ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Caesar, Apa Masalahnya?

ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar

ASI merupakan makanan utama untuk bayi yang baru lahir. Kebutuhannya harus bisa terpenuhi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan si bayi. Tetapi, kemampuan menghasilkan ASI setiap ibu berbeda-beda. Sering kita dapati ibu yang ASInya melimpah ruah, tetapi tak sedikit pula yang hasil ASInya Cuma sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Beberapa hal yang menyebabkan produksi ASI sedikit atau tidak keluar misalnya asupan makanan yang moms konsumsi. Dibeberapa kasus yang dialami oleh ibu melahirkan caesar ASI tidak keluar setelah melahirkan.

ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar memberikan tekanan pada moms apalagi untuk ibu baru. Bagaimana tidak? bayi yang lahir caesar, ditambah ASI nya tidak keluar mengetahui itu saja sudah membuat moms merasa sedih dan khawatir bayinya tidak bisa mendapatkan ASI ekslusif. Belum nantinya akan ditanya-tanya oleh keluarga atau teman dan tetangga perihal ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar. Kondisi ini akan memicu stress pada moms dan dampaknya kesehatan menurun dan ASI semakin tidak bisa keluar. Jika sudah begini, berpengaruh juga kan pada si bayi?

Sebaiknya moms kenali dulu mengapa terjadi hal seperti ini. Apa yang sebenarnya menyebabkan ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar? Untuk lebih memahaminya dan bisa melakukan tindakan preventif, yuk moms kita ulas bersama. ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu

  1. Faktor kelahiran

Kelahiran dapat berdampak pada banyak hal, terutama pada produksi ASI. Saat moms memutuskan untuk operasi caesar, maka moms juga harus siap untuk menanggung semua dampak yang akan terjadi setelahnya. Operasi caesar selain mengharuskan moms mengkonsumsi lebih banyak obat-obatan yang beresiko terhadap ASI tetapi juga menyebabkan kondisi mental moms yang menjadi tidak stabil. Ini juga berpengaruh terhadap jumlah ASI yang keluar. berikut beberapa faktor kelahiran yang dapat mempengaruhi ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar:

  • Operasi caesar tentunya memakan banyak darah karena posisi perut dibedah, ini menyebabkan moms kehilangan darah sekitar 500 ml. Pendarahan yang terjadi berakibat terganggunya kerja kelenjar hipofisis di otak yang bertanggungjawab atas kerja hormon laktasi penghasil ASI.
  • Tidak bisa dipungkiri saat akan melangsungkan operasi caesar moms diberikan obat bius penghilangrasa sakit dan nyeri. Setelah lahiran selesai pun moms masih mengkonsumsi obat anti nyeri. Efeknya, ini akan menghambat kerja hormon penghasil ASI sehingga ASI tertahan keluar.
  • Pemberian cairan intravena atau cairan infus selama operasi berlangsung, bisa meningkatkan hormon etrogen di payudara sehingga payudara mengalami pembengkakan dan efeknya produksi ASI terganggu.
  • Plasenta yang terganggu akibat proses operasi bisa membuat tertundanya ASI keluar.
  • Operasi caesar, bisa membuat moms mengalami trauma. Hal ini karena proses persalinan yang sangat lama. Akibatnya hormon stress akan meningkat dan membuat ASI tertunda keluar.
  • Kondisi moms yang belum pulih sepenuhnya selepas operasi caesar juga berdampak pada keluarnya ASI
  1. Faktor kesehatan

Selain faktor kelahiran yang mempengaruhi keluarnya ASI, masalah kesehatan moms yang sudah dimiliki sebelum ataupun sesuah persalinan bisa mempengaruhi keluarnya ASI. Ini dikarenakan ketika moms memiliki masalah kesehatan tertentu akan memperngaruhi hormon laktasi dan hormon yang berhubungan dengan ASI lainnya. Beberapa masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi keluarnya ASI:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Ibu yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil memiliki resiko lebih besar macetnya ASI. Hal ini berhubungan dengan rendahnya produksi prolaktin yang ada. Salah satu penyebab ASI macet keluar akibat obesitas adalah adanya gangguan metabolisme pada tubuh seperti hipertiroidisme.

