Cara Mendidik Anak Keras Kepala dengan Benar

Cara Mendidik Anak Keras Kepala dengan Benarimage by : bukalapak.com

Mungkin moms sekarang ini sedang sibuk-sibuknya berantem dengan anak. Tak jarang anak usia 2 – 5 tahun mulai menginginkan apa yang dia mau, bertindak sesuka hati mereka. Walaupun sudah diperingatkan atau diberikan alternatif pilihan yang menurut moms jauh lebih bagus untuk anak. Hal ini cenderung membuat moms naik emosi sehingga timbul perlawanan kecil dari anak ke ibu untuk mempertahankan pilihan dan tindakannya tersebut. Stress kan moms jika mengetahui anak usia 2 -5 tahun seperti itu? Belum lagi jika main belum ada keinginan pulang kemudian moms paksa untuk pulang karena ada jadwal kegiatan lain yang harus dilakukan anak. hemmmm, malah bisa malu sendiri dengan tetangga. Apa yang moms lakukan jika mendapati anak model seperti itu? Mendiamkan saja? Mengomel? Atau melakukan kekerasan? Kemudian melabeli anak dengan sebutan anak keras kepala, anak bandel.

Stop!!! Jangan sekali-kali melakukan hal itu ya moms? namanya juga anak yang lagi beranjak tumbuh dan berkembang, pastinya mereka akan meningkatkan keingintahuannya, rasa penasarannya itu dengan bebas tanpa halangan. Anak di usia 2 – 5 tahun memang akan cenderung menjadi lebih agresif, keras kepala karena mereka masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan kejiwaan anak. Pada fase ini pula ego anak akan tinggi tapi memang belum bisa mengontrol sendiri sehingga mereka lampiaskan dengan sikap arogan, keras kepala dan agresif.

Pada fase ini, anak mengakui bahwa dirinya merupakan pribadi yang mandiri dari orang lain terutama orang tuanya, kata lainnya adalah strongwilled child. Sikap keras kepala ini tidak langsung muncul dengan sendirinya, walaupun memang alami ada dalam diri anak. Ada beberapa faktor yang memicu sikap anak yang keras kepala, antara lain:

  1. Meniru sikap keras kelapa orang tua

Anak itu adalah peniru ulung dan setiap harinya anak banyak berinteraksi dengan orang tua. Dia akan meniru sikap orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain orang tua merupakan role model bagi sikap anak. Misalnya, melihat bapak dan ibunya bertengkar dihadapan anak, selain menimbulkan efek trauma, ini juga akan dicontoh oleh anak untuk bersikap. Karena itulah, penting bagi orang tua untuk selalu menjaga sikapnya didepan anak dan mendidik anak dengan cara yg baik.

  1. Kurang kasih sayang dan terlalu memanjakan anak

Inilah kedua sikap dari cara mendidik anak keras kelapa yang kurang baik untuk diterapkan. Memanjakan anak, yaitu memberikan semua apa yang diinginkan anak tanpa memandang baik buruknya untuk anak juga bisa membuat anak menjadi keras kepala. Kenapa? Karena jika kelak moms belum bisa memberikannya ini akan memicu anak menjadi arogan dan keras kepala. Hal ini juga mendidik anak menjadi tidak mandiri dan semena-mena dengan temannya. Disamping sikap memanjakan anak, sikap yang acuh dengan anak, membatasi kasih sayang dan perhatian juga dapat memicu timbulnya sikap keras kepala pada anak. Anak yang kurang perhatian, menyebabkan anak berfikiran negatif terhadap orangtuanya, entah itu anak yang tidak diharapkan atau tidak disayang. Pikiran inilah yang kemudian memicu anak untuk bersikap acuh juga pada orang tua sehingga anak keras kepala.

  1. Penerapan aturan yang terlalu ketat

Jangan salah moms, memberikan aturan yang terlalu ketat pada anak membuat anak akan menurunkan tingkat keingintahuannya dan selalu mengalah dengan keadaan. Hal ini dilakukan agar tidak menyimpang dari aturan yang moms terapkan. Perilaku anak ini akan menjadi manifes pada anak nantinya jika memang sudah memuncak dan keluar tanpa hambatan menjadi sikap keras kepala.

Walaupun anak yang memiliki keras kepala ini lebih dicap dengan sikap yang buruk, tetapi ternyata ada juga lho moms kelebihan dari anak yang keras kepala. Anak yang memiliki sikap keras kepala dia akan cenderung memiliki motivasi yang tinggi untuk meraih apa yang ia cita-citakan. Tingkat percaya diri yang tinggi dan sikap pemberani juga akan melekat pada anak yang memiliki sikap keras kepala. Tentunya karena tidak suka diatur, secara otomatis dia akan lebih tanggung jawab dengan apa yang sudah dipilihnya. Dalam berjalannya waktu, anak yang keras kepala akan memiliki jiwa integritas yang tinggi, lebih kuat dan tahan mental serta ambisius. Tapi moms, kelebihan itu akan terwujud jika cara mendidik anak keras kepala dilakukan dengan benar. Moms perlu mendidik untuk lebih aktif dalam sosialnya dan tukar pendapat dengan yang lain, karena anak keras kepala cenderung suka belajar mandiri dan kurang mampu untuk menerima pendapat orang lain.

Lalu bagaimana kita tahu anak kita menjadi keras kepala? Anak yang memiliki sikap keras kepala akan cenderung lebih aktif dan tidak sabaran. Lebih bersifat impulsif, artinya bertindak sesuai keinginan dan kurang mampu mengontrol keinginannya. Emosinya tinggi, apalagi ketika tidak dituruti atau tidak sesuai keinginan, dia akan marah, brontak dan tidak menurut. Anak keras kepala juga lebih sensitif dan mudah tersinggung. Selain itu, dia juga suka berlebihan dalam menunjukan sikap gembira ataupun sedinya. Jadi bagaimana moms? apakah anak moms memiliki ciri seperti ini?

Jengkel, khawatir pasti ada, tapi moms tenang saja, ini bisa dikembangkan jika cara mendidik anak keras kepala dilakukan dengan benar.  Untuk itu, kami ulaskan cara mendidik anak keras kepala yang benar agar bisa menjadi pedoman moms, simak ya moms..

