Fase Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini yang Patut Moms Ketahui

Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Perkembangan anak usia dini sangat penting diperhatikan sebagai dasar pembentukan kepribadian anak yang tumbuh dengan sempurna. perkembangan anak usia dini meliputi aspek perkembangan motorik, emosional, dan sosial. Jika dalam proses perkembangan anak usia dini ini dapat terlaksana dengan baik maka bisa dikatakan karakter, budi perkerti, intelektual dan sosialnya terbentuk dengan baik.

Salah satu perkembangan motorik yang sangat penting untuk dipupuk sejak dini adalah perkembangan bahasa anak usia dini. Kenapa penting? Bahasa merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan. Melalui bahasa, anak saling bertukar pengalaman, berhubungan, pengenalan terhadap objek tertentu dan salah satu sarana untuk meningkatkan kecerdasan anak. Perkembangan bahasa anak usia dini bisa mulai di didik sejak bayi. Dengan mengajak anak mengobrol sudah merupakan langkah awal untuk mendidik anak mengembangkan kosa kata dan bahasanya. Pada awalnya anak belajar bahasa deri mendengar, melihat, dan menirukan orang-orang yang ada disekitarnya ketika berbicara. Barulah bisa kita bimbing untuk mulai pengenalan huruf dan konsonan ketika dia masuk dalam pendidikan anak usia dini (PAUD).

Perkembangan bahasa anak usia dini tidak terbatas pada bicara saja tetapi juga mencakup membaca, menyimak, dan menulis, serta mendengarkan. Menurut Vygotsky, menyatakan bahwa anak belajar bahasa dari orang dewasa secara kolaboratif, setelah itu diinternalisasikan dan secara sadar digunakan sebagai alat berfikir dan alat kontrol. Perkembangan bahasa anak usia dini juga mengikuti dan disesuaikan dengan perkembangan biologisnya. Kenapa harus sejalan dengan perkembangan biologisnya? Karena pertumbuhan biologis seorang anak akan tumbuh juga fisik mulut anak sebagai dasar pembentukan larink suara anak nantinya. Moms bisa mengajarkan bahasa ini itu sesuai dengan umurnya, usahakan jangan memaksakan untuk mempercepat pembelajaran jika anak belum mampu. Hal ini dapat berdampak pada perkembangan psikisnya. Perkembangan bahasa anak usia dini walaupun dalam berjalannya usia mengalami hambatan, ini tetap akan terus berkembang sesuai jadwal genetiknya dan dapat menyesuaikan secara otomatis. Tetapi ini akan berbeda ketika anak sudah terindikasi adanya kelainan sejak dini. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak.

Untuk mempelajari fase-fase perkembangan bahasa anak usia dini secara lengkap, berikut kami berikan uraiannya, simak ya moms….

  1. Fase pralingustik

Fase ini berlangsung ketika masih usia bayi. Apa saja yang dilakukan anak untuk komunikasi saat masih bayi, semua itu masuk dalam fase pra linguistik. Menangis, tertawa, menjerit, mengoceh, masuk dalam fase ini. Seiring bertambahnya usia, perkembangan bahasa anak juga akan meningkat bersamaan dengan perkembangnya fungsi organ tubuh anak.

  1. Fase linguistik

Fase ini merupakan fase peralihan dari pralingustik. Di fase ini anak akan mulai belajar berbicara. Periode perkembangan bahasa anak usia dini akan dimulai dari umurnya 3 tahun sampai dengan 6 tahun, tapi sebenarnya fase lingustik juga sudah dilakukan sejak anak usia 1 tahun.

Berikut perkembangan bahasa fase linguistik anak usai dini:

3 tahun

Pada usia ini, anak sudah mampu bercakap dengan orang terdekatnya dengan kalimat-kalimat sederhana dengan dua konsonan kata yang ia dapatkan saat mendengar dan meniru orang lain bicara. Seperti, “mau kemana”, “makan ayam”, dll. Anak sudah mampu melontarkan pertanyaan dengan awalan kata tanya “mengapa”, kenapa”, “ini kok bisa gini”, “apa”. Walaupun sudah mulai bisa merangkap dua kata akan tetapi pengucapannya masih belum sempurna dan jelas atau “pelo”.

4 tahun

Di usia ini, anak sudah mulai dimasukan sekolah pendidikan Anak Usia Dini. Di PAUD, anak diajarkan untuk mulai berinteraksi sosial dengan teman dan gurunya. Ini berarti, kemampuan kosakata anak akan meningkat seiring peningkatan aktivitas sosialnya. Di usia ini, anak sudah mulai memahami konsep-konsep warna, bentuk, ukuran, rasa, bau, tekstur, dan kejadian.

Anak mulai senang bermain dengan teman sebayanya dengan bertukar pikiran. Bercerita tentang apa ini, mainan ini, kartun kesukaan mereka. Hal ini akan membuat wawasan anak terhadap bahasa menjadi luas.

Pada usia ini, karakteristik perkembangan bahasa anak sebagai berikut:

  1. Kemampuan bahasa berkembang pesat
  2. Memahami sesuatu yang dia lihat dan dengar
  3. Bisa menggungkapkan yang menjadi keinginannya
  4. Memahami gambar dan menceritakannya
  5. Sudah bisa menunjukan diri dengan kata ganti “aku, saya”
Usia 5 tahun

Pada usia ini, perkembangan bahasa anak sudah meningkat pada level seperti orang dewasa namun masih sederhana. Anak sudah bisa membedakan kata kerja dan kata penyetujuan serta penolakan seperti “kamu, kita, aku, makan, minum, mandi, tidak mau, setuju”. Anak juga sudah bisa bertanya dengan kalimat yang panjang dan mengarah ke hal yang ilmiah. Di usia ini anak sudah memahami kata perintah, ajakan.

Usia 6 tahun

Di usia ini perkembangan bahasa anak sudah luas dan komplek. Anak sudah bisa berpendapat, mengungkapkan keinginan secara detail, menyatakan kekagumannya, berinteraksi dengan teman sebaya yang lebih intens dan berimajinasi. Selain itu, anak juga sudah mampu menjadi pendengar baik dan kemampuannya dalam baca tulis sudah lancar.

Lalu dari faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini yang mereka dapatkan?

  1. Lingkungan

Lingkungan anak bermain dan belajar sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Lingkungan anak yang kaya akan bahasa mampu menstimulasi secara optimal anak dalam belajar. Lingkungan seperti ini bisa moms dapatkan seperti di PAUD, taman belajar membaca anak, lingkungan teman sebaya anak. Jika anak merasa nyaman dan senang dalam lingkungan belajarnya, maka anak juga akan senang dalam belajar bahasanya.

  1. Orang keluarga

Anggota keluarga juga ikut andil dalam perkembangan bahasa anak. Anggota keluarga yang sayang dan menunjukan sikap tertarik pada anak, mereka akan condong untuk selalu mengajak anak berinteraksi. Ikatan emosi yang terjalin anatara anak dan anggota keluarga akan mampu membuat anak belajar bahasa lebih optimal.

  1. Orang tua

Orang tua merupakan tonggak utama anak belajar bahasa, terutama si ibu. Bagaimana tidak setiap jam dari bayi lahir sampai nantinya waktunya akan banyak habis dengan ibu. Seperti kata pepatah, orang tua merupakan guru terbaik untuk pendidikan anak. Ini juga berlaku untuk perkembangan bahasa anak. Orang tua yang aktif mengajak bicara anak saat masih bayi, akan mendorong anak juga aktif dan ini bisa menjadi salah satu cara akselerasi anak belajar bahasa.

Untuk selalu mendukung tumbuh kembang anak terutama perkembangan bahasa anak usia dini, lakukan latihan-latihan yang membantu meningkatkan perkembangan bahasanya baik itu dilakukan di pendidikan anak usia dini ataupun di rumah. Tak lupa selalu utamakan asupan makanan yang bernutrisi karena ini juga membantu suply gizi untuk tubuh anak yang baik untuk perkembangan tubuhnya. Yang terakhir, selalu pahami fase-fase perkembangan fisik dan bahasa anak agar dapat memantau secara benar perkembangan yang terjadi pada anak. Jika terjadi kelainan atau keterlambat sebaiknya konsultasikan pada psikolog atau dokter anak.