Penyebab Abortus Imminens, Cara Mencegah dan Mengatasinya

Doodle.co.id – Penyebab abortus imminens bisa dikarenakan beberapa hal dengan gejala yang beragam. Abortus sendiri merupakan keluarnya fetus dengan tiba-tiba sebelum fetus dapat bertahan hidup sendiri di luar kandungan. Sedangkan imminens diambil dari kata imminent yang berarti dalam waktu dekat atau sebentar lagi. Dengan demikian, abortus imminens disebut sebagai pendarahan yang ditandai akan munculnya flek kecoklatan dari vagina saat usia kehamilan tidak lebih dari 20 minggu atau berat janin di atas 500 gram.

penyebab abortus imminens
Penyebab abortus imminens / Image MART PRODUCTION

Flek kecoklatan ini terkadang keluar bersama gumpalan darah. Ibu dengan kehamilan abortus imminens atau abortus yang mengancam janin bisa membuat keguguran dan bisa juga diselamatkan. Ancaman keguguran atau abortus imminens ini sebenarnya janin masih mampu bertahan dan detak jantungnya masih ada, sehingga belum terjadi keguguran.

Gejala Abortus Imminens

Pendarahan ini terjadi di jalan lahir, bisa berupa flek atau pun pendarahan dalam jumlah banyak. Pendarahan ini biasanya disertai dengan kontraksi, meski terkadang ada yang tidak mengalami kontraksi sama sekali.

Moms yang mengalami abortus imminens biasanya mengalami kram pertu, nyeri pinggang, hingga rasa tertekan di pinggang. Selain itu, biasanya Moms akan merasakan nyeri punggung. Perlu dicatat, kram perut dan nyeri punggung yang dirasakan ini cenderung terjadi secara terus-menerus, atau bahkan hilang dan timbul. Apabila kondisi semakin memburuk, biasanya akan ditandai dengan keluarnya gumpalan darah dari vagina.

Penyebab Abortus Imminens

1. Infeksi

Infeksi yang terjadi bisa karena keputihan atau pun infeksi saluran kemih. Dokter Nicolas menjelaskan, infeksi ini dapat menginvasi rahim sehingga terjadi peradangan pada rahim yang kemudian dikenal dengan istilah “metritis”, serta peradangan pada selaput ketuban yang disebut choriamionitis. Peradangan tersebut menyebabkan Ketuban Pecah Dini (KPD) dan kontraksi persalinan.

2. Inkompetensi Serviks

Ini dikarenakan tidak kuatnya mulut rahim atau inkompetensi serviks yang membuat serviks tidak cukup kuat dan cenderung membuka.

3. Kelainan Kromosom

Adanya kelainan kromosom pada janin juga dapat menyebabkan ancaman keguguran atau abortus imminens. Janin tidak bisa bertahan dengan baik di rahim karena terdapat kelainan kromosom.

4. Plasenta Tidak Merekat Kuat pada Dinding Rahim

Adanya masalah pada plasenta yakni plasenta tidak merekat kuat pada dinding rahim dan cenderung lepas juga menyebabkan ancaman keguguran atau abortus imminens yang berakhir pada keguguran.

5. Faktor Usia

Kehamilan saat Moms berusia 35 tahun merupakan faktor resiko yang cukup tinggi yang menyebabkan abortus imminens.

6. Autoimun dan Pengentalan Darah

Adanya autoimun dan pengentalan darah juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya ancaman keguguran bagi ibu hamil kurang dari 20 minggu.

7. Trauma Perut

Trauma perut baik trauma pada benda tumpul atau pun benda tajam, bisa menyebabkan keguguran. Biasanya hal yang paling sering dialami ibu hamil dan menyebabkan trauma perut adalah karena terpukul atau terjatuh.

Penanganan

Untuk menangani abortus imminens pada ibu hamil, harus segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter kandungan. Kemudian dokter akan meresepkan obat-obatan yang harus diminum, seperti obat penguat kandungan, anti pendarahan dan anti kontraksi. Namun, jika kasus yang terjadi adalah iritasi pada jalan lahir, biasanya Moms hanya memerlukan pengobatan untuk infeksi yang terjadi. Moms juga disarankan untuk istirahat atau bedrest agar kondisi dapat semakin membaik.

Cara Mencegah

1. Perhatikan kehamilan, jaga baik-baik agar tidak terjadi trauma pada perut.

2. Apabila terjadi infeksi saluran kemih atau pun keputihan, segera diobati atau bisa periksakan ke dokter kandungan.

3. Jika memiliki riwayat penyakit turunan seperti gangguan autoimun, pengentalan darah, diabetes melitus, kelainan tiroid, dan lainnya, segera lakukan pemantauan ketat dan pengobatan apabila hal itu sudah terjadi Pemantauan tersebut tentunya harus dilakukan dengan dokter internis, Moms.

Bisakah Hamil Lagi Setelah Kuret Karena Abortus Imminens?

Setelah melakukan kuret karena abortus imminens, dan kandungan atau rahim dirasa masih dalam kondisi lemah dr. Boyke menjelaskan bahwa hal itu tergantung dengan pemeriksaan yang telah dokter kandungan lakukan, hal ini disesuaikan dengan kondisi Moms.

Apabila dalam masa-masa subur Moms melakukan hubungan intim dengan suami, kemudian tetap tidak hamil, maka Moms perlu memeriksakan kondisi Moms ke dokter kandungan, terutama jika memiliki riwayat abortus imminens agar dapat segera ditangani.

 

Sumber

YouTube Boykepedia / dr Boyke Hamil Dengan Kondisi Abortus Imminens
YouTube dokternico / Waspada Tanda Ancaman Keguguran / Abortus Imminens
yankes.kemkes.go.id/ Sebab Terjadinya Abortus Imminens

 

Temukan Produk Doodle Exclusive Baby Care di Official marketplace kami

         

@ 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia
© 2021 Doodle | Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
                                                           Privacy Policy     Syarat dan Ketentuan  Cookie