ASI Tidak Keluar Saat Dipompa? Jangan Panik, Ini Solusinya

Asi Tidak Keluar Saat Dipompa

Setiap moms pasti menginginkan yang terbaik untuk si bayi. Memberikan ASI yang cukup pada si bayi merupakan impian setiap moms, karena ASI merupakan asupan nutrisi terbaik untuk bayi sebagai pendukung tumbuh kembangnya. Lalu bagaimana jika ASI yang moms hasilkan sedikit? Atau malah tidak keluar? segala usaha telah moms lakukan tetapi setiap dipompa, ASI tidak keluar saat dipompa.

Kasus seperti ini tidak sedikit moms yang mengalaminya. Dilema mungkin, ketika si bayi sangat butuh untuk segera minum ASI tetapi kita tidak bisa memberikannya. Walaupun sudah dipompa juga tidak keluar.  Hal ini akan menjadi tekanan tersendiri bagi moms. Tentunya jika tidak teratasi, maka bayi akan menangis dan moms akan menjadi semakin bingung. Disini, suami dan orang tua akan menyarankan untuk segera memberikan susu formula saja daripada menunggu ASI tidak keluar saat dipompa. Tapi moms, pemberian susu formula bisa saja akan mendatangkan masalah yang lebih serius jika si bayi alergi, tentunya kandungannya juga tidak sebaik ASI.  situasi seperti inilah yang sering membuat moms menjadi lelah dan stress.

Apa yang menyebabkan ASI tidak keluar saat di pompa? Berikut beberapa penyebab ASI tidak keluar saat dipompa menurut dr. Anita Amalia Sari, seorang anggota redaksi medis peduli sehat

  1. Kafein, rokok, dan alkohol

Terlalu banyak mengkonsumsi kafein menghambat produksi ASI cairan sehat dalam tubuh kurang sehingga menyebabkan dehidrasi. Sama halnya dengan kafein, rokok juga tidak baik untuk reproduksi ASI. hormon oksitosin sebagai penstimulasi ASI terhambat akibat numpuknya asap rokok dalam tubuh. Sedangkan alkohol, mengganggu perkembangan otak bayi.

  1. Lelah, stress dan penyakit ibu

Kurang istrirahat yang menyebabkan moms capek ini sangat memicu moms menjadi stress. Jika moms stress maka kondisi ini menghambat keluarnya ASI. keadaan moms yang kurang fix dapat menurunkan daya imun sehingga gampang sakit dan jumlah ASI menurun.

  1. ASI kurang distimulasi

Bayi yang jarang disusui, ini malah akan menurunkan hormon oksitoksin sebagi pemicu keluarnya ASI. Oleh karena itu, biasakan dari sejak bayi lahir sudah dirangsang untuk menyusui bayi. biasakan merangsang ASI dengan menyusui minimal 20 menit ditiap payudaranya. Jika kanan selesai, ganti kiri. Begitu seterusnya sampai ASI yang keluar cukup untuk si bayi.

  1. Pengaruh konsumsi obat dan Pil KB

Beberapa obat bisa mempengaruhi keluarnya ASI. jenis obat dari golongan anthistamin, dekongestan dan diuretik inilah yang dapat mempengaruhi produksi ASI. selain obat, konsumsi pil KB saat menyusui juga menurunkan jumlah produksi ASI. pil KB mengandung estrogen yang dapat menurunkan produksi ASI tiap harinya. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan konsumsi pil KB terlebih dahulu saat masih menyusui. biarkan dulu bayi mendapatkan ASI eklusifnya dengan cukup. Ini yang jarang moms ketahui bahwa memberikan ASI eklusif selama 6 bulan pada bayi merupakan KB alami untuk ibu.

  1. Diet saat menyusui

Beberapa ibu-ibu ingin segera membentuk tubuhnya langsing kembali setelah melahirkan, karena itulah banyak yang diet saat menyusui. diet saat menyusui memiliki dampak buruk untuk produksi ASI, ASI akan mendurun. Ini karena diet saat menyusui apalagi diet tidak sehat menyebabkan tubuh kurang cairan atau dehidrasi, dengan begitu ASI juga bekurang kuantitas dan kualitasnya.

Selain diet, operasi payudara juga bisa mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi. Lebih lagi jika saluran payudara sudah rusak.

Itulah beberapa penyebab ASI tidak keluar saat dipompa, tapi moms tidak perlu takut dan khawatir akan kebutuhan gizi dan nutrisi si kecil ketika dia kekurangan ASI. Untuk mendapatkan hasil banyak saat memompa ASI, moms bisa memperhatikan cara memompa ASI yang benar berikut ini.