  1. Anak keras kepala cenderung bersikap semaunya. Oleh karena itu, moms bisa memberikannya kebebasan untuk melakukan apa yang menjadi keinginannya akan tetapi tetap moms batasi, atau taruhlah batas-batas kewajarannya. Jika memang tidak membahayakan dan tidak menyimpang, boleh saja dilakukan.
  2. Selalu libatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan mengenai dirinya, misalnya pemilihan baju atau sekolah. Dengan mengikutsertakan anak, ini membuat anak lebih dihargai, sehingga anak lebih bisa mengontrol keinginannya.
  3. Dalam belajar, anak cenderung mudah memahaminya dengan pengalamannya sendiri dari pada penjelasan atau membaca. Karena itu, moms bisa mengajarinya dengan mengikutsertakan dia untuk mencoba hal yang akan dipelajari. Tapi ingat ya moms, jika hal tersebut membahayakan coba untuk memberikan pengertian pada anak.
  4. Anak keras kepala cenderung lebih suka dengan penguasaan sehingga tidak perlu banyak menyuruh hanya cukup untuk mengingatkan. Tentunya disertai dengan alasan yang logis ya moms.
  5. Upayakan untuk tidak memaksakan keinginan kita pada anak. ini akan membuat anak lebih keras kepala dan menentang kita. Sebaiknya jalin komunikasi yang aktif dan baik pada anak, walaupun butuh kesabaran yang besar. Luangkan waktu untuk komunikasi intens dengan anak, walaupun hanya sekedar mendengarkan keinginan anak. jika memang keinginannya itu kurang baik, berikan ide lain untuk anak atau nasehati anak dengan baik.

Moms bisa memfasilitasi hobi anak sebagai sarana pengembangan bakat dan potensi anak. ini sangat penting dalam menumbuhkan karakter anak nantinya. Demikian moms ulasan tentang cara mendidik anak keras kepala, semoga bermanfaat.

Cara Mengatasi Bayi yang Suka Menggigit saat Menyusu

ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar

Menyusui adalah momen tak terlupakan bagi setiap ibu. Momen ini sangat unik untuk dirasakan dan pengalaman tiap ibu menyusui berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Melihat polah bayi saat menyusu kadang membuat kita ketawa antara kagum dan bahagia. Rasa syukur tanpa henti pasti akan selalu terucapkan bagi siapa saja yang mengalaminya. Selain membahagiakan, kadang moms juga dibuat geli dan sebel juga sama bayi saat menyusu. Apa cerita unik moms saat menyusui bayi?

Menyusu dengan sedotan yang kuat, digigit putingnya, atau digaruk-garuk payudaranya oleh bayi merupakan hal biasa yang dialami oleh moms. Rasa sakit, nyeri dan kadang menimbulkan bekas luka pada payudara sangat umum dirasakan oleh moms, tapi semua itu tentunya akan tertutup dengan rasa bahagia bisa menyusui bayi secara eksklusif.

Nah moms, ketika bayi menyusu dan suka menggigit puting jangan sepelekan juga ya moms!! ini bisa berpengaruh pada produksi ASI yang dihasilkan. Untuk itu moms perlu tahu apa yang menyebabkan bayi menggigit puting saat menyusu. Bayi mulai menggigit payudara, ketika gigi bayi sudah mulai tumbuh. Bayi yang merasa gatal akibat giginya yang tumbuh itu akan menggigit segala sesuatu yang dia pegang seperti payudara saat menyusu. Ini dia lakukan untuk mengurangi rasa gatal yang timbul. Lebih dari itu, berikut kami berikan beberapa sebab bayi menggigit saat menyusu :

  1. Kesulitan menelan ASI. ini biasa bayi lakukan ketika dia terlalu kuat saat menyusu sehingga ASI menumpuk di mulut dan bayi mengalami kesulitan untuk menelannya. Pada saat itulah bayi akan menggigit payudara untuk menahan ASI keluar lagi.
  2. Tertidur saat bayi menyusu. Kebiasaan bayi saat tidur adalah menggertak gertak giginya. Nah, hal ini juga akan dilakukan saat bayi tidur dalam posisi masih menyusu.
  3. Terganggu dengan lingkungan. Jangan salah ya moms, bayi ketika dia merasa terganggu atau terancam pasti akan mencaricara agar menurunkan rasa yang dia alami, salah satunya dengan menggigit saat menyusu.
  4. Bayi mengalami infeksi atau demam. Bayi yang lagi tidak enak badan, dia merasa tidak nyaman, untuk menguranginya dia menggigit saat menyusu
  5. Bayi menggigit karena memiliki rasa penasaran yang besar dengan apa yang dia gigit

Tidak selalu bayi menggigit saat menyusu. Ada waktu tertentu saat dia akan menggigit payudara. Lalu, kapan bayi menggigit saat menyusu?

  1. Menggigit saat tumbuh gigi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ketika tumbuh gigi, akan terasa mengganjal dan gatal dengan begitu dia akan menggigit sesuatu untuk mengurai rasa gatalnya. Jika bayi menggigit saat menyusu karena efek dari timbulnya gigi, moms bisa alihkan gigitan dengan memberinya mainan yang aman buat digigit.

  1. Menggigit di awal menyusu

Ada kalanya bayi menggigit saat awal dia menyusu, ini bisa jadi bayi dalam keadaan tidak nyaman, dan tumbuh gigi. Untuk menghindari gigitan di awal, moms bisa memastikan bayi membuka mulutnya cukup lebar saat melakukan pelekatan. Sebaiknya berikan pujian ketika dia menyusu tanpa menggigit. Walaupun masih bayi, tapi dia akan paham dengan pujian tersebut.

  1. Menggigit saat selesai menyusu

Sikap ini terjadi ketika bayi sudah merasa kenyang dan bosan saat menyusu. Sebaiknya jika sudah mengetahui bayi tidak menyedot lagi atau sudah diam saja, segera lepaskan puting payudara untuk mencegah bayi menggigit. Jika sudah terlanjur menggigit, coba alihkan perhatian dengan mainan kemudian lepaskan puting dari mulut bayi.

