Cara Mendidik Anak Keras Kepala dengan Benar

Cara Mendidik Anak Keras Kepala dengan Benarimage by : bukalapak.com

Mungkin moms sekarang ini sedang sibuk-sibuknya berantem dengan anak. Tak jarang anak usia 2 – 5 tahun mulai menginginkan apa yang dia mau, bertindak sesuka hati mereka. Walaupun sudah diperingatkan atau diberikan alternatif pilihan yang menurut moms jauh lebih bagus untuk anak. Hal ini cenderung membuat moms naik emosi sehingga timbul perlawanan kecil dari anak ke ibu untuk mempertahankan pilihan dan tindakannya tersebut. Stress kan moms jika mengetahui anak usia 2 -5 tahun seperti itu? Belum lagi jika main belum ada keinginan pulang kemudian moms paksa untuk pulang karena ada jadwal kegiatan lain yang harus dilakukan anak. hemmmm, malah bisa malu sendiri dengan tetangga. Apa yang moms lakukan jika mendapati anak model seperti itu? Mendiamkan saja? Mengomel? Atau melakukan kekerasan? Kemudian melabeli anak dengan sebutan anak keras kepala, anak bandel.

Stop!!! Jangan sekali-kali melakukan hal itu ya moms? namanya juga anak yang lagi beranjak tumbuh dan berkembang, pastinya mereka akan meningkatkan keingintahuannya, rasa penasarannya itu dengan bebas tanpa halangan. Anak di usia 2 – 5 tahun memang akan cenderung menjadi lebih agresif, keras kepala karena mereka masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan kejiwaan anak. Pada fase ini pula ego anak akan tinggi tapi memang belum bisa mengontrol sendiri sehingga mereka lampiaskan dengan sikap arogan, keras kepala dan agresif.

Pada fase ini, anak mengakui bahwa dirinya merupakan pribadi yang mandiri dari orang lain terutama orang tuanya, kata lainnya adalah strongwilled child. Sikap keras kepala ini tidak langsung muncul dengan sendirinya, walaupun memang alami ada dalam diri anak. Ada beberapa faktor yang memicu sikap anak yang keras kepala, antara lain:

  1. Meniru sikap keras kelapa orang tua

Anak itu adalah peniru ulung dan setiap harinya anak banyak berinteraksi dengan orang tua. Dia akan meniru sikap orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain orang tua merupakan role model bagi sikap anak. Misalnya, melihat bapak dan ibunya bertengkar dihadapan anak, selain menimbulkan efek trauma, ini juga akan dicontoh oleh anak untuk bersikap. Karena itulah, penting bagi orang tua untuk selalu menjaga sikapnya didepan anak dan mendidik anak dengan cara yg baik.

  1. Kurang kasih sayang dan terlalu memanjakan anak

Inilah kedua sikap dari cara mendidik anak keras kelapa yang kurang baik untuk diterapkan. Memanjakan anak, yaitu memberikan semua apa yang diinginkan anak tanpa memandang baik buruknya untuk anak juga bisa membuat anak menjadi keras kepala. Kenapa? Karena jika kelak moms belum bisa memberikannya ini akan memicu anak menjadi arogan dan keras kepala. Hal ini juga mendidik anak menjadi tidak mandiri dan semena-mena dengan temannya. Disamping sikap memanjakan anak, sikap yang acuh dengan anak, membatasi kasih sayang dan perhatian juga dapat memicu timbulnya sikap keras kepala pada anak. Anak yang kurang perhatian, menyebabkan anak berfikiran negatif terhadap orangtuanya, entah itu anak yang tidak diharapkan atau tidak disayang. Pikiran inilah yang kemudian memicu anak untuk bersikap acuh juga pada orang tua sehingga anak keras kepala.

  1. Penerapan aturan yang terlalu ketat

Jangan salah moms, memberikan aturan yang terlalu ketat pada anak membuat anak akan menurunkan tingkat keingintahuannya dan selalu mengalah dengan keadaan. Hal ini dilakukan agar tidak menyimpang dari aturan yang moms terapkan. Perilaku anak ini akan menjadi manifes pada anak nantinya jika memang sudah memuncak dan keluar tanpa hambatan menjadi sikap keras kepala.

