Bagaimana Cara Mengatasi Anak Ngompol? Ini Solusinya!

Cara Mengatasi Anak Ngompol

Adakah moms disini yang anaknya masih mengompol diusianya yang sudah sekolah? Bagaimana pandangan moms ketika melihat anak moms seperti itu? Selain bikin repot guru, tentunya anak akan merasa malu dengan teman-temannya. Moms pun juga merasa malu bukan? Tapi moms jika keadaanya seperti itu, jangan menjudge anak dengan cap anak ngompolan atau yang lain ya moms. Anak sudah malu dengan teman-temannya, jadi moms jangan menambahnya, efeknya sangat buruk bagi mental anak moms. Hal yang harus moms lakukan adalah memberikan pengertian ke anak, ajaklah anak selalu terbuka untuk bercerita. Dengan begitu anak tidak sendiri dan merasa diperhatikan. Nah, jika anak sudah paham dan ngerti, ada PR yang harus moms selesaikan, yaitu cara mengatasi anak ngompol.

Menjadi tahu tentang seluk beluk anak ngompol merupakan keharusan bagi seorang ibu rumah tangga. Untuk itu, yuk moms simak penjelasan tentang ngompol dan cara mengatasi anak ngompol berikut ini.

Mengompol merupakan aktivitas yang biasa terjadi pada bayi sampai umurnya 5 tahun. Tapi jika anak masih mengompol diumurnya yang sudah lebih dari 5 tahun, moms perlu mewaspadainya. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Janjua, mengompol diusia 5 tahun bukanlah suatu masalah, yang menjadi masalah ketika anak masih ngompol ketika berusia lebih dari 5 tahun. Kenapa perlu diwaspadai? Karena bisa jadi ini merupakan indikasi adanya masalah kesehatan pada anak, seperti gangguan saluran kemihnya.

Anak mengompol sangat berhubungan dengan kandung kemihnya. Pasalnya air seni, akan ngumpul di kandung kemih dan jika sudah penuh akan dikeluarkan sebagai sarana membuang sisa makanan yang terproses oleh sistem pencernaan. Karena itu menjadi sangat penting untuk mengajarkan kepada anak toilet training dan kontrol kandung kemihnya agar tidak terjadi ngompol. Dengan mengajarkan anak toilet training dia akan tau apa yang harus ia lakukan ketika kebelet pipis. Jika ini sudah tertanam, anak pun bisa mengontrol kandung kemihnya sendiri.

Apa yang biasa menyebabkan anak ngompol? Selain belum bisa mengontrol kandung kemihnya sendiri, ada beberapa hal yang membuat anak masih mengompol, antara lain:

  1. Kebiasaan anak yang menahan pipis di siang hari membuatnya sering ngompol saat malam hari.
  2. Anak yang memang belum bisa menahan pipisnya saat malam hari
  3. Saat di sekolah, merasa takut untuk ijin pipis di jam pelajaran sedangkan pipis sudah tidak tertahankan
  4. Anak yang merasa cemas ketika diminta guru maju kedepan
  5. Anak-anak memang lebih banyak menghasilkan urin daripada orang dewasa

Jika sudah tahu keadaan anak yang masih suka ngompol? Apa moms akan tinggal diam saja? Tidak mungkin kan? Nah, berikut ini kami berikan ringkasan car mengatasi anak ngompol.

  1. Usahakan tidak memberikan minuman yang merangsang buang air kecil

Mungkin ini yang belum banyak moms ketahui. Ternyata ada jenis minuman yang jika dikonsumsi oleh anak dapat merangsang anak ingin buang air kecil, terlebih untuk anak yang sudah punya masalah dengan saluran kemihnya. Beberapa minuman tersebut adalah teh, coklat hangat, susu coklat, segala macam minuman yang mengandung kafein dan soda. Jika moms memberikannya sebelum tidur, ini dapat merangsang anak pipis saat tidur. Sebaiknya jika ingin memberikan susu atau coklat beri jeda waktu 3 – 4 jam sebelum jam tidur anak.