  1. Menggigit untuk mencari perhatian

Bayi yang sudah beranjak besar, sering menggigit saat menyusu karena ingin diperhatikan. Jadi, sebaiknya moms perlu juga untuk memberikan perhatian saat bayi menyusu.

Moms, apa yang biasanya dilakukan ketika merasakan bayi menggigit saat menyusu? Perlukan bayi disapih jika sudah ditemukan tanda-tanda bayi menggigit saat menyusu?

Menyapih bayi memang sering dilakukan ketika melihat bayi sudah mulai tumbuh giginya, apalagi jika gigi yang tumbuh sudah lumayan banyak. Hal ini dilakukan untuk menghindari bayi menggigit saat menyusu.  Pada dasarnya, menyapih bayi sudah bisa dilakukan saat bayi mulai usia 6 bulan. Tapi, jika moms lakukan itu bisa jadi nutrisi yang diteri belum cukup. Moms sebenarnya tidak perlu khawatir ketika bayi menggigit saat menyusu dan tidak perlu langsung disapih. Jika moms lakukan proses menyusui dengan benar, walaupun baru tumbuh gigi atau sudah tumbuh semua, tidak mungkin bayi akan menggigit secara bersamaan dengan saat dia menyusu.

Tidak semua bayi menggigit saat menyusu. Tapi memang tidak sedikit juga yang melakukannya. Kebiasaan menggigit saat menyusu ini kebanyakan memang karena gigi bayi yang tumbuh. Tapi moms tidak perlu khawatir karena ini bisa diatasi dan rata-rata kejadian bayi menggigit payudara hanya terjadi selama 1-2 minggu saat gigi akan tumbuh. Posisi yang tidak tepat saat menyusui juga memicu bayi menggigit.

Bayi yang suka menggigit saat menyusu bisa diatasi dengan menghentikan sebentar susuannya, kemudian membenarkan posisi pelekatan mulut dan areola payudara. Jika bayi mulai menggigit lagi moms bisa bilang “ Aduh sakit sayang” sembari melepaskan putingnya dari mulut bayi kemudian memindahkannya ke payudara lainnya. Tapi kebanyakan ibu yang terancam akibat gigitan bayi saat menyusu biasanya langsung menghentikan bayi menyusu begitu saja. Hal ini bisa mengagetkan bayi ya moms… Bayi bisa saja menjadi rewel karena diputus ditengah jalan. Jika memang bayi menggigit akibat tumbuh gigi, sebaiknya hentikan sejenak, jauhkan dari bayi selama beberapa detik atau menit, berikan mainan pada bayi. barulah moms cari posisi yang nyaman, moms bisa mulai menyusuinya.

Ada kalanya bayi menggigit saat menyusu, walaupun sudah mencoba melepaskannya tapi bayi tidak mau melepaskan puting payudara. Untuk mengatasinya, ada dua cara yang bisa moms lakukan. Pertama, moms letakan jari diantara gusi bayi dengan cepat sehingga dapat menarik puting tanpa melukainya. Cara kedua, moms bisa menekan tubuh bayi lebih dekat dengan payudara. Bayi akan susah untuk bernafas sehingga bayi otomatis akan membuka mulut dan hidungnya untuk bernafas. Saat bayi membuka mulutnya, segera lepaskan puting moms dari mulut bayi. jika cara ini tidak bisa mengatasi, moms bisa menggunakan cara ekstrim yaitu dengan memencet hidung bayi dalam hitungan detik agar bayi membuka mulutnya, barulah moms tarik puting payudara.

Sebenarnya jika moms bisa tahan dengan rasa sakit yang timbul karena tidak mau mengganggu kenyamanan bayi itu tidak masalah. Tapi jika ini dilakukan tiap saat maka lama-lama akan timbul luka pada payudara. Hasilnya akan lebih fatal moms, jadi lebih baik segera lakukan mengatasi bayi menggigit saat menyusui. Untuk memudahkan moms, berikut kami berikan cara mengatasi bayi menggigit saat menyusu:

  1. Fokuskan pada posisi dan pelekatan bayi

Bayi yang sudah tumbuh gigi atasnya ketika menyusu akan memberikan tekanan pada payudara, walaupun tidak menggigit tapi ini akan terasa sakit. Untuk mengatasinya moms bisa menyesuaikan posisi dan pelekatan bayi dengan benar. Caranya, biarkan bayi membuka mulut dengan lebar, barulah majukan posisi kepala bayi mendekap ke payudara, arahkan puting ke bagian atas mulut. Ini akan membuat dagu bayi menyentuh payudara dan hidung tidak terdesak oleh payudara karena miring ke belakang. Cara ini dapat mengurangi resiko gigi depan bayi menggigit payudara.

  1. Stimulasi saluran ASI

Salah satu alasan bayi menggigit puting saat menyusu adalah terkendalanya ASI yang mengalir keluar. ini biasanya dilakukan di awal menyusui. bayi yang dalam keadaan haus ingin segera minum, tetapi mengetahui ASI yang keluar tidak mencukupi hasilnya dia menggigit puting agar ASI keluar. jika situasinya seperti ini, yang bisa moms lakukan adalah sebelum menyusui, cobalah lakukan pijatan dulu pada payudara moms agar ASI bisa mengalir dengan lancar. Pijatan ini bisa moms lakukan tidak hanya diawal tetapi ketika senggang juga bisa. Ini untuk merelakskan payudara sehingga ASI mengalir lancar.

  1. Mendorong bayi mendekat

Cara ini merupakan cara mengatasi bayi menggigit saat menyusu yang paling umum dilakukan.  Caranya, dorong mulut bayi lebih dekat dengan payudara sehingga bayi membuka sendiri mulutnya. Tarik puting payudara. Jika bayi masih ingin menyusu moms rubah posisi dan berikan payudara lainnya. Ini juga efektif untuk melancarkan produksi ASI.

  1. Tekan payudara

Cara lain untuk mengatasi bayi menggigit saat menyusu adalah ketika moms merasakan sakit akibat gigitan bayi, secara perlahan tekanlah payudara ke arah dalam, saat itu bayi akan melepaskan pelekatnya. Jika sudah, lalu tariklah puting keluar. jika bayi bergejolak, gantilah posisi dan berikan payudara lain untuk bayi menyusu lagi.

