Tips Merawat Kulit Bayi Baru Lahir Mengelupas

Tips Merawat Kulit Bayi Baru Lahir Mengelupas

image by kumparan.com

Bayi yang baru lahir, memiliki kondisi kulit yang masih sensitif dan rentan terhadap virus dan bakteri penyakit. Di usianya yang masih baru, moms pasti akan dilihatkan oleh kulit bayi baru lahir mengelupas. Mungkin untuk moms yang baru pertama kali mendapatkan seorang bayi, ada rasa khawatir dan takut dengan mengelupasnya kulit bayi yang baru lahir. Tapi sebaiknya moms tidak perlu khawatir. Kulit bayi baru lahir mengelupas adalah hal yang sudah semestinya terjadi, terutama untuk mereka yang baru berusia 1 – 2 minggu. Jangan kaget juga ketika kulit bayi mengelupas hampir seluruh tubuhnya ya moms, tapi memang tahapan mengelupasnya kulit tiap bayi akan berbeda-beda. Bisa saja dimulai dari tangan, kaki , ke tubuh atau sebaliknya.

Apa sebenarnya yang menyebabkan kulit bayi baru lahir mengelupas? Benarkah karena virus atau jamur yang biasanya terjadi juga pada orang dewasa? Jika bayi baru lahir kulitnya mengelupas bukan disebabkan oleh jamur atau bakteri pada kulit ya moms… ini disebabkan kulit bayi yang baru lahir memiliki lapisan yang tipis dan hanya terdiri dari satu jenis lapisan saja.

Sebelumnya, waktu bayi masih dalam kandungan, kulit bayi akan dilapisi lapisan vernix yang berfungsi sebagai pelindung bayi dari air ketuban. Lapisan vernix ini berwarna putih bening yang digunakan sebagai pelembab alami oleh bayi sebagi tameng infeksi yang akan menyerang tubuh bayi selama dalam kandungan. Setelah lahir, lapisan ini akan hilang sendiri dan berganti dengan lapisan kulit awal bayi. Lapisan inilah yang mengelupas mengganti lapisan kulit yang baru sebagai tanda pematangan sistem kulit bayi dan membentuk lapisan pelindung tubuh alami yang baru untuk bayi. Umumnya lapisan ini akan mengelupas mulai usia bayi 1 – 3 minggu sampai 1 bulan.

Walaupun mengelupasnya kulit bayi ini merupakan hal wajar dan tidak berbahaya, namun kulit bayi harus tetap dijaga agar kulit baru yang dihasilkan atau bagian lain yang tidak mengelupas tetap sehat. Tentunya, moms menginginkan bayi dengan kulit yang halus dan kenyal bukan? Karena itu rawatlah dengan baik dan sejak dini moms.. agar tidak bingung, berikut tips merawat kulit bayi baru lahir mengelupas agar tetap sehat, simak ya moms.

  1. Berikan cairan yang cukup pada bayi. hal penting yang perlu dilakukan oleh moms adalah memastikan bayi mendapatkan suply cairan yang cukup untuk tubuhnya. Ini membantu menjaga kelembaban kulit secara alami dan terhindar dari kulit kering. Ingat moms, cairan terbaik untuk bayi adalah ASI.
  2. Jangan memandikan bayi terlalu lama. Kulit bayi yang masih rentan, jika dibiarkan berada dalam air mandi sudah kontaminasi dengan sabun bisa membuat kulit bayi lebih cepat kering. Sebaiknya mandikan bayi maksimal 10 menit saja untuk mencegah kulit bayi kering.
  3. Perhatikan pemilihan produk bayi. Pilihlah produk bayi yang alami, artinya aman untuk dipakai bayi. Baik itu dari sabun mandi, shampo, detergen baju. Pastikan saat mencuci baju bayi dibilas dengan bersih untuk menghindari sisa detergen yang menempel pada baju. Salah pemakaian produk bayi bisa membuat kulit iritasi dan kering.
  4. Pakaikan pelembab. Agar kulit bayi yang baru mengelupas tetap lembab, moms bisa mengusapkan pelembab kulit. Tentunya pilih pelembab alami, seperti minyak telon.

