Moms, Waspadai 5 Tanda Dehidrasi pada Bayi Ini!!

Tanda Dehidrasi pada Bayi

Pernahkah bayi moms dehidrasi? Kenapa bayi bisa dehidrasi? Dehidrasi bisa dialami oleh siapa saja tak terkecuali bayi. ya, bayi juga bisa mengalami dehidrasi. Banyak hal yang membuat bayi terkena dehidrasi, salah satunya akibat bayi diare. Bayi yang diare akan banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya sehingga bayi bisa dehidrasi. Selain itu, demam, menangis, keringat banyak, dan juga muntah bisa membuat bayi dehidrasi.

Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan sehingga menimbulkan dampak-dampak tertentu bagi tubuh. Seperti yang moms ketahui, cairan dalam tubuh sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh bayi. Walaupun sering terjadi pada bayi dan terlihat biasa, moms jangan menyepelekan dehidrasi. Dehidrasi baik itu ringan atau sedang bisa membuat bayi  mengalami masalah kesehatan bahkan dapat mengancam nyawa bayi.

Untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi, moms perlu mengenali tanda dehidrasi pada bayi. Apa saja tanda dehidrasi pada bayi? berikut ulasannya untuk moms, simak ya…

  1. Bayi tidak mau berhenti menangis

Bayi yang dehidrasi akan terlihat saat dia mulai rewel terus menerus tanpa henti. Kenapa demikian? Karena bayi merasakan haus yang tak tertahankan. Jika moms mengetahui bayi rewel, sebaiknya moms segera gedong bayi dan buat dia nyaman bersama moms. Moms bisa menyusui bayi, karena ASI juga merupakan cairan yang bernutrisi untuk bayi.

  1. Kulit kering dan bersisik

Bayi yang dehidrasi kulitnya akan kering dan bersisik. Jika disentuh terasa kasar dan menimbulkan rasa gatal pada bayi. tidak hanya pada kulit saja yang kering, bibir bayi juga akan ikut kering. Pada kasus dehidrasi akut, bisa jadi bibir bayi menjadi pecah-pecah dengan mengelurakan darah disertai dengan rontoknya rambut. Lebih lanjut lagi, NYU Langone medical center menjelaskan bayi dehirasi ubun-ubun dan matanya akan tampak cekung.

  1. Bayi kurang aktif dan terlihat lesu pucat

Bayi yang kekurangan cairan menyebabkan kekuatan tubuhnya menurun sehingga dia menjadi kurang semangat untuk bermain dan beraktivitas seperti biasanya. Selain bayi menjadi kurang aktif, wajah bayi akan lebih terlihat lesu dan pucat

  1. Tidak mengeluarkan air mata saat menangis

Bayi dehidrasi akan lebih sering rewel karena merasa tidak nyaman dengan kondisinya. Semakin buruknya kondisi tubuh dan dehidrasi juga memburuk, maka bayi saat menangis dia tidak mengeluarkan air mata.

  1. Intensitas buang air kecil dan popok basah berkurang

Salah satu tanda dehidrasi pada bayi yang mudah ditemukan adalah berkurangnya intensitas dan volume bayi buang air kecil. Bayi yang dehidrasi secara otomatis mengurangi jumlah cairan dalam tubuhnya sehingga metabolisme terganggu dan intensitas untuk pipis juga berkurang. Mungkin moms kurang menyadarinya karena ini dianggap biasa, tapi jika popok basahnya berkurang drastis dalam sehari mungkin moms baru akan menyadarinya. Yang biasanya bayi dalam 3 jam bisa menghabiskan popok sebanyak 5 ini berkurang hanya habis 1 padahal posisi juga tidak dalam perjalanan. Jika tau kondisi ini sebaiknya moms segera periksa tanda-tanda lain dari dehirasi.

Jika moms menemui bayi moms mengalami tanda dehidrasi pada bayi, langkah awal yang harus segera dilakukan adalah memberikan cairan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh bayi. Moms bisa menyusuinya, karena ASI merupakan cairan bagus dan bisa mengatasi dehidrasi bayi. Jika dengan pertolongan pertama itu bayi belum menunjukan perubahan atau masih tetap rewel, sebaiknya moms segera membawa bayi ke dokter untuk berobat. Ini untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang terjadi. Tetap waspada dan jaga kondisi bayi ya moms…