Nah moms, itulah beberapa cara yang bisa moms lakukan untuk mengatasi bayi menggigit saat menyusu. Tapi dalam beberapa kasus, bayi yang menggigit puting sampai luka, ini tentunya akan mengakibatkan bekas luka pada puting. Tentunya rasa sakit yang timbul lebih terasa dan lama sembuhnya. Untuk mengatasi luka puting karena gigitan bayi, moms bisa lakukan hal berikut ini :

  1. Meneteskan ASI, air secara teratur pada bagian puting yang luka. ASI bayi yang mengandung zat anti radang akan mengobati luka lebih cepat kering. Sedangkan air, ini akan membantu mencegah kulit puting kering sehingga luka tidak menyebar dan tetap lembab.
  2. Kompres puting dengan air hangat. Ini bisa membuat puting tetap lembab dan mengurangi rasa sakit yang ada. Lakukan sehari 3 kali untuk mempercepat penyembuhan. Moms bisa menggunakan salep lanolin yang dioleskan pada puting secara teratur untuk membantu penyembuhan bila kulit pecah atau iritasi. Salep ini aman untuk bayi, jadi tidak perlu dibilas ketika ingin menyusui bayi.
  3. Gunakan larutan garam

Ya garam sangat bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Moms bisa membuat larutan garam dan air untuk membantu menyembuhkan puting luka. Campurkan setengah sendok teh garam dan air hangat. Setelah menyusui moms bisa merendam puting pada larutan air garam yang sudah dibuat selama 2 menit. Ulangi setiap hari untuk menmpercepat penyembuhan. Larutan garam ini berfungsi untuk menghindari pencemaran bakteri.

Oke moms, inilah tadi seluk beluk tentang bayi menggigit saat menyusui. Semoga uraian ini bisa menambah informasi untuk moms belajar.

Alasan Bayi Sering Mengucek Mata yang Moms Wajib Ketahui

Alasan Bayi Sering Mengucek Mata yang Moms Wajib Ketahui

image by : aceh.tribunnews.com

Terkadang kita tidak peka terhadap apa yang dilakukan si bayi. Misalnya, bayi sering mengucek mata. Kita menganggapnya ini hal biasa dan normal terjadi pada bayi. Kita hanya mendiamkan atau menertawakannya. Tapi tahu kah moms? kalau segala gerakan reflek pada bayi itu menandakan sesuatu? Bayi yang baru saja lahir belum bisa berkomunikasi dengan suara, satu-satunya cara bayi memberitahu kita tentang kondisi mereka adalah dengan gerakan reflek atau tingkah laku mereka. Seperti saat bayi sering mengucek mata. Tingkah laku ini bisa saja membuat kesehatan mata bayi menjadi terganggu. Bayi sering mengucek mata bisa menyebabkan mata bayi merah, dan perih. Hasilnya bayi menjadi tidak nyaman dan menangis. Jadi jangan abaikan ya moms saat melihat bayi sering mengucek mata. Bayi sering mengucek mata pastinya didasarkan oleh alasan tertentu. Lalu, apa alasan bayi sering mengucek mata? Berikut ini beberapa hal yang dijadikan bayi sering mengucek matanya.

  1. Mata bayi terkena sesuatu

Tak hanya mata dewasa yang mengganjal ketika dalam matanya terdapat sesuatu. Bayi pun juga merasakan hal yang sama. Misalnya, mata bayi kemasukan debu, kerak mata, bulu mata. Ini membuat tidak nyaman pada bayi. Karena tidak bisa bilang apa-apa, secara otomatis bayi akan reflek dengan mengucek matanya. Jika hal yang mengganjal mata tidak kunjung hilang, maka bayi semakin keras dan sering mengucek mata. Akibatnya mata bayi yang masih rentan dan sensitif bisa mengalami kerusakan karena adanya benda asing dimata yang menggores-gores permukaan mata.

Cara mengatasinya : langkah pertama hentikan dulu tangan bayi yang mengucek mata. Ambil kapas, basahi dengan air dingin. Tekan bagian bawah mata bayi dengan kapas dan coba keluarkan partikel yang menggangu mata bayi. Lap mata bayi dengan menggunakan kain bersih.

  1. Bayi mengantuk

Saat bayi sering mengucek mata yang kemudian disertai dengan menguap, itu tandanya bayi mengantuk dan mata lelah. Saat dia merasa lelah, matanya juga akan lelah. Si bayi akan mengucek mata untuk mengurangi rasa lelah di matanya itu.

Jika melihat hal ini, segeralah membersihkan badan bayi kemudian ajaklah bayi untuk tidur. Karena belum sempurnanya fungsi organ bayi, sehingga bayi akan cepat lelah dan butuh banyak istirahat. Aturlah jadwal istirahat bayi tiap harinya baik siang maupun malam hari, agar tubuhnya selalu fit dan terjaga.

  1. Mata kering

Mata kering pada bayi bisa membuat bayi tidak nyaman dan merasa gatal. Kenapa bisa mata bayi kering? Sama halnya dengan orang dewasa, mata yang sering dipakai dan istirahat kurang, ini membuat cairan mata menurun, atau bisa juga karena cairan mata yang keluar saat menguap. Berkurangnya cairan mata ini menyebabkan mata kering. Untuk mengurangi rasa pedih dan gatal, maka bayi sering mengucek matanya.

Untuk mengatasinya: sama seperti ketika mata bayi terkena benda asing. Moms bisa menggunakan kapas yang sudah dibasahi air dingin untuk mengompresnya.

  1. Mata kagum dan penasaran

Tidak hanya karna susuatu hal di mata bayi, bayi sering mengucek mata juga bisa sebagai tanda kalau bayi kagum dan penasaran. Rasa ini dia alami ketika bayi merasa perkembangan motoriknya berkembang. Misalnya, dia bisa meraba, memegang sesuau,perkembangan visualnya yang bisa melihat banyak hal. Selain dengan senyuman, bayi akan reflek mengucek mata sebagai rasa penasaran dan kagum.

Jika alasan bayi mengucek mata karna kagum dan penasaran, moms bisa mengalihkan pandangannya untuk melakukan sesuatu. Misalnya, pegang tangannya yang digunakan untuk mengucek mata dan coba berikan dia mainan untuk dimainkan.