Moms, jika kulit bayi mengelupas dengan disertai bayi merasa gatal dan rewel atau timbul bintik merah pada kulit. Segera konsultasikan pada dokter, karena bisa jadi bayi mengalami masalah pada kulitnya. Jadi, jangan terus menggampangkan ya moms, waspada dan menjaga kebersihan lingkungan bayi adalah hal yang wajib dilakukan. Selamat merawat bayi…

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi

Siapa yang tidak suka minuman satu ini? Minuman yang selalu menemani setiap kita mulai begadang malam menyelesaikan tugas, begadang dengan bayi ataupun instrospeksi diri. Kopi, minuman dengan rasa pahit tetapi banyak penggemarnya. Mulai dari anak remaja, dewasa dan juga orang tua. Cewek cowok sama saja. Minuman ini sudah merakyat. Apakah ada dari moms disini yang juga menggemari kopi? Jika tidak minum saja terasa hambar? Berasa sayur aja ya moms? Memang benar, kopi seperti layaknya rokok yang memberikan efek ketagihan bagi penikmatnya. Tapi sekarang ini sudah banyak jenis kopi yang disuguhkan, mulai dari kopi susu, kopi pahit sampai kopi dengan rasa caramel.

Kopi merupakan minuman stimulan yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kandungan kafeinnya mampu mempengaruhi sistem saraf pusat untuk menekan rasa lelah sehingga mata mampu diajak begadang. Dengan alasan inilah sering juga dimanfaatkan oleh ibu menyusui diawal-awal lahirnya bayi. Ibu menyusui membutuhkan tenaga ekstra untuk menyusui bayi terutama dimalam hari. Seringnya bayi terbangun dimalam hari membuat moms mau tidak mau harus tetap terjaga walaupun dalam kondisi yang sudah lelah. Bagi sebagian moms yang sudah terbiasa mengkonsumsi kopi sebulum dia hamil, ini akan mudah saja dilakukan tetapi bagi yang tidak pernah mengkonsumsi mungkin akan merasakan efek yang tidak biasa. Bisa saja timbul rasa mual dan pusing diawal-awal meminumnya. Namun moms, sebenarnya bolehkah ibu menyusui minum kopi? Apa dampaknya untuk ASI dan kesehatan moms? lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini ya moms.

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat mempengaruhi kualitas ASI yang moms hasilkan. Pasalnya, nutrisi ASI didapat dari nutrisi makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Ini berarti jika moms mengkonsumsi kopi secara otomatis, kafein yang terkandung dalam kopi akan masuk juga ke ASI. Lalu bahaya tidak kafein untuk si bayi? menurut penelitian, wanita menyusui yang mengkonsumsi kopi 3 cangkir setiap harinya, ASI yang dihasilkan memiliki kandungan zat besi yang rendah dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi ASI. Akibatnya kandungan hemoglobin dan hematrokit dalam darah bayi sedikit sehingga meningkatkan resiko anemia pada bayi. moms bisa bayangkan sendiri ya moms jika kopi yang kita konsumsi semakin banyak, apa yang akan terjadi nantinya dengan bayi kita? tapi meskipun kafein tercampur dengan ASI, tetapi tingkat penyerapan tiap ibu akan berbeda-beda sehingga kandungan ASI kafeinnya juga beda.

Selain berdampak buruk bagi bayi, konsumsi kopi yang berlebihan juga berdampak buruk bagi moms. Efek dari kopi adalah membuat kita tetap terjaga walaupun sudah lelah. Moms secara sengaja memaksa tubuh untuk tetap beraktivitas dalam keadaan sudah lelah. Ini mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi menurun dan moms bisa dengan mudah terserang penyakit, seperti ginjal, darah tinggi dan diabetes. Selain itu, kafein memberikan efek gelisah dan emosi yang tidak stabil. Kafein juga membuat pembuluh darah menyempit sehingga bisa menimbulkan rasa sakit pada puting susu ketika menyusui.

Dari uraian ini, bisa disimpulkan bahwa kopi memiliki dampak yang buruk untuk ibu menyusui. Walaupun lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan jika mengkonsumsi kopi, ternyata kopi juga memiliki manfaat bagi ibu menyusui. Salah satunya, mengkonsumsi kopi pada ibu menyusui berguna untuk membantu terapi pernafasan bagi bayi yang prematur. Bayi prematur lahir dengan kapastiras nafas yang lebih sedikit dibandingkan dengan bayi normal. Itulah kenapa moms memerlukan terapi untuk membantu pernafasannya. Kafein mengandung zat tertentu yang dapat merelekskan otot sehingga nafas bayi prematur tetap terjaga.

