Bolehkah Bayi Diuap? Ini Penjelasannya Moms!!

bolehkah bayi diuap

Tak heran jika bayi sering naik turun kesehatannya. Ini karena sistem imun bayi yang masih rendah sehingga rentan terhadap penyakit. Demam, batuk, pilek pada bayi seperti sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Tapi tetap saja jika dibiarkan akan berdampak lebih buruk untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu bayi juga akan sering rewel karena tidak merasa nyaman dengan kondisi tubuhnya. Berbagai cara moms lakukan agar bayi bisa segera sembuh, mulai dari memberikan bayi obat flu sesuai anjuran dokter, ramuan tradisional dan terapi uap. Mungkin belum banyak moms yang mengaplikasikan terapi uap untuk mengatasi batuk pilek bayi. Bolehkah bayi diuap? Dengan usia bayi yang masih kecil dan kulitnya yang masih sensitif? Hal ini boleh dilakukan pada bayi asalkan panas uap sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu panas di wajah bayi. Kenapa diperbolehkan? Terapi uap bayi memiliki banyak manfaat untuk bayi dan memang beberapa dokter merekomendasikannya sebab aman dan mudah dilakukan di rumah. Berikut manfaat bayi diuap:

  1. Mengobati flu

Dimusim hujan seperti ini bayi akan rentan kena flu. Dengan terapi uap, bisa mengatasi batuk berdahak, dan pilek bayi. Ya, flu identik dengan dahak dan juga pilek. Uap air yang hangat akan membuat tenggorokan bayi lega sehingga dahak keluar. Sama halnya dengan dahak, hidung yang bimpet bisa lega sehingga bayi tidak jadi pilek.

  1. Mengatasi Asma

Uap air yang hangat dapat merangsang paru-paru untuk berkerja secara maksimal, sehingga ini dapat mencegah bayi terkena asma.

  1. Mencegah sinusitis

Sinusitis tidak hanya bisa terjadi di orang dewasa, tapi juga bayi. terapi uap dapat membantu mencegah sinusitis yang terjadi.

  1. Mengatasi radang

Terapi uap juga bisa mengatasi radang yang terjadi pada bayi.

Agar moms mendapatkan hasil yang maksimal dari terapi uap bayi, perhatikanlah cara terapi uap bayi yang benar. Sebelum melakukan terapi uap, berikut beberapa hal yang perlu moms perhatikan:

  1. Saat melakukan terapi uap, posisikan bayi ditelungkupkan, ini untuk mengantisipasi ingus yang menetes dari lubang hidung. Setelah itu, dudukan bayi agar tidak muntah.
  2. Selesai melakukan terapi, susui bayi agar tidak dehidarsi. Ini berguna mencegah bibir bayi kering.
  3. Atur suhu udara yang diuapkan, jangan terlalu panas karena tidak baik untuk kulit bayi.
  4. Berikan tambahan essensial oil atau minyak telon pada air yang dipanaskan, agar bau yang ditimbulkan enak, sehingga bayi menjadi relaks saat di terapi.
  5. Waktu yang baik untuk terapi uap adalah pagi atau sore hari. lakukan terapi uap kurang lebih 10 menit tiap harinya.
  6. Sediakan waslap kering untuk mengelap tubuh atau muka bayi yang basah akibat terapi uap yang dilakukan.
  7. Terakhir, tapi menjadi yang utama, selalu cuci dulu barang-barang yang akan digunakan ntuk terapi agar tidak terjadi infeksi virus dan bakteri pada bayi.

Itulah tadi beberapa hal tentang terapi uap bayi. Sesuai pertanyaan bolehkah bayi diuap? Jawabnya boleh asalkan moms melakukannya dengan benar dan aman untuk bayi. Jika moms mempunyai budget lebih, sebaikanya lakukan terapi uap bayi ke dokter. Selain aman dan sudah sesuai aturan, alat yang digunakan tentunya lebih modern, lebih terjamin kebersihan dan keamannya untuk bayi. Tetaplah utamakan kesehatan bayi ya moms, untuk mendapatkan tumbuh kembang bayi yang optimal. Semoga bermanfaat…