Selalu peka dan teliti ya moms ketika si bayi menunjukan respon tertentu. Tapi jangan langsung asal memberikan tindakan. Pelajari dulu kenapa bayi melakukannya. Semoga artikel ini membantu moms.

Penyakit Serius Penyebab Keringat Dingin pada Bayi

Pernahkah moms mendapati si bayi berkeringat dingin? Keringat dingin pada bayi bisa terjadi kapan saja baik siang maupun malam hari, tetapi secara umum sering terjadi ketika si bayi tidur malam hari. Ini disebabkan fungsi otak yang belum berkembang secara sempurna. Selain itu untuk mengontrol dan menyesuaikan suhu tubuh bayi agar tetap dalam keadaan hangat. Kadang kita juga menemui bayi berkeringat dingin di siang hari dan itu terjadi secara terus menerus. Jika mendapati kondisi seperti itu, jangan diamkan saja ya moms, bisa jadi bayi sedang dalam kondisi yang tidak fit. Istilah keringat dingin merupakan keringat yang sering keluar dari permukaan kulit yang lebih lembab sehingga membuat tubuh bayi terasa dingin. Walaupun sama-sama jenis keringat, tetapi jangan sepelekan keringat ini ya moms, karena keringat dingin bisa menjadi pertanda tubuh si bayi mengalami masalah kesehatan. Keringat dingin merupakan indikasi tubuh sedang melawan infeksi.

Masalah kesehatan apa saja yang bisa menyebabkan keringat dingin pada bayi? berikut kami berikan ulasannya, simak ya moms…

  1. Sepsis

Sepsis merupakan kondisi serius karena infeksi bakteri atau virus yang terjadi dalam darah. ini bisa merusak organ tubuh bayi akibat adanya gumpalan atau darah mengalir bukan ketempatnya. Jika bayi terkena sepsis bisa sangat berbahaya bagi nyawa bayi. Gejala yang timbul akibat sepsis ini bisa jadi seperti sakit biasa tetapi peningkatan demamnya cepat. Gejalanya adalah demam tinggi, kejang, sesak nafas, keringat dingin yang berlebihan dan mendadak pucat.

  1. Jantung

Bayi kok kena penyakit jantung? Jangan salah moms, penyakit ini tidak mengenal usia. Penyakit jantung yang terjadi pada bayi biasanya karena faktor bawaan. Kelainan jantung bawaan ini bisa membuat asupan darah dan oksigen ke tubuh rendah sehingga bayi sering keringat dingin di telapak kaki dan tangan. Terlebih ketika bayi makan atau beraktivitas lebih. Selalu sediakan tisu atau lap bersih untuk keringat dingin pada bayi.

  1. Demam

Demam merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi. Bayi demam terjadi karena penyesuaian dengan suhu ruangan atau adanya masalah kesehatan lainnya yang menyertainya. Ketika bayi demam, bayi juga akan mengeluarkan keringat dingin. Moms bisa melakukan pertolongan pertama untuk menurunkan demam. Sebelumnya, cek dulu suhu bayi terkini kemudian barulah mulai kompres bayi atau berikan obat penurun panas tubuh bayi.

  1. Keracunan

Sering kali ketika kita sudah sibuk dengan aktivitas kurang memperhatikan apa yang dimakan bayi. Bayi yang salah makan bisa menyebabkan alergi atau keracunan. Seperti yang moms ketahui sistem pencernaan bayi belum sempurna untuk mencerna makanan, salah sedikit saja memilih makanan untuk bayi bisa berakibat buruk untuk bayi. Bayi keracunan memiliki gejala kejang, demam, muntah-muntah dan keluar keringat dingin pada bayi. Tindakan yang harus dilakukan adalah segera berikan ASI untuk melawan racun yang ada dalam tubuh bayi. Barulah bawa bayi ke dokter.

  1. Sesak napas

Bayi sesak napas terjadi akibat kekurangan oksigen dalam tubuh. Keluarnya keringat dingin pada bayi saat sesak nafas merupakan respon tubuh untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap berfungsi. Ini juga sebagai tanda bayi butuh pertolongan.

Jika keringat dingin pada bayi yang keluar terus menerus dengan demam yang semakin meninggi, maka sebaiknya moms segera bawa bayi untuk berobat ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang pasti. Semoga artikel ini membantu untuk melakukan pencegahan kemungkinan yang terjadi pada si bayi..

ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Caesar, Apa Masalahnya?

ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar

ASI merupakan makanan utama untuk bayi yang baru lahir. Kebutuhannya harus bisa terpenuhi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan si bayi. Tetapi, kemampuan menghasilkan ASI setiap ibu berbeda-beda. Sering kita dapati ibu yang ASInya melimpah ruah, tetapi tak sedikit pula yang hasil ASInya Cuma sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Beberapa hal yang menyebabkan produksi ASI sedikit atau tidak keluar misalnya asupan makanan yang moms konsumsi. Dibeberapa kasus yang dialami oleh ibu melahirkan caesar ASI tidak keluar setelah melahirkan.

ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar memberikan tekanan pada moms apalagi untuk ibu baru. Bagaimana tidak? bayi yang lahir caesar, ditambah ASI nya tidak keluar mengetahui itu saja sudah membuat moms merasa sedih dan khawatir bayinya tidak bisa mendapatkan ASI ekslusif. Belum nantinya akan ditanya-tanya oleh keluarga atau teman dan tetangga perihal ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar. Kondisi ini akan memicu stress pada moms dan dampaknya kesehatan menurun dan ASI semakin tidak bisa keluar. Jika sudah begini, berpengaruh juga kan pada si bayi?