  • Pengobatan rutin yang dijalani

Ibu yang sudah memiliki penyakit kronis biasanya mereka akan menjalani pengobatan rutin dengan mengkonsumsi beberapa obat-obatan. Konsumsi obat  yang berlebih dan cenderung rutin akan menyebabkan produksi ASI terhambat. Ini karena obat itu akan menekan keluarnya ASI. Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga mempengaruhi produksi ASI.

  • Diabetes

Sekarang ini penyakit diabetes seperti sudah menjadi hal yang biasa. Selain mematikan, peyakit ini juga mempengaruhi macetnya ASI pada ibu menyusui. Secara umum, diabetes terbagi menjadi dua jenis, pertama diabetes yang terjadi akibat rendahnya insulin dalam tubuh dan kedua diabetes karena fungsi insulin dalam tubuh yang rusak. Mengapa diabetes ini berpengaruh terhadap ASI? hal ini disebabkan oleh insulin dalam tubuh ini berfungsi dalam ruang cadangan ASI. semakin besar insulin yang ada dalam tubuh maka proses produksi ASI yang tercadang semakin banyak, sebaliknya. Itulah kenapa diabetes sangat rawan terhadap produksi ASI. Hal ini bisa dibenahi dengan mengontrol kadar gula darah dan insulin dalam tubuh seimbang.

  • Riwayat operasi payudara

Moms yang sebelum hamil mempunyai riwayat operasi payudara baik itu dengan alasan medik atau kecantikan dapat mempengaruhi tertundanya ASI keluar pasca melahirkan caesar. Payudara yang sudah dioperasi, sedikit banyak mempengaruhi kerja kelenjar susu dalam menghasilkan ASI, selain itu efek pembedahan pada payudara juga menghambat tumbuhnya hormon laktasi yang berpengaruh pada produksi ASI.

  • Kista

Ada dua jenis kista dalam ovarium, yaitu yang mempengaruhi dan berdampak buruk bagi kesehatan dan kista yang tidak berkembang dan bisa luruh dengan sendirinya melalui menstruasi. Kista yang berkembang saat kehamilan berdampak pada meningkatnya hormon testosteron setelah melahirkan. Meningkatnya hormon ini akibat kista akan menekan produksi ASI sehingga ASI tidak keluar setelah melahirkan. Bahayanya, kista yang berkembang dan tidak ditangani dengan benar akan menjadi ganas memicu kesuburan ibu. Lebih parahnya kista bisa juga berkembang menjadi tumor dan kanker.

STOP sedih ya moms!! walaupun mengetahui ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar, moms upayakan untuk menapik pikiran-pikiran negatif. Segeralah fokus bagaimana untuk memberikan ASI eklusif pada bayi. pada dasarnya setelah melahirkan caesar ASI yang tidak langsung keluar adalah hal yang wajar terjadi karena masih pengaruh obat. Ini akan keluar seiring berjalannya waktu. Tetapi, apa ya kita harus menunggu ASI itu keluar? memakan waktu lama moms, sedangkan si bayi harus segera dipenuhi kebutuhan gizinya. Jadi ketika mom melahirkan secara caesar memang untuk memberikan ASI eklusif untuk bayi tidak semudah ketika moms melahirkan secara normal yang ASInya bisa langsung keluar. Nah, untuk memaksimalkan agar ASI bisa segera keluar setelah melahirkan caesar, moms bisa melakukan beberapa trik berikut ini:

  1. Rangsang dengan menyusui bayi

Hal yang pertama dilakukan setelah bayi lahir adalah mengenalkan bayi dengan payudara ibu agar ia dapa menyusu. Ini bisa menjadi cara alami untuk merangsang ASI keluar. Getaran dari mulut bayi ke aerola patudara moms memberikan rangsangan yang kuat agar ASI keluar. Seringlah menyusui bayi secara langsung walaupun Asi yang keluar baru setetes. Jika ini dirutinkan maka, ASI akan keluar dengan sendirinya.