Oleh karena itu, beberapa ilmuan membolehkan ibu menyusui mengkonsumsi kopi. Namun, walupun diperbolehkan tetap dalam batas takaran tertentu. Berapakah batas maksimal ibu menyusui bisa mengkonsumsi kopi? Dari baby center menyebutkan, kopi atau minuman dengan kandungan kafein hanya bisa dinikmati oleh ibu menyusui maksimal 200 mg per hari, ini setara dengan secangkir kopi. Batas ini diambil karena merupakan batas aman atau tidak membahayakan untuk bayi. Jika lebih dari batas aman, ini akan membuat bayi susah tidur, sembelit, kolik dan rewel.

Jika moms penggemar kopi, walaupun sedang menyusui pastinya tetap menempatkan kopi sebagai pelengkap dalam kehidupan moms. Untuk itu, sebagai penyeimbang berikut kami berikan tips aman minum kopi saat menyusui.

  1. Usahakan pilih kopi seduhan instan yang sudah dilengkapi dengan tambahan susu, caramel atau rasa yang lain. Kopi instan mengandung kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi asli. Ini bisa meminimalkan resiko yang terjadi.
  2. Jika penggemar kopi seduh, setelah membuat kopi, endapkan terlebih dahulu kemudian saring buang ampasnya.
  3. Kurangi porsi kopi yang diseduh. Biasanya 3-4 sendok kopi kurangi jadi 2 sendok kopi saja.
  4. Selalu ingat batas aman minum kopi yaitu 200 mg, jadi cukupkan minum kopi sekali dalam sehari.
  5. Setelah minum kopi, jangan langsung menyusui bayi. Tunggu 3 – 4 jam setelah minum kopi baru menyusui. ini dilakukan untuk mengurangi kandungan kafein yang tercampur dalam kopi.
  6. Jika bayi masih berusia 1 – 3 bulan sebaiknya tahan untuk minum kopi ya moms, karena sangat beresiko untuk bayi.
  7. Bagi penggemar teh, saat nyeduh teh sebaiknya seduh sebentar saja sekitar semenit. Semakin cepat seduhan maka semakin sedikit kandungan kafein yang masuk dalam ASI.
  8. Jika suka mengkonsumsi coklat, hendaknya pilihlah coklat yang sudah tercampur dengan susu untuk mengurangi kandungan kafein. Moms bisa juga mengkombinasikan coklat batangan yang akan diseduh dengan buah. Rasanya tidakkalah enaknya kok moms
  9. Moms hindari membuat minuman dengan bahan kopi coklat atau teh coklat ya… bahan-bahan itu prinsipnya sama-sama mengandung kafein walaupun kandungannya berbeda-beda. Jika kedua bahan tersebut digabungkan kandungan kafein yang ada dalam minuman tersebut semakin besar, dampaknya pun semakin besar bagi bayi.

Walaupun diperbolekan, sebaiknya moms yang masih dalam keadaan menyusui lebih baik tidak mengkonsumsi kopi untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan. Ingat ya moms, yang berbahaya adalah kandungan kafeinnya bukan kopinya. Itu artinya, segala macam minuman dan makanan yang mengandung kafein sebaiknya diatur konsumsinya. Apa saja? Teh, coklat, minuman berenergi dan juga minuman bersoda. Minuman bersoda ini lebih bahaya moms selain kafein, juga mengandung alkohol. Sebagai pedoman untuk moms, berikut kami berikan juga tabel kandungan kafein dari tiap-tiap minuman.

Ukuran Jenis minuman Kandungan Kafein (mg)
1 cangkir Kopi saring pahit 140
1 cangkir Kopi instan 100
1 cangkir Teh 75
50 gram cokelat 50
1 kaleng Minuman energi 80
1 kaleng Minuman soda (354 ml) 40

Jadi telitilah sebelum mengambil tindakan ya moms… pastikan segala sesuatu aman dan baik untuk bayi dan moms sendiri. Kesehatan bayi merupakan hal penting untuk tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat…

5 Cara Mengobati Sariawan Pada Bayi yang Efektif

5 Cara Mengobati Sariawan Pada Bayi yang Efektif

Sariawan juga bisa terjadi pada bayi. orang dewasa yang sariawan saja kadang kewalahan menahan sakit yang timbul apalagi bayi yang belum bisa apa – apa. Mereka tentunya hanya akan menangis dan menangis ketika merasakan sakit sariawan di mulutnya.

