Kulit Bayi Kering dan Mengelupas? Mungkin Ini Penyebabnya

Doodle.co.id – Kondisi umum yang terjadi pada kulit bayi kering dan mengelupas biasanya masih menjadi hal awam untuk beberapa orangtua. Mungkin sebagian orangtua juga akan panik jika terjadi sesuatu di kulit bayi mereka. Untuk diketahui, sebagian besar bayi dilahirkan dengan dengan adanya beberapa memar. Bisa juga lahir dengan adanya bercak dan cacat pada kulit yang tak lain adalah hal yang bisa terjadi.

kulit bayi kering dan mengelupas
Kulit bayi kering dan mengelupas / Image Ksenia Chernaya

Bayi baru lahir ini juga sering mengalami kulit kering dan mengelupas. Kulit kering dan mengelupas tersebut terutama bisa terjadi di tangan dan kaki si kecil. Kondisi ini bisa terjadi selama beberapa minggu pertama. Sementara kebiruan yang nampak di tangan dan kaki merupakan hal yang normal dan bisa berlanjut hingga beberapa minggu berikutnya. Hal umum lainnya juga biasa terjadi pada balita dan kondisi ruam ini bisa diobati dengan mudah atau hilang dengan sendirinya.

Penyebab Kulit Bayi Kering dan Mengelupas

1. Melanosis pustula

Melanosis pustula ini nampak seperti bintik-bintik kecil seperti biji wijen putih kekuningan. Bintik-bintik ini juga cepat kering dan terkelupas. Bentuk melanosis pustula mirip dengan infeksi kulit (pustula). Biasanya bintik-bintik ini bisa ditemukan di lipatan leher, bahu, dan dada bagian atas. Akan tetapi kondisi ini bukan suatu infeksi dan akan hilang tanpa pengobatan. Melanosis pustula lebih sering menimpa bayi berkulit lebih gelap.

2. Milia

Milia adalah sebutan untuk jerawat benjolan kecil warna putih muncul di hidung, dagu, dan pipi. Penampakannya terangkat, tapi hampir rata dan halus ketika disentuh ya Moms.
Moms bisa mencuci muka bayi sekali sehari dengan air hangat dan sabun bayi yang lembut apabila si kecil sedang dalam kondisi terkena milia ini. Namun perlu diingat, Moms untuk menghindari penggunaan losion, minyak, atau produk lainnya. Moms juga harus ingat untuk tak menyentuh kulit dan jangan pernah menggosok atau mencubit benjolan milia tersebut. Milia ini akan menghilang seiring berjalannya waktu. Seringkali milia akan lenyap dalam beberapa minggu, dan bahkan tidak perlu pengobatan.

3. Eritema toksikum

Eritema toksikum merupakan satu istilah medis untuk kondisi kulit yang umumnya muncul ketika bayi lahir atau muncul dalam beberapa hari pertama setelah si kecil lahir ke dunia. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak menular. Eritema toksikum ditandai dengan benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang dikelilingi kulit berwarna merah muda atau kemerahan. Eritema toksikum bisa lenyap hanya dalam beberapa hari. Tapi meskipun begitu terkadang kambuh dan mereda sebelum benar-benar hilang. Tak ada perawatan khusus yang diperlukan.

4. Jerawat bayi

Jerawat bayi atau neonatal cephalic pustulosis ini adalah kondisi yang berkiblat pada benjolan kecil berwarna merah dan putih yang nampak di wajah, leher, dada bagian atas, dan punggung pada beberapa bayi baru lahir. Jerawat ini biasanya paling terlihat dalam kurun waktu beberapa minggu pertama usai kelahiran. Jerawat bayi ini umumnya bisa hilang tanpa pengobatan di beberapa bulan pertama, tanpa jaringan parut. Moms bisa datang ke dokter atau layanan kesehatan lain apabila kondisi ini tidak pulih setelah beberapa bulan.

5. Eksim

Dermatitis atopik dikenal dengan nama eksim. Eksim mempunyai gejala bercak merah kering, gatal, dan bersisik. Tempat-tempat bisa ditemukan eksim seringnya ada di sekitar siku atau lutut bayi dan balita. Ekksim bisa menutupi banyak kulit dan menjadi sangat gatal dan membuat bayi tidak nyaman. Jika kondisi begini maka Moms bisa mendatangi dokter untuk melakukan pengobatan yang tepat.

6. Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang sangat menular. Infeksi kulit ini terutama menyerang bayi dan anak-anak. Tanda yang nampak biasanya adanya kemunculan luka merah di wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut anak. Luka infeksi ini kemungkina bisa tertutup keropeng atau kerak warna kuning kecokelatan. Bisa juga tumbuh jadi lepuh dan jerawan hingga mengeluarkan nanah. Terkadang impetigo bisa menyebabkan komplikasi. Dokter anak mungkin memilih untuk mengobati impetigo dengan salep antibiotik atau antibiotik oral.
Tambahan informasi, impetigo biasanya terjadi saat bakteri memasuki kulit atau gigitan serangga. Penyakit impetigo ini pun bisa berkembang pada kulit yang sehat.

7. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan peradangan kulit yang muncul saat zat yang menyentuh kulit si kecil hingga menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Penyebab dari dermatitis kontak pada si kecil ini bisa dari sabun, deterjen, kain kasar atau bahkan air liur bayi sendiri. Gejalanya adalah dengan timbulnya ruam merah, gatal, kering, atau bergelombang yang timbul tidak menular atau mengancam jiwa. Tapi kondisi ini tentu bisa sangat membuat bayi tidak nyaman.

Jika dalam kondisi ini Moms bisa mengidentifikasi penyebab kondisi tersebut dan meleindungi anak untuk menghindari kontak dengan penyebab alergi. Moms bisa sering mengganti dan menggunakan celemek penyerap. Kemudian Moms juga bisa mengoleskan krim pelindung seperti petroleum jelly ke area iritasi, dapat membantu mencegah bertambah parahnya ruam. Hal berikutnya yang bsia dilakukan adalah mengompres basah untuk menenangkan bayi. Moms juga bisa mengonsultasikan hal ini dnegan dokter anak ya.

8. Cradle cap

Cradle cap ini adalah kondisi di mana kulit kepala bayi bersisik dan kemerahan. Umumnya cradle cap sering terjadi pada bayi pada minggu-minggu pertama kelahiran. Kondisi ini bisa hilang dalam beberapa minggu atau bulan. Cradle crap ringan seperti kulit bersisik dan kering yang tampak seperti ketombe, atau lebih parah, dengan bercak tebal, berminyak, kekuningan, maupun berkerak. Kondisi cradle crap terjadi saat kelenjar sebaceous penghasil minyak menghasilkan terlalu banyak minyak.

Kondisi cradle crap bisa diatasi dengan keramas menggunakan sampo bayi yang lembut. Sat keramas Moms bisa menyikat lembut, akan membantu menghilangkan sisiknya. Jika sisiknya tidak mudah lepas, oleskan beberapa tetes minyak mineral ke kulit kepala bayi. Biarkan minyak tersebut meresap dan diamkan selama beberapa menit. Selanjutnya Moms bisa mulai menyikat rambut bayi. Jangan sampai membiarkan minyak di rambut bayi ya Moms, hal ini karena sisiknya bisa menumpuk dan memperburuk cradle cap si kecil. Apabila cradle cap masih ada dan mulai menyebar ke anggota badan lain menyebar ke bagian lain maka Moms bisa menghubungi dokter atau pelayanan kesehatan anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Perawatan Kulit Bayi

Untuk mencegah atau mengatasi kulit kering dan mengelupas, Moms bisa mengoleskan Doodle Baby Lotion, lotion khusus bayi yang dapat memberikan nutrisi dan membantu kelembaban kulit wajah dan tubuh bayi. Dengan supermild lotion liquid, Doodle Baby Lotion dikenal menggunakan water based yang cepat meresap di kulit, serta tidak membuat berminyak.

 

Sumber

mcpress.mayoclinic.org/ parenting/common-skin-conditions-in-babies/#:~:text=Young%20infants%20often%20have%20dry,clear%20up%20on%20their%20own.

 

Temukan Produk Doodle Exclusive Baby Care di Official marketplace kami

         

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia
© 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
                                                           Privacy Policy     Syarat dan Ketentuan  Cookie