  1. Pompa ASI dengan alat pompa

Jika ketika payudara dirangsang alami dengan menyusui bayi juga tidak kunjung keluar, moms bisa memompa ASI dengan alat pompa. Hal penting yang perlu diperhatikan saat memompa ASI adalah perekatan corong pompa dengan aerola payudara harus pas. Ini bisa memberikan tekanan yang pas sehingga ASI yang keluar juga banyak.

  1. Berikan pijatan lembut di payudara

Ibu yang baru saja melahirkan, payudaranya akan membengkak akibat ASI yang dikandungnya tidak segera dikeluarkan. Bengkakan ini membuat payudara tegang, apalagi pada ibu baru, dia akan merasa bingung ketika mendapati situasi ini dan hasilnya ASI malah tidak kunjung keluar. Moms bisa melakukan pelemasan otot payudara agar kelenjar susu lemas dan berfungsi optimal. Otot yang tegang ini selain mempengaruhi keluarnya ASI juga menyebabkan rasa nyeri pada payudara.

  1. Hindari menyusui dalam keadaan penuh

Efek menyusui dalam posisi payudara penuh ASI adalah bayi menyusu tidak dengan aturan, artinya bayi akan menyusu sesuka hatinya sehingga bayi cepat kekenyangan. Ini akan menyebabkan bayi gumoh. Selain itu, moms juga akan merasakan nyeri karena tekanan sedotan bayi kuat. Hal ini membuat moms tidak nyaman. Sebaiknya, jika merasa payudara terasa penuh moms pompa dulu ASInya dimasukan dalam botol untuk mengurangi volume ASI dalam payudara. Jika dirasa sudah berkurang dan nyaman barulah moms mulai untuk menyusui bayi.

  1. Menyusui bayi dengan posisi tiduran

Menyusui bayi dengan tiduran membuat moms menjadi relaks dan nyaman. Selain itu, posisi ini adalah posisi yang baik karena hormon penghasil ASI bisa dengan cepat meningkat. Akibatnya, ASI yang diproduksipun juga meningkat. Menyusui dengan posisi ini juga membantu mengurangi bayi gumoh.

  1. Menerapkan pola hidup sehat

Pola hidup sehat sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Ini juga cara alami yang selalu direkomendasikan oleh dokter untuk memperlancar produksi ASI. Menerapkan pola hidup sehat membuat produksi ASI berlinpah dan kualitas yang bagus. Bagaimana tidak? pola hidup sehat, didapat dengan kita mengkonsumsi makanan yang banyak kandungan gizinya, dengan menerapkan makan makanan 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, ditambahkan dengan olah raga yang rutin menambah sempurnanya hidup kita. Ingat moms, pola hidup sehat itu tidak makan makanan yang berlemak jahat dan cepat saji lho… pilihlah menu makan yang bisa meningkatkan produksi ASI seperti daun katuk, taoge, daun adas, bayam, strawberry.

  1. Konsumsi air putih lebih banyak

Pasca melahirkan, akan banyak cairan tubuh yang terbuang. Ini berpengaruh pada produksi ASI moms nantinya. Untuk memperlancar dan mempercepat ASI keluar, moms bisa mengkonsumsi air putih 9 – 12 gelas perharinya. Ini berfungsi untuk menggantikan cairan yang habis saat proses persalinan berlangsung. Konsumsi air putih yang juga dapat membuat kualitas ASI bagus.

Yang paling penting, ketika kita mengetahui istri atau anak kita melahirkan caesar yang kemudian ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar, jangan langsung mengejugde dan menambah beban pikiran si ibu. Selain itu jangan terus menyuruh ibu untuk memberikan susu formula pada bayi sebelum dilakukan usaha untuk mengeluarkan ASI. Hal yang perlu dilakukan adalah memberikan support pada moms untuk terus semangat dan membantu prosesnya dalam menumbuhkan ASI agar segera keluar sehingga bayi tidak kekurangan nutrisi dan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.