  1. Buatkan jadwal rutin pipis anak

Anak ngompol sering terjadi di malam hari sewaktu tidur. Untuk mengatasi anak ngompol di malah hari, moms bisa membuatkan jadwal seperti berikut:

  • Lebih banyak minum di pagi dan sore hari, mengurangi minum dimalam hari
  • Usahakan anak pipis saat sebelum tidur dan aktivitas siangnya
  • Sebelum tidur malam, jadwalkan anak untuk selalu ke kamar mandi pipis

Lihatlah perkembangan anak saat dijadwal seperti ini selama 2 minggu, jika sudah berhasil lanjutkan untuk menjadikan kebiasaan bagi anak. Jika belum berhasil, moms bisa berkonsultasi dengan dokter.

  1. Usahakan buang air kecil sebelum tidur

Terapilah anak yang masih suka ngompol dengan mengajaknya buang air kecil setiap sebelum tidur. Moms bisa memberikan jarak 30 menit setelah anak minum, diajak pipis. Barulah setelahnya anak bisa tidur. Hal ini dilakukan agar cairan di kandung kemihnya berkurang sehingga ketika tidur tidak penuh dan ngompol.

  1. Jika terjadi masalah sembelit, segera atasi

Anak yang sering buang air kecil, bisa jadi dia mengalami masalah buang air besarnya atau sembelit. Anak yang sembelit, siklusnya akan mengarah ke kandung kemih karena anus berada di belakang kandung kemih. Jadi anak yang mengalami sembelit dia akan mengeluarkan sisa dari pencernaan melalui buang air kecil, dan ini intensitasnya sering.

  1. Jangan menunda anak untuk buang air kecil

Ketika anak sudah merasa kebelet buang air kecil, segeralah ajak anak untuk ke kamar mandi agar bisa pipis. Jika posisi sedang rekreasi atau dijalan. Mintalah sopir untuk berhenti di pom bensin atau KM umum untuk pipis. Ini menghindari anak ngompol dan juga membiasakan anak untuk selalu pipis saat dia sudah merasa kebelet pipis.

  1. Jangan marahi anak saat dia ngompol

Moms yang cerdas tidak mungkin memarahi anak ketika anaknya ngompol atau melakukan kesalahan. Anak memang masih baru belajar tentang segala hal, wajar jika ada kesalahan. Sebaiknya berikan nasehat, ajak anak ngobrol dengan kata-kata yang lembut tentang toilet training. Apa manfaatnya, bagaimana dampaknya jika harus memakai popok terus sampai besar. Kalau perlu ajarkan toilet training apa anak dengan reward and punisment. Misalnya,

Jika anak berhasil dalam 1 malam tidak ngompol, berikan bintang atau poin 5, jika gagal, kurangi 3 poin, nah jika dalam 1 minggu full anak tidak ngompol otomatis dapat 35 poin, berikan hadiah pada anak. lakukan seperti itu hingga anak mulai terbiasa tidak ngompol. Jika sudah menjadi kebiasaan, sudahi permainan itu dengan memberikan award yang paling besar atau anak minta apa. Dengan begitu anak merasa senang.

Itulah tadi moms beberapa cara mengatasi anak ngompol yang bisa moms praktekan di rumah. Ingat moms, jangan memaksakan kehendak jika memang anak belum bisa melakukannya, karena berdampak buruk bagi mental dan perkembangan anak. Namanya juga mendidik anak menjadi lebih baik, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang besar. Jangan lakukan itu sendiri moms, ajaklah semua anggota keluarga termasuk nenek dan kakek untuk berperan aktif dalam mendidik anak untuk berkembang. Ini akan dirasa lebih mudah, dan tentunya bisa mengurangi stress yang moms rasakan. Kesehatan menjadi yang terpenting, baik moms, keluarga dan juga anak. Jika anak ngmpol yang terlalu sering dan ada tanda lainnya yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar tertangani dengan benar.