Sebaiknya moms kenali dulu mengapa terjadi hal seperti ini. Apa yang sebenarnya menyebabkan ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar? Untuk lebih memahaminya dan bisa melakukan tindakan preventif, yuk moms kita ulas bersama. ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu

  1. Faktor kelahiran

Kelahiran dapat berdampak pada banyak hal, terutama pada produksi ASI. Saat moms memutuskan untuk operasi caesar, maka moms juga harus siap untuk menanggung semua dampak yang akan terjadi setelahnya. Operasi caesar selain mengharuskan moms mengkonsumsi lebih banyak obat-obatan yang beresiko terhadap ASI tetapi juga menyebabkan kondisi mental moms yang menjadi tidak stabil. Ini juga berpengaruh terhadap jumlah ASI yang keluar. berikut beberapa faktor kelahiran yang dapat mempengaruhi ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar:

  • Operasi caesar tentunya memakan banyak darah karena posisi perut dibedah, ini menyebabkan moms kehilangan darah sekitar 500 ml. Pendarahan yang terjadi berakibat terganggunya kerja kelenjar hipofisis di otak yang bertanggungjawab atas kerja hormon laktasi penghasil ASI.
  • Tidak bisa dipungkiri saat akan melangsungkan operasi caesar moms diberikan obat bius penghilangrasa sakit dan nyeri. Setelah lahiran selesai pun moms masih mengkonsumsi obat anti nyeri. Efeknya, ini akan menghambat kerja hormon penghasil ASI sehingga ASI tertahan keluar.
  • Pemberian cairan intravena atau cairan infus selama operasi berlangsung, bisa meningkatkan hormon etrogen di payudara sehingga payudara mengalami pembengkakan dan efeknya produksi ASI terganggu.
  • Plasenta yang terganggu akibat proses operasi bisa membuat tertundanya ASI keluar.
  • Operasi caesar, bisa membuat moms mengalami trauma. Hal ini karena proses persalinan yang sangat lama. Akibatnya hormon stress akan meningkat dan membuat ASI tertunda keluar.
  • Kondisi moms yang belum pulih sepenuhnya selepas operasi caesar juga berdampak pada keluarnya ASI
  1. Faktor kesehatan

Selain faktor kelahiran yang mempengaruhi keluarnya ASI, masalah kesehatan moms yang sudah dimiliki sebelum ataupun sesuah persalinan bisa mempengaruhi keluarnya ASI. Ini dikarenakan ketika moms memiliki masalah kesehatan tertentu akan memperngaruhi hormon laktasi dan hormon yang berhubungan dengan ASI lainnya. Beberapa masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi keluarnya ASI:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Ibu yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil memiliki resiko lebih besar macetnya ASI. Hal ini berhubungan dengan rendahnya produksi prolaktin yang ada. Salah satu penyebab ASI macet keluar akibat obesitas adalah adanya gangguan metabolisme pada tubuh seperti hipertiroidisme.

  • Pengobatan rutin yang dijalani

Ibu yang sudah memiliki penyakit kronis biasanya mereka akan menjalani pengobatan rutin dengan mengkonsumsi beberapa obat-obatan. Konsumsi obat  yang berlebih dan cenderung rutin akan menyebabkan produksi ASI terhambat. Ini karena obat itu akan menekan keluarnya ASI. Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga mempengaruhi produksi ASI.

  • Diabetes

Sekarang ini penyakit diabetes seperti sudah menjadi hal yang biasa. Selain mematikan, peyakit ini juga mempengaruhi macetnya ASI pada ibu menyusui. Secara umum, diabetes terbagi menjadi dua jenis, pertama diabetes yang terjadi akibat rendahnya insulin dalam tubuh dan kedua diabetes karena fungsi insulin dalam tubuh yang rusak. Mengapa diabetes ini berpengaruh terhadap ASI? hal ini disebabkan oleh insulin dalam tubuh ini berfungsi dalam ruang cadangan ASI. semakin besar insulin yang ada dalam tubuh maka proses produksi ASI yang tercadang semakin banyak, sebaliknya. Itulah kenapa diabetes sangat rawan terhadap produksi ASI. Hal ini bisa dibenahi dengan mengontrol kadar gula darah dan insulin dalam tubuh seimbang.

  • Riwayat operasi payudara

Moms yang sebelum hamil mempunyai riwayat operasi payudara baik itu dengan alasan medik atau kecantikan dapat mempengaruhi tertundanya ASI keluar pasca melahirkan caesar. Payudara yang sudah dioperasi, sedikit banyak mempengaruhi kerja kelenjar susu dalam menghasilkan ASI, selain itu efek pembedahan pada payudara juga menghambat tumbuhnya hormon laktasi yang berpengaruh pada produksi ASI.

  • Kista

Ada dua jenis kista dalam ovarium, yaitu yang mempengaruhi dan berdampak buruk bagi kesehatan dan kista yang tidak berkembang dan bisa luruh dengan sendirinya melalui menstruasi. Kista yang berkembang saat kehamilan berdampak pada meningkatnya hormon testosteron setelah melahirkan. Meningkatnya hormon ini akibat kista akan menekan produksi ASI sehingga ASI tidak keluar setelah melahirkan. Bahayanya, kista yang berkembang dan tidak ditangani dengan benar akan menjadi ganas memicu kesuburan ibu. Lebih parahnya kista bisa juga berkembang menjadi tumor dan kanker.

STOP sedih ya moms!! walaupun mengetahui ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar, moms upayakan untuk menapik pikiran-pikiran negatif. Segeralah fokus bagaimana untuk memberikan ASI eklusif pada bayi. pada dasarnya setelah melahirkan caesar ASI yang tidak langsung keluar adalah hal yang wajar terjadi karena masih pengaruh obat. Ini akan keluar seiring berjalannya waktu. Tetapi, apa ya kita harus menunggu ASI itu keluar? memakan waktu lama moms, sedangkan si bayi harus segera dipenuhi kebutuhan gizinya. Jadi ketika mom melahirkan secara caesar memang untuk memberikan ASI eklusif untuk bayi tidak semudah ketika moms melahirkan secara normal yang ASInya bisa langsung keluar. Nah, untuk memaksimalkan agar ASI bisa segera keluar setelah melahirkan caesar, moms bisa melakukan beberapa trik berikut ini:

  1. Rangsang dengan menyusui bayi

Hal yang pertama dilakukan setelah bayi lahir adalah mengenalkan bayi dengan payudara ibu agar ia dapa menyusu. Ini bisa menjadi cara alami untuk merangsang ASI keluar. Getaran dari mulut bayi ke aerola patudara moms memberikan rangsangan yang kuat agar ASI keluar. Seringlah menyusui bayi secara langsung walaupun Asi yang keluar baru setetes. Jika ini dirutinkan maka, ASI akan keluar dengan sendirinya.