Sariawan merupakan salah satu jenis penyakit yang terjadi akibat adanya bakteri dan jamur yang menginfeksi. Dalam tubuh manusia baik dewasa maupun bayi terdapat jamur Candida albicans, yaitu jenis jamur yang biasa hidup dalam sistem pencernaan. Jamur ini berfungsi untuk mengurai sisa makanan yang masuk dalam tubuh. Tetapi kehidupannya dalam tubuh manusia akan menjadi parasit jika sudah menyebar ke bagian lainnya. Penyebaran ini bisa juga sampai pada mulut dan menginfeksi rahang, gusi ataupun lidah. Infeksi inilah yang kemudian menyebabkan sariawan. Pada bayi, sariawan sering terjadi akibat salah makan atau konsumsi susu yang tidak cocok. Kulitnya yang masih sensitif dan rentan ini dengan mudah terkena jamur dan bakteri penyakit. Umumnya penyakit sariawan yang timbul baik diorang dewasa atau bayi sama, yaitu bintik putih dengan lingkar kemerah-merahan.

Pada bayi ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya sariawan, antara lain:

  • Alergi makanan. Alergi makanan dan susu bisa memicu timbulnya sariawan pada bayi. ini disebabkan karena efek gatal yang terjadi bisa saja akan menyebar keseluruh tubuh seperti mulut dan menyebabkan sariawan.
  • Luka mulut. Ini merupakan salah satu penyebab umum terjadinya sariawan. Dimulai dari gusi yang tidak sengaja kegigit, menimbulkan luka dan luka tersebut tidak diobati akan membuat jamur berkembang dan hasilnya sariawan. Bisa juga akibat kesodok sikat gigi yang terlalu kuat.
  • Kurang vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin terutama C, bisa menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, bibir pecah-pecah dan radang tenggorokan
  • Radang usus. Salah satu indikasi bayi terkena radang usus adalah munculnya sariawan pada mulut banyak dan tidak pulih dalam waktu dekat.
  • Bayi terlalu sensitif terhadap beberapa jenis buah seperti jeruk, berry, strowberry. Buah ini lebih banyak kandungan vitamin C nya sehingga memberikan rasa yang asin sehingga bayi kurang suka.

Pada dasarnya, sariawan bisa hilang dengan sendirinya tanpa ada pengobatan khusus. Tetapi waktu yang dibutuhkan lebih lama. Bayi sangat tidak bisa jika harus menahan rasa sakit, jadi sebisa mungkin moms segera mengatasi sariawan yang timbul. Bagaimana caranya? Berikut kami berikan cara mengatasi sariawan pada bayi.

  1. Berikan cairan yang cukup

Jika bayi sedang sariawan dia akan sering nangis dan turun nafsu makannya. Ini karena rasa sakit yang timbul jika ada makanan masuk dalam mulut bayi. Hasilnya bayi kekurangan gizi dan nutrisiya. Untuk mencegah itu, moms bisa memberikan cairan yang cukup untuk bayi. ini dilakukan untuk mengganti energi yang terbuang dan mencukupi kebutuha gizi anak.

  1. Obati dengan pisang ambon dan madu

Salah satu cara mengatasi sariawan pada bayi adalah dengan pasta pisang. Caranya, haluskan pisang hingga menjadi pasta, kemudian tambahkan madu pada pasta pisang tersebut. Oleskan sedikit pada area sariawan. Lakukan treatment ini secara rutin agar sariawan cepat sembuh.

  1. Air kelapa

Air kelapa tidak hanya berkhasiat untuk menghilangkan dehidrasi saja lho moms. ternyata air kelapa bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi sariawan pada bayi. Jika bayi sudah berusia 6 bulan keatas, moms bisa memberikan air kelapa 1 sendok teh pada bayi. Air ini akan bereaksi pada dinding mulut bayi dan mengobati sariawan.

  1. Es batu

Ekstrim ya moms? tapi cara ini efektif untuk mengatasi sariawan moms. moms hanya perlu membungkus es batu pada kain kemudian tempelkan pada sariawan bayi dengan sedikit tekanan. Biarkan beberapa detik, angkat ulangi beberapa kali dalam sehari. Dinginnya es batu ini dapat mengurangi rasa sakit yang timbul.

  1. Obat anti jamur

Cara ini sebaiknya moms lakukan jika sudah mentok dalam mengatasi sariawan bayi. Usahakan membeli obat anti jamur sesudah moms konsultasi dengan dokter atau atas rekomendasi dokter. Karena pada prinsipnya dokter tidak akan memberikan resep salep atau obat anti jamur pada bayi kurang dari 4 bulan.

Nah ini tadi moms beberapa cara mengatasi sariawan pada bayi, semoga bermanfaat moms…

Copyright © 2020 Doodle

Follow Our Social Media

Copyright © 2020 Doodle. Semua hak cipta dilindungi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Copyright © 2018 Doodle. Semua hak cipta dilindungi