidak sedikit bayi buang air besar pertama kali terjadi dalam kurun waktu 24-48 jam setelah dirinya dilahirkan di dunia.  Kotoran yang dibuang bayi disebut sebagai mekonium. Kotoran atau tinja bayi ini cenderung lengket, kental, dan mirip dengan tar. Mekonium ini dihasilkan bayi dari menelan cairan ketuban di dalam rahim ibu. Ini bisa mengandung sel-sel kulit yang terkelupas juga sel-sel lapisan usus, empedu, dan lendir.

Beberapa popok pertama yang digunakan bayi akan terdapat mekonium. Hal ini sampai sistem pencernaan bayi membersikan semua sisa-sisa mekonium sejak dirinya lahir ke dunia. Orangtua juga baiknya menggunakan banyak tisu untuk membersihkan mekonium. Sebagaiinformasi Moms, mekonium ini umumnya mempunyai bau khas yang biasanya berbau tak sedap tidak seperti kotoran yang keluar berikutnya.

Konsistensi tinja bayi

Selain itu, konsistensi tinja juga bervariasi. Konsistensi kotoran atau tinja bayi ini tergantung pada apakah bayi baru lahir diberi ASI atau diberi susu formula usai mekonium keluar. Banyak bayi baru lahir yang minum ASI usai menyusu pada ibunya, dan jumlah buang air besarnya bisa mencapai enam atau lebih per harinya selama enam minggu pertama usai kelahirannya. Bayi mungkin buang air besar lebih sedikit usai enam minggu. Umumnya bayi yang mengonsumsi ASI ini bakal menghabiskan banyak popok kotor dalam beberapa minggu pertama hidupnya di dunia.

Lantas hal ini akan sedikit berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Bayi yang minum ASI dari ibunya biasanya akan buang air besar lebih sedikit dibanding dengan bayi yang hanya minum susu formula seiring bertambahnya usia. Akan tetapi refleks gastrokolik bayi baru lahir yang memberi sinyal supaya usus besar mengosongkan diri ketika perut meregang karena makanan, belum sepenuhnya matang.

Hal ini berakibat tubuh mereka mungkin “memberi ruang lebih banyak” dengan buang air besar setiap kali bayi mengonsumsi susu, bahkan terkadang selama si bayi dalam sesi menyusui. Di lain sisi, terutama setelah dua minggu pertama kehidupannya, beberapa bayi baru lahir yang minum ASI hanya buang air besar sekali tiap beberapa hari. Kedua situasi ini juga bisa menjadi hal yang sehat.

Frekuensi BAB bayi yang minum ASI

Ahli gastroenterologi anak dan asisten profesor pediatri di Mount Sinai School of Medicine di New York City, Nanci Pittman, MD, mengungkapkan, soal frekuensi BAB bayi yang mengkonsumsi ASI.

“Untuk bayi yang mendapat ASI, normal jika hanya buang air besar satu kali dalam seminggu,” papar Nanci Pittman.

Nanci Pittman juga menjelaskan tentang normalnya frekuensi BAB bayi saat menyusui.

“Bisa buang air besar sebanyak satu kali setiap kali menyusui juga merupakan hal yang normal.”

Kotoran atau tinja bayi bayi yang minum ASI nampak berbeda dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula lebih banyak dan cenderung lunak, kumuh, dan berwarna mustard. Bahkan, bau kotoran bayi ini mungkin juga berbeda. Ada beberapa orang tua menyampaikan kotoran bayi yang minum ASI tidak terlalu berbau menyengat meskipun tetap ada bau seperti kotoran.

Frekuensi BAB Bayi yang Minum Susu Formula

Frekuensi BAB bayi yang terutama meminum susu formula ini sekitar satu hingga empat buang air besar setiap hari. Bagi bayi baru lahir yang minum susu formula dan bukan ASI juga buang air besar lebih sedikit. Namun kotoran lebih besar dan berbau berbeda—dibandingkan bayi yang diberi ASI. Hal ini karena pergerakan usus kala melewati usus lebih lambat saat bayi mengonsumsi susu formula.

Beberapa bayi yang meminum susu formula ini juga lebih jarang buang air besar. Itu semua tergantung sistem pencernaan si bayi sendiri. Bisa dilihat, kotoran bayi yang meminum susu formula akan terlihat berwarna kuning hingga coklat. selain itu kotoran bayi juga lebih padat dibandingkan bayi diberi ASI oleh orangtua mereka. Seperti biasa, jika ada kekhawatiran berlebih, maka Moma tak usah sungkan untuk selalu menanyakan keluh kesah anda kepada dokter anak.

 

Sumber

https://www.parents.com/baby/care/gas/how-often-should-a-newborn-poop/

 

Temukan Produk Doodle Exclusive Baby Care di Official marketplace kami

         

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia
© 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
                                                           Privacy Policy     Syarat dan Ketentuan  Cookie