5 Cara untuk Stimulasi Bayi Berguling Usia 0 Sampai 3 Bulan

Doodle.co.id – Stimulasi bayi berguling menjadi momen yang menyenangkan bagi para orang tua. Tidak heran, setiap tahap tumbuh kembang buah hati kesayangan pantas ditunggu-tunggu. Berbagai tahap perkembangan bayi yang dinanti mulai dari tengkurap, duduk, hingga mengangkat kepala.

stimulasi bayi berguling
Stimulasi bayi berguling / Image Craft Wonder

Stimulasi Melibatkan Motorik Bayi

Untuk melakukan stimulasi berguling, tubuh bayi akan melibatkan motoriknya. Motorik ini dibagi menjadi dua yakni motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar merupakan kelompok aktivitas yang menggunakan otot besar seperti duduk, merangkak, berjalan, berlari, hingga melompat. Sedangkan motorik halus merupakan kelompok aktivitas yang menggunakan otot-otot kecil, di antaranya yaitu kegiatan seperti menggenggam sendok, menggenggam mainan, menulis, meronceng, menali sepatu dan masih banyak lagi.

Fungsi dari adanya menstimulasi motorik kasar pada bayi usia 0 sampai 3 bulan yaitu untuk mempersiapkan bayi di fase berikutnya. Sehingga, dengan adanya stimulasi motorik tersebut bayi tidak akan mengalami delay development. Pada rentan usia 0 hingga 3 bulan, biasanya pada umur 3 bulan bayi berada dalam posisi tengkurap menjadi posisi telentang, dan hal ini bisa dibantu dengan stimulasi motorik.

Namun, sebelum menstimulasi bayi untuk berguling atau miring, Moms harus memperhatikan beberapa hal berikut. Perhatikan kondisi bayi jangan sampai bayi merasa lapar atau haus, sehingga bayi dapat menikmati proses stimulasi yang akan Moms berikan. Bagaimana cara untuk memposisikan bayi saat melakukan aktivitas berguling. Perhatikan tangan, badan dan kaki bayi untuk menstimulasi gerakan tersebut.

Stimulasi agar Bayi Berguling

1. Bayi Sit Up

Miringkan tangan Moms, dan letakkan di leher bayi. Kemudian angkat seperti gerakan stip up. Lakukan dengan hati-hati yang Moms.

2. Cycling

Gerakan sekanjutnya yaitu menggerakkan kaki bayi secara bergantian dalam posisi tidur seperti bersepeda. Pegang satu kaki bayi dengan tangan kiri, biarkan tangan Moms menopang di bagian kaki bawah. Lakukan secara bergantian seperti mengayuh sepeda.

3. Hands Together, Hands to Mouth

Fungsi dari gerakan ini adalah untuk fine motor, gerakan ini nantinya dapat memfasilitasi bayi untuk finger food. Pegang kedua tangan bayi, kemudian satukan ke atas seperti bertepuk tangan (hands together). Lalu, satukan tangan bayi ke arah mulut (hands to mouth). Lakukan gerakan tersebut secara berulang.

4. Tummy Time

Untuk melakukan gerakan tummy time, Moms harus mempersiapkan handuk atau selimut yang dilipat. Handuk ini berfungsi sebagai penyangga kepala bayi. Kemudian, posisikan bayi secara tengkurap, pastikan tangan bayi tidak terlipat, letakkan tangan di depan handuk atau selimut. Posisi handuk ini berfungsi sebagai penguatan dari core atau perut bayi dan untuk stimulasi neck control agar leher terangkat. Ini juga berkaitan dengan langkah selanjutnya yakni berguling, telentang dan mengangkat kepala. Saat melakukan aktivitas ini, Moms bisa melakukan eye contact dan berbicara dengan Si Kecil.

5. Tummy Time with Ball Gym

Gerakan selanjutnya untuk menstimulasi bayi miring di usia 0 sampai 3 bulan yakni tummy time menggunakan ball gym. Ball gym yang digunakan bisa dengan ukuran 65 cm. Siapkan juga alasnya. Tengkurapkan bayi di atas ball gym, kemudian gerakan perlahan ke atas dan ke bawah. Fungsi dari gerakan tersebut adalah sebagai kekuatan otot pada perut, dan stimulasi di neck control atau bagian leher, serta kekuatan di tulang belakang bayi.

Durasi untuk melakukan seluruh gerakan-gerakan tersebut tidak memiliki patokan waktu. Semuanya bergantung pada kondisi bayi. Itulah stimulasi gerakan agar bayi berguling atau miring, semoga bermanfaat ya Moms.

 

Sumber

YouTube Gue Sehat / Stimulasi Bayi Berguling

 

Temukan Produk Doodle Exclusive Baby Care di Official marketplace kami

         

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia
© 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
                                                           Privacy Policy     Syarat dan Ketentuan  Cookie