  1. Pompa ASI dengan alat pompa

Jika ketika payudara dirangsang alami dengan menyusui bayi juga tidak kunjung keluar, moms bisa memompa ASI dengan alat pompa. Hal penting yang perlu diperhatikan saat memompa ASI adalah perekatan corong pompa dengan aerola payudara harus pas. Ini bisa memberikan tekanan yang pas sehingga ASI yang keluar juga banyak.

  1. Berikan pijatan lembut di payudara

Ibu yang baru saja melahirkan, payudaranya akan membengkak akibat ASI yang dikandungnya tidak segera dikeluarkan. Bengkakan ini membuat payudara tegang, apalagi pada ibu baru, dia akan merasa bingung ketika mendapati situasi ini dan hasilnya ASI malah tidak kunjung keluar. Moms bisa melakukan pelemasan otot payudara agar kelenjar susu lemas dan berfungsi optimal. Otot yang tegang ini selain mempengaruhi keluarnya ASI juga menyebabkan rasa nyeri pada payudara.

  1. Hindari menyusui dalam keadaan penuh

Efek menyusui dalam posisi payudara penuh ASI adalah bayi menyusu tidak dengan aturan, artinya bayi akan menyusu sesuka hatinya sehingga bayi cepat kekenyangan. Ini akan menyebabkan bayi gumoh. Selain itu, moms juga akan merasakan nyeri karena tekanan sedotan bayi kuat. Hal ini membuat moms tidak nyaman. Sebaiknya, jika merasa payudara terasa penuh moms pompa dulu ASInya dimasukan dalam botol untuk mengurangi volume ASI dalam payudara. Jika dirasa sudah berkurang dan nyaman barulah moms mulai untuk menyusui bayi.

  1. Menyusui bayi dengan posisi tiduran

Menyusui bayi dengan tiduran membuat moms menjadi relaks dan nyaman. Selain itu, posisi ini adalah posisi yang baik karena hormon penghasil ASI bisa dengan cepat meningkat. Akibatnya, ASI yang diproduksipun juga meningkat. Menyusui dengan posisi ini juga membantu mengurangi bayi gumoh.

  1. Menerapkan pola hidup sehat

Pola hidup sehat sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Ini juga cara alami yang selalu direkomendasikan oleh dokter untuk memperlancar produksi ASI. Menerapkan pola hidup sehat membuat produksi ASI berlinpah dan kualitas yang bagus. Bagaimana tidak? pola hidup sehat, didapat dengan kita mengkonsumsi makanan yang banyak kandungan gizinya, dengan menerapkan makan makanan 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, ditambahkan dengan olah raga yang rutin menambah sempurnanya hidup kita. Ingat moms, pola hidup sehat itu tidak makan makanan yang berlemak jahat dan cepat saji lho… pilihlah menu makan yang bisa meningkatkan produksi ASI seperti daun katuk, taoge, daun adas, bayam, strawberry.

  1. Konsumsi air putih lebih banyak

Pasca melahirkan, akan banyak cairan tubuh yang terbuang. Ini berpengaruh pada produksi ASI moms nantinya. Untuk memperlancar dan mempercepat ASI keluar, moms bisa mengkonsumsi air putih 9 – 12 gelas perharinya. Ini berfungsi untuk menggantikan cairan yang habis saat proses persalinan berlangsung. Konsumsi air putih yang juga dapat membuat kualitas ASI bagus.

Yang paling penting, ketika kita mengetahui istri atau anak kita melahirkan caesar yang kemudian ASI tidak keluar setelah melahirkan caesar, jangan langsung mengejugde dan menambah beban pikiran si ibu. Selain itu jangan terus menyuruh ibu untuk memberikan susu formula pada bayi sebelum dilakukan usaha untuk mengeluarkan ASI. Hal yang perlu dilakukan adalah memberikan support pada moms untuk terus semangat dan membantu prosesnya dalam menumbuhkan ASI agar segera keluar sehingga bayi tidak kekurangan nutrisi dan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Mom, Umur Berapa Bayi Bisa Melihat dengan Jelas?

Umur berapa bayi bisa melihat

Bayi baru lahir, organ tubuh dan seluruh  inderanya belum bisa berfungsi optimal. Ini berarti bayi juga belum bisa melihat dengan jelas. Selain tidak jelas, jarak pandang bayi juga masih sangat dekat dan belum bisa fokus melihat pada beberapa objek. Coba moms perhatikan ketika sedang mengajak bayi ngobrol atau bercanda. Dia akan melihat kedepan seolah memandang moms tetapi pandangannya masih kabur sehingga belum mampu merespon candaan yang moms lontarkan. Ia akan merespon benda atau sesuatu yang moms gerakan didepan matanya, dan mereka hanya akan merespon dengan menggerakan bola matanya.

Seiring tumbuhnya usia bayi, maka kemampuan mata bayi juga akan meningkat dan berfungsi lebih efektif lagi untuk melihat. Lalu, umur berapa bayi bisa melihat moms? pada dasarnya sudah bisa melihat sejak dia dilahirkan akan tetapi untuk melihat dengan jelas, bayi baru bisa melakukan ketika usia 12 bulan. diusia-usia selanjutnya, mata bayi akan tetap tumbuh dan perkembang fungsinya dan ketajaman penglihatan akan terus berubah sampai usianya 5 tahun. Agar lebih tahu lagi bagaimana perkembangan mata bayi, umur berapa bayi bisa melihat, berikut penjelasan mengenai tahapan perkembangan bayi melihat.

  1. Usia 0 – 3 bulan

Saat bayi dalam kandungan, mata bayi tertutup sehingga sepenuhnya tidak bisa melihat, tapi awal dia lahir bayi sudah bisa membuka mata dan melihat walaupun masih samar-samar. Karena itu, bayi berinteraksi dengan menggerakan tangannya agar ia tahu dan merasakan lingkungan sekitanya. Bayi baru lahir memiliki jarak pandang yang sangat dekat yaitu hanya 25 – 30 dari wajahnya dan hanya bisa menahan pandangan paling lama 12 detik, setelah itu kabur. Keadaan ini akan berkembang diusianya 8 minggu, bayi sudah bisa mengenali wajah bapak dan ibunya. Barulah usia 2 – 3 bulan bayi menggerakan matanya menyelaraskan gerakan benda yang lewat depan matanya.