Walaupun anak yang memiliki keras kepala ini lebih dicap dengan sikap yang buruk, tetapi ternyata ada juga lho moms kelebihan dari anak yang keras kepala. Anak yang memiliki sikap keras kepala dia akan cenderung memiliki motivasi yang tinggi untuk meraih apa yang ia cita-citakan. Tingkat percaya diri yang tinggi dan sikap pemberani juga akan melekat pada anak yang memiliki sikap keras kepala. Tentunya karena tidak suka diatur, secara otomatis dia akan lebih tanggung jawab dengan apa yang sudah dipilihnya. Dalam berjalannya waktu, anak yang keras kepala akan memiliki jiwa integritas yang tinggi, lebih kuat dan tahan mental serta ambisius. Tapi moms, kelebihan itu akan terwujud jika cara mendidik anak keras kepala dilakukan dengan benar. Moms perlu mendidik untuk lebih aktif dalam sosialnya dan tukar pendapat dengan yang lain, karena anak keras kepala cenderung suka belajar mandiri dan kurang mampu untuk menerima pendapat orang lain.

Lalu bagaimana kita tahu anak kita menjadi keras kepala? Anak yang memiliki sikap keras kepala akan cenderung lebih aktif dan tidak sabaran. Lebih bersifat impulsif, artinya bertindak sesuai keinginan dan kurang mampu mengontrol keinginannya. Emosinya tinggi, apalagi ketika tidak dituruti atau tidak sesuai keinginan, dia akan marah, brontak dan tidak menurut. Anak keras kepala juga lebih sensitif dan mudah tersinggung. Selain itu, dia juga suka berlebihan dalam menunjukan sikap gembira ataupun sedinya. Jadi bagaimana moms? apakah anak moms memiliki ciri seperti ini?

Jengkel, khawatir pasti ada, tapi moms tenang saja, ini bisa dikembangkan jika cara mendidik anak keras kepala dilakukan dengan benar.  Untuk itu, kami ulaskan cara mendidik anak keras kepala yang benar agar bisa menjadi pedoman moms, simak ya moms..

  1. Anak keras kepala cenderung bersikap semaunya. Oleh karena itu, moms bisa memberikannya kebebasan untuk melakukan apa yang menjadi keinginannya akan tetapi tetap moms batasi, atau taruhlah batas-batas kewajarannya. Jika memang tidak membahayakan dan tidak menyimpang, boleh saja dilakukan.
  2. Selalu libatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan mengenai dirinya, misalnya pemilihan baju atau sekolah. Dengan mengikutsertakan anak, ini membuat anak lebih dihargai, sehingga anak lebih bisa mengontrol keinginannya.
  3. Dalam belajar, anak cenderung mudah memahaminya dengan pengalamannya sendiri dari pada penjelasan atau membaca. Karena itu, moms bisa mengajarinya dengan mengikutsertakan dia untuk mencoba hal yang akan dipelajari. Tapi ingat ya moms, jika hal tersebut membahayakan coba untuk memberikan pengertian pada anak.
  4. Anak keras kepala cenderung lebih suka dengan penguasaan sehingga tidak perlu banyak menyuruh hanya cukup untuk mengingatkan. Tentunya disertai dengan alasan yang logis ya moms.
  5. Upayakan untuk tidak memaksakan keinginan kita pada anak. ini akan membuat anak lebih keras kepala dan menentang kita. Sebaiknya jalin komunikasi yang aktif dan baik pada anak, walaupun butuh kesabaran yang besar. Luangkan waktu untuk komunikasi intens dengan anak, walaupun hanya sekedar mendengarkan keinginan anak. jika memang keinginannya itu kurang baik, berikan ide lain untuk anak atau nasehati anak dengan baik.

Moms bisa memfasilitasi hobi anak sebagai sarana pengembangan bakat dan potensi anak. ini sangat penting dalam menumbuhkan karakter anak nantinya. Demikian moms ulasan tentang cara mendidik anak keras kepala, semoga bermanfaat.