Podcast Parenting: Serba Serbi MPASI untuk Bayi

Doodle.co.id – Kapan saat yang tepat mengenalkan MPASI pada bayi? 

Hai, moms. Setelah enam bulan pertama memberikan ASI eksklusif, pasti moms bertanya-tanya dong kapan sih waktu yang tepat memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk bayi? 

Apa tanda-tanda bayi telah siap diberikan MPASI pertamanya? Nah, kali ini mums Novi, Andika, dan Noni bakalan membagikan pengalaman seru mereka. 

Waktu yang Tepat

Masih ingat gak moms, beberapa waktu yang lalu viral seorang nenek memberikan pisang untuk bayi yang baru lahir? Si bayi pun akhirnya diberitakan meninggal dunia. 

Saat bayi rewel, terkadang gak sedikit yang beranggapan kalau si kecil lapar. Akhirnya, bayi diberi makan dengan tekstur makanan yang sulit dicerna. Padahal, pencernaan bayi belum sempurna. 

Seperti yang pernah dirasakan mums Novi. Budaya pengasuhan di lingkungan sekitar bahkan ada yang mulai memberikan MPASI terlalu dini. Ada pula pengalaman di lingkungannya jika bayi diberi makan di usia dua minggu. 

Tekstur Makanan

Bayi di atas usia enam bulan sudah diperbolehkan mengenal makanan pendamping lainnya. Nah, jenis makanan apa nih moms yang diperbolehkan dan aman untuk pencernaan bayi? 

Nah, kalau pengalaman mums Andika, untuk mengenalkan MPASI bisa dimulai dengan sari buah terlebih dahulu. Misalnya air dari buah apel, pir, atau semangka. 

Seiring bertambahnya usia, moms dapat menaikkan tekstur menjadi lebih kasar sedikit demi sedikit. Konsultasikan pula dengan dokter apabila terdapat keluhan saat memberikan MPASI untuk bayi, moms. 

Untuk MPASI pertamanya, hindari untuk memberikan asupan makanan mengandung gula dan garam, moms. Terutama untuk bayi di bawah usia satu tahun. 

Finger Snack atau Camilan Bayi

Setelah dua bulan MPASI, bayi sudah diperbolehkan untuk makan finger snack atau camilan untuk bayi, moms. Finger snack dapat berupa biskuit bayi dengan tekstur lembut atau membuat finger food sendiri. Seperti mums Andika nih, moms yang membuat nugget ayam isi sayur brokoli untuk si kecil. 

Nah, kalau untuk bubur bayi olahan seperti dijual di supermarket gimana nih, moms? Menurut mums Novi dan Andika, sebenarnya bubur bayi boleh-boleh aja. Asalkan, tetap perhatikan komposisi moms, cari kandungan gula dan garam yang paling sedikit. 

Nah, seru banget kan moms, podcast parenting Indonesia bareng mums Novi dan mums Andika. Mau cek obrolan seru mereka selengkapnya? Pantengin terus podcast momstalk doodle di bawah ini, ya.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia