Cara Mengatasi Dehidrasi Pada Bayi

Cara mengatasi dehidrasi pada bayi

Kebutuhan akan cairan didalam tubuh memang sangatlah penting sekali, dan tentu saja kalau sampai tubuh kita ini kekurangan cairan, bisa membuat atau terjadi yang namanya masalah dehidrasi. Tak hanya bisa dialami oleh para orang dewasa saja, namun yang namanya masalah dehidrasi pun bisa dialami juga oleh bayi. Tentu saja akan sangat berbahaya sekali jika bayi mengalami yang namanya masalah dehidraasi. Karena yang namanya dehidrasi ini bisa memicu terjadinya berbagai macam jenis gangguan kesehatan mulai dari kerusakan otak, penyakit kuning, sistem imun yang menurun dan banyak lagi yang lainnya. Memang yang namanya lambung bayi masih sangat kecil sekali, jika kita bandingkan dengan lambung orang dewasa. Jadi bayi membutuhkan cairan yang lebih sedikit, dan juga seringkali buang air secara simultan. Hal tersebut dikarenakan sistem metabolisme pada bayi yang cukup tinggi, sehingga membuatnya seringkali ingin menyusu dan juga buang air kecil.

ASI memang menjadi cairan utama yang dibutuhkan oleh bayi. Namun jika bayi sering terpapar dengan suhu yang panas atau terlalu dingin, justru hal tersebut akan membuatnya kehilangan cairan yang lebih cepat. Hal tersebut juga akan terjadi jika bayi mengalami gangguan kesehatan seperti muntah ataupun diare. Dehidrasi masih dianggap menjadi hal yang sepele atau wajar bagi para orang tua. Akan tetapi, jika tidak segera diatasi justru akan sangat membahayakan sekali, dan bahkan bisa mengancam nyawa si kecil. Maka dari itu, para orang tua pastinya harus memahami atau mengetahui bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada bayi.

Sebelum mempelajari tips mengenai cara mengatasi dehidrasi pada bayi. Sebaiknya anda terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri dari dehidrasi yang dialami oleh bayi, diantaranya yaitu :

  • Perhatikan warna dari air seni bayi anda. Jika warnaya kuning gelap dan juga terlihat mengental, maka hal tersebut menandakan kalau si kecil sedang mengalami yang namanya dehidrasi.
  • Bayi yang sedang mengalami dehidrasi juga mulutnya akan kering, dan juga bibirnya pecah-pecah.
  • Saat sedang mengalami dehidrasi, bayi juga akan mengalami yang namanya demam. Saat sedang demam, biasanya ia akan berkeringat lebih banyak. Hal tersebut menandakan kalau tubuh sedang berusaha untuk menurunkan suhu tubuhnya, dan menyebabkan air menguap pada kulit. Sehingga keringat pun akan keluar.
  • Bayi juga akan kekurangan nafsu untuk makan atau minum ASI saat mereka sedang mengalami dehidrasi.
  • Dehidrasi juga menyebabkan bayi menjadi terlihat lesu dan juga lemah, serta mereka akan terus menangis namun tidak keluar air mata.
  • Bayi yang sedang dehidrasi biasanya tidak akan buang air kecil selama lebih dari 6 jam, dan anda bisa mengechek popoknya langsung.

Itulah beberapa dari tanda bayi sedang mengalami dehidrasi, dan harus diwaspadai oleh para orang tua. Berikut ini kami juga akan memberikan beberapa tips mengenai cara mengatasi dehidrasi pada bayi, diantaranya yaitu :

  1. Berikanlah ASI atau susu formula yang lebih banyak jika bayi anda mengalami yang namanya demam, diare, atau keringat berlebih. Karena gejala tersebut merupakan tanda-tanda kalau bayi sedang mengalami yang namanya dehidrasi.
  2. Saat bayi mengalami muntah, sebaiknya anda jangan langsung memberiaknnya cairan yang jumlahnya banyak sekaligus. Namun berikan sedikit demi sedikit. Seperti memberikannya tiap 10 menit atau beberapa jam sekali.
  3. Biasanya bayi yang sedang mengalami dehidrasi akan menolak untuk minum karena rasa sakit pada mulutnya. Cara mengatasinya, anda bisa memberikan obat-obatan , seperti acetaminophen atau ibuprofen. Namun akan lebih baik jika anda mengkonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.