Ada dua cara memompa ASI, yaitu

  • Pompa dengan pijatan tangan

Sebelum adanya alat pompa ASI, pompa ASI melalui pijatan tangan adalah hal yang biasa dilakukan dan bisa menghasilkan banyak ASI. Cara ini memang lebih sulit dilakukan dibandingkan jika memompa ASI dengan alat, terlebih bagi ibu baru. Tetapi, jika sudah terbiasa melakukan dengan cara ini, tentunya akan terasa mudah dan ringan. Prinsip yang harus dipahami saat memompa ASI dengan pijatan adalah menekan kelenjar susu di belakang puting, bukan dengan meremas puting. Jadi jangan salah ya moms!!! meremas puting ini yang akan mengakibatkan cidera pada puting dan hasilnya ASI yang diperoleh hanya sedikit.

Untuk melakukannya dengan benar, ikuti langkah memompa ASI dengan pijatan berikut ini:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat adalah keharusan sebelum memulai memijat payudara.
  2. Siapkan wadah ASI yang sudah disterilisasi.
  3. Buat senyaman mungkin duduk. Lebih baik gunakan meja kecil untuk menaruh wadah agar moms tidak perlu meminta bantuan orang untuk memeganginya.
  4. Pegang payudara tepat di belakang areola, mulailah pijat dengan lembut. Posisi jempol diatas payudara dan keempat jari lain dibawah payudara membentuk huruf C. Tekan payudara sedikit demi sedikit ke arah luar hingga ASI keluar. Prosesnya adalah tekan, ASI keluar, lepaskan tekanan, ulangi beberapa kali hingga mendapatkan ASI yang lebih banyak. Jika dirasa sudah tidak keluar, gantilah dipayudara satunya dengan cara yang sama
  5. Jika sudah mulai pegal, cobalah dengan gaya memutar jari di sekitar payudara. Ini dapat meningkatkan hasil ASI yang lebih banyak.
  • Pompa dengan alat pompa ASI

Jika moms merasa kesulitan untuk memompa ASI dengan pijitan tangan, moms bisa menggunakan alternatif alat pompa ASI untuk melakukannya. Menggunakan pompa ASI ini menjadi lebih mudah, moms cukup meletakan alat isap pompa pada payudara. Berikut langkah yang benar memompa ASI dengan alat:

  1. Selalu bersihkan dulu pompa ASI walaupun sudah dalam keadaan bersih. Pompa yang sudah didiamkan beberapa saat pastinya akan dihinggapi debu. Cucilah pompa dengan menggunakan air hangat, keringkan, lap dengan waslap kering. Baru pompa bisa dipakai.
  2. Tangan juga harus dalam keadaan bersih. Walaupun tidak bersinggungan langsung, menjaga tangan tetap bersih juga baik untuk kesehatan.
  3. Mulailah memompa ASI
  • Pompa manual

Pastikan posisi saat memompa ASI sudah nyaman dengan bersandar di kursi atau bantal. Tempelkan perekat pompa pada payudara dengan posisi puting tepat pada bagian tengah pompa. Tentunya, siapkan botol wadah ASI yang nantinya akan disimpan. Jika sudah siap, mulailah pompa payudara agar ASI keluar. Beri waktu sekitar 10 menit untuk tiap payudara. Jika sudah penuh, masukan ASI dalam botol, tutup rapat. Gantilah dengan cara yang sama untuk payudara yang lain.

  • Pompa elektrik

Pompa elektrik ini lebih memudahkan moms dalam memompa ASI. selain hemat tenaga juga hemat waktu. Ibu – ibu pekerja tentunya lebih suka memilih pompa elektrik daripada manual. Tetapi harganya lebih mahal ya moms. Cara kerja pompa elektrik sama dengan pompa manual, tinggal menempelkan corong pompa pada puting payudara. Bedanya, pompa elektrik ini tinggal menekan panel elektriknya, pompa akan bekerja secara otomatis untuk memompa payudara.

ASI yang sudah terpompa dalam botol, segera masukan kedalam kulkas atau box pendingin jika tidak segera diminumkan pada bayi. Ini untuk menghindari kuman penyakit masuk dalam ASI dan menurunkan kualitas ASI yang dipompa. Untuk mendorong produksi ASI lebih banyak, cobalah moms konsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatan produksi ASI serta mulailah untuk selalu hidup sehat dan olahraga teratur.