Ingin Anaknya Disiplin ? Hindari Kalimat Ini Ya, Moms

Doodle.co.id – Setiap orang tua pasti ingin anaknya disiplin, dan itu tidak mudah dilakukan oleh orang tua oleh karena itu orang tua wajib memperhatikan tingkah-tingkah buah hati termasuk kalimat saat berbicara.

Orang tua terkadang mengatakan kalimat-kalimat ancaman yang justru membuat anak tertekan. Hal tersebut harus dihindari dan ajarkan anak untuk mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak membuat anak tertekan. Nah, apa saja kalimat-kalimat yang harus dihindari ? Berikut akan saya berikan kepada bunda dirumah.

  1. “Tingkahmu seperti ibumu atau ayahmu.” Kalimat ini harus dihindari agar anak merasa tak tertekan karena tingkahnya disamakan dengan orang tuanya.
  2. “Kamu tuh pembuat masalah.” Kalimat inilah yang membuat anak menjadi tak ingin mengambil sebuah keputusan hanya karena satu kesalahan kemudian orang tua langsung memarahinya.
  3. “Berhenti menangis atau ibu cubit.” Jangan lakukan ! Ingat jangan lakukan kekerasan kepada si buah hati karena ini akan menjadi gangguan psikis pada anak.
  4. “Tunggulah sampai ibu atau ayah pulang.”
  5. “Kenapa kamu gak bisa makan sendiri ?” Anak yang berusia 3-7 tahun pasti ingin mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya termasuk mensuapi anak saat makan. Kabulkanlah keinginannya, jangn ditolak ya, bund.
  6. “Kamu membuat ibu atau ayah marah.” Setiap anak membuat kesalahan itu wajar, bahkan tak ada manusia yang terbebas dari kesalahan. Jika anak membuat kesalahan, tegur dengan kalimat yang lembut ya, bund.
  7. “Berhenti membantah omongan orang tua.” Anak memiliki kebebasan berpendapat dan membantah. Selama membantah dengan kalimat yang halus dan sopan, hormatilah.

Nah, itu 7 kalimat yang harus dihindari kedua orang tua jika ingin anaknya disiplin.

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia

Privacy Policy

Syarat dan Ketentuan

Cookies

Privacy Policy   Syarat dan Ketentuan    Cookie

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia