Ruam Popok yang Berbahaya ,Ini Gejalanya

Doodle.co.id Ruam popok yang berbahaya atau diaper rash merupakan peradangan atau iritasi pada kulit bayi yang ditandai kemerahan di sekitar pantat, lipat paha dan kelamin bayi karena pemakaian popok. Selain pada bayi, ternyata ruam popok juga dapat terjadi pada orang dewasa yang menggunakan popok. Ruam popok yang berbahaya umumnya disebabkan paparan tinja dan urine yang terkumpul di dalam popok. Ruam popok yang berbahaya juga dapat terjadi akibat penggunaan yang terlalu ketat, penyakit kulit seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik hingga adanya infeksi bakteri.

Ruam Popok yang Berbahaya ,Ini Gejalanya

Ruam Popok yang Berbahaya
Ruam Popok yang Berbahaya / Images Polina Tankilevitch

Gesekan karena popok bayi yang terlalu ketat dan tipe kulit yang sensitif pun bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya ruam popok. Penyebab lainnya yakni pengaruh jenis makanan baru yang kemudian mempengaruhi perubahan komposisi tinja dan frekuensi buang air besar. Adapun, infeksi jamur atau bakteri bisa menjadi penyebab ruam popok yang berbahaya. Hal itu karena kulit tertutup popok terlalu lama sehingga membuat popok menjadi lembap dan hangat.

Gejala Ruam Popok yang Berbahaya

Ruam popok yang terjadi di area pemakaian popok bayi yakni pada lipatan paha, pantat bayi, dan sekitar alat kelamin yang iritasi akan tampak bengkak, memerah dan terasa hangat.Selain ruam kemerahan, kulit di area pemakaian popok pun bersisik hingga mengalami luka lepuh.Umumnya, saat mengganti popok atau membersihkan area yang mengalami ruam, bayi akan menangis dan rewel.Adapun gejala ruam popok yang berbahaya dan harus mendapatkan penanganan yang cepat adalah sebagai berikut.

  • Saat ruam popok tidak segera membaik dalam kurun waktu 4 hingga 7 hari, meski telah mencoba untuk mengatasinya.
  • Ruam semakin parah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya pada kulit bayi.
  • Bayi mengalami diare berkepanjangan lebih dari 2 hari.
  • Ruam terlihat menggelembung kecil seperti jerawat.
  • Bayi demam hingga tampak mengantuk berlebihan dan terlihat lesu.
  • Ruam berair atau berkerak dan berwarna kekuningan di bagian tertentu.

Apabila gejala tersebut terjadi pada bayi, segera periksakan buah hati Moms ke dokter. Ruam popok yang berbahaya ini nantinya akan membutuhkan obat-obatan dengan resep dokter.

Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi ruam popok yang tidak baik, Moms dapat mengoleskan salep steroid ringan seperti hydrocortisone, salep antijamur, dan antibiotik oles.

Kemudian, usahakan segera dan sesering mungkin mengganti popok bayi, disarankan ganti setiap 3 jam sekali atau saat popok telah penuh dan terasa basah. Keringkan dengan handuk lembut saat akan mengganti popok ya Moms.Hindari pemakaian bedak karena memicu iritasi kulit, bahkan iritasi pada paru-paru bayi.

Penggunaan tisu basah atau sabun yang memiliki kandungan alkohol dan pewangi juga harus dihindariMoms, karena bisa memicu adanya iritasi serta memperparah ruam. Moms juga harus menyesuaikan ukuran popok bayi, jangan sampai popok terlalu kecil dan ketat.

Perawatan Kulit Bayi 

Agar kulit terhidrasi dan lembab sehingga mencegah ruam popok yang harus diwaspadai pada bayi, Moms bisa mengoleskan salep atau krim yang mengandung zinc oxide, ini untuk mencegah ruam popok yang harus diwaspadai terjadi. Dengan Doodle Baby Lotion yang diformulasikan khusus untuk menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit bayi, mampu memberikan perlindungan dari ruam popok yang harus diwaspadai.Tidak hanya untuk tubuh, formulasi unik Doodle Baby Lotion ini juga bisa diaplikasikan pada wajah, menjadikannya lotion yang serba guna bagi kebutuhan kulit bayi.Kandungan zinc oxide pada Doodle Baby Lotion juga ampuh untuk mencegah ruam popok yang harus diwaspadai.

 

Sumber
https://www.halodoc.com/artikel/ini-gejala-dan-pengobatan-ruam-popok-pada-bayi
https://www.alodokter.com/ruam-popok

 

Temukan Produk Doodle Exclusive Baby Care di Official marketplace kami

         

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia
© 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
                                                           Privacy Policy     Syarat dan Ketentuan  Cookie