Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Popok menjadi peralatan yang harus dimiliki oleh bayi-bayi saat ini. Penggunaan popok diperuntukkan menampung kotoran yang dikeluarkan bayi agar tidak mengotori celana dan pakaiannya. Penggunaan popok dapat membantu ibu untuk lebih mudah dalam mengurus bayi yang buang air kecil atau buang air besar. Sebenarnya hal ini tidak diwajibkan, karena bayi dapat menggunakan celana biasa tanpa popok. Namun, jika ingin bepergian keluar rumah atau saat musim hujan yang membuat pakaian bayi sulit kering, maka penggunaan popok akan sangat membantu.
Akan tetapi, ibu yang menggunakan popok juga harus berhati-hati. Kulit bayi yang masih rentan terhadap iritasi akan mungkin terkena ruam-ruam yang diakibatkan oleh penggunaan popok. Ruam dapat muncul berupa bintik-bintik merah pada kulit atau kulit yang seperti bersisik. Berikut ini beberapa cara mengatasi ruam popok pada bayi yang dapat ibu terapkan:

  • Mengecek dan Popok dengan Rutin.
    Ibu harus mengecek popok yang digunakan oleh bayi secara rutin. Misalnya jika bayi sudah menunjukan tanda-tanda buang air, maka popok haruslah dicek. Jika popok sudah basah atau kotor, maka popok harus segera diganti. Waktu normal yang digunakan untuk mengganti popok adalah setiap 2 atau 3 jam sekali. Namun, semakin cepat ibu mengganti popok maka akan semakin baik. Kondisi popok yang basah dan kotor dapat semakin memperparah ruam pada kulit bayi.
    Saat mengganti popok, usahakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian bersihkan area kulit bayi yang tertutup oleh popok dengan kain atau tisu yang lembut dan basah. Cukup basahi kain dengan menggunakan air bersih. Jangan menggunakan zat tambahan seperti alkohol ataupun pewangi.
    Saat memandikan bayi, jangan menggosok terlalu keras pada bagian yang mengalami ruam-ruam. Gunakan sabun yang lembut dan tepuk-tepuklah sedikit pada bagian tersebut. Sebelum menggunakan popok, pastikan untuk mengeringkan area kulit bayi yang akan ditutupi oleh popok. Ibu dapat membaringkan bayi di atas handuk saat memakaikannya popok. Ibu juga harus memilih jam-jam tertentu untuk tidak menggunakan popok pada bayi. Kulit bayi akan terbebas dari gesekan dan tetap kering.
  • Mengoleskan Krim atau Gel pada Kulit Bayi
    Sebelum menggunakan popok, ibu dapat mengoleskan krim atau gel yang mengandung zink pada kulit bayi. Hal ini akan meredakan ruam yang ditimbulkan serta mencegah dampak iritasi pada kulit. Cobalah untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter mengenai krim yang cocok untuk digunakan. Hindari menggunakan krim yang mengandung steroid kecuali berdasarkan resep dari dokter. Jenis bahan ini dapat mengakibatkan iritasi pada kulit pantat bayi.
  • Memilih Popok yang Sesuai
    Jangan menggunakan popok yang memiliki karet pinggang yang telalu ketat. Selain itu, bahan penyusun yang berbeda akan membuat dampak yang berbeda pada popok yang digunakan. Jika bayi mengalami ruam setelah menggunakan suatu produk popok, maka ibu dapat mengganti dengan produk dari merek lainnya. Pilih bahan popok yang akan menyerap kotoran dan memberikan ruang bernapas bagi kulit bayi dengan baik.Menggunakan Celana Bayi yang Menyerap Udara dan Keringat
    Popok yang dipakai akan dilapisi lagi dengan menggunakan celana atau rok. Pilihlah bahan celana atau rok yang mampu mengalirkan udara yang baik ke kulita bayi. Hal ini akan membuat kulit mampu bernapas dengan baik dan keringat terserap dengan baik juga. Ruam-ruam yang ada di kulit bayi juga tidak akan semakin parah.