  1. Usia 4 – 6 bulan

Di usia ini, arah gerak bayi sudah mulai terarah dengan jarak pandang yang lebih luar dibanding sebelumnya.Walaupun masih belum jelas, tapi bayi diusia ini sudah bisa melihat warna terutama warna pokok seperti biru, merah, dan hijau. Penguasaan warna ini akan meningkat diusianya ke 5 bulan. Selain itu, bayi juga sudah bisa menggerakan matanya tanpa diikuti gerakan tubuhnya. Inilah yang membuat bayi sudah bisa mem[roses informasi yang dia dapat di sekitarnya.

  1. Usia 7 – 9 Bulan

Pada usia ini, ketajaman mata bayi sudah meningkat. Dia juga bisa melihat dengan dalam dan warna benda dengan beberapa kombinasi warna. Kemampuan mata ini berkembang sangat pesat karena pengaruh perkembangan motorik bayi yang juga terus meningkat. Pada usia ini bayi sudah mulai merangkak sehingga bayi aktif berjelajah disekitar untuk melihat, menggapai dan meraba barang yang dia inginkan.

  1. Usia 10 – 12 bulan

Di usia ini, penglihatannya sudah sangat jelas. Mampu memperkirakan jarak sehingga bida bermain lempar tangkap. Responnya juga cepat beralih dari barang satu ke barang lainnya. Pada usia ini bayi juga lebih fokus dalam memandang.

Ingat ya moms, diantara ke 6 indera yang dimiki setiap manusia, mata merupakan indera yang paling sensitif, apalagi mata bayi baru lahir. Terjadi kesalahan dalam perawatan bisa membuat masalah mata bayi yang resiko untuk perkembangannya. Untuk itu, selalu berhati-hatilah dalam merawat mata bayi. Umur berapa bayi bisa melihat? Pada dasarnya, tiap bayi akan mengalaminya dengan masanya sendiri sesuai dengan pertumbuhan fisiknya, tetapi rata-rata memang di usianya ke 12 bulan.

Fase Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini yang Patut Moms Ketahui

Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Perkembangan anak usia dini sangat penting diperhatikan sebagai dasar pembentukan kepribadian anak yang tumbuh dengan sempurna. perkembangan anak usia dini meliputi aspek perkembangan motorik, emosional, dan sosial. Jika dalam proses perkembangan anak usia dini ini dapat terlaksana dengan baik maka bisa dikatakan karakter, budi perkerti, intelektual dan sosialnya terbentuk dengan baik.

Salah satu perkembangan motorik yang sangat penting untuk dipupuk sejak dini adalah perkembangan bahasa anak usia dini. Kenapa penting? Bahasa merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan. Melalui bahasa, anak saling bertukar pengalaman, berhubungan, pengenalan terhadap objek tertentu dan salah satu sarana untuk meningkatkan kecerdasan anak. Perkembangan bahasa anak usia dini bisa mulai di didik sejak bayi. Dengan mengajak anak mengobrol sudah merupakan langkah awal untuk mendidik anak mengembangkan kosa kata dan bahasanya. Pada awalnya anak belajar bahasa deri mendengar, melihat, dan menirukan orang-orang yang ada disekitarnya ketika berbicara. Barulah bisa kita bimbing untuk mulai pengenalan huruf dan konsonan ketika dia masuk dalam pendidikan anak usia dini (PAUD).

Perkembangan bahasa anak usia dini tidak terbatas pada bicara saja tetapi juga mencakup membaca, menyimak, dan menulis, serta mendengarkan. Menurut Vygotsky, menyatakan bahwa anak belajar bahasa dari orang dewasa secara kolaboratif, setelah itu diinternalisasikan dan secara sadar digunakan sebagai alat berfikir dan alat kontrol. Perkembangan bahasa anak usia dini juga mengikuti dan disesuaikan dengan perkembangan biologisnya. Kenapa harus sejalan dengan perkembangan biologisnya? Karena pertumbuhan biologis seorang anak akan tumbuh juga fisik mulut anak sebagai dasar pembentukan larink suara anak nantinya. Moms bisa mengajarkan bahasa ini itu sesuai dengan umurnya, usahakan jangan memaksakan untuk mempercepat pembelajaran jika anak belum mampu. Hal ini dapat berdampak pada perkembangan psikisnya. Perkembangan bahasa anak usia dini walaupun dalam berjalannya usia mengalami hambatan, ini tetap akan terus berkembang sesuai jadwal genetiknya dan dapat menyesuaikan secara otomatis. Tetapi ini akan berbeda ketika anak sudah terindikasi adanya kelainan sejak dini. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak.

Untuk mempelajari fase-fase perkembangan bahasa anak usia dini secara lengkap, berikut kami berikan uraiannya, simak ya moms….

  1. Fase pralingustik

Fase ini berlangsung ketika masih usia bayi. Apa saja yang dilakukan anak untuk komunikasi saat masih bayi, semua itu masuk dalam fase pra linguistik. Menangis, tertawa, menjerit, mengoceh, masuk dalam fase ini. Seiring bertambahnya usia, perkembangan bahasa anak juga akan meningkat bersamaan dengan perkembangnya fungsi organ tubuh anak.

  1. Fase linguistik

Fase ini merupakan fase peralihan dari pralingustik. Di fase ini anak akan mulai belajar berbicara. Periode perkembangan bahasa anak usia dini akan dimulai dari umurnya 3 tahun sampai dengan 6 tahun, tapi sebenarnya fase lingustik juga sudah dilakukan sejak anak usia 1 tahun.

Berikut perkembangan bahasa fase linguistik anak usai dini:

3 tahun

Pada usia ini, anak sudah mampu bercakap dengan orang terdekatnya dengan kalimat-kalimat sederhana dengan dua konsonan kata yang ia dapatkan saat mendengar dan meniru orang lain bicara. Seperti, “mau kemana”, “makan ayam”, dll. Anak sudah mampu melontarkan pertanyaan dengan awalan kata tanya “mengapa”, kenapa”, “ini kok bisa gini”, “apa”. Walaupun sudah mulai bisa merangkap dua kata akan tetapi pengucapannya masih belum sempurna dan jelas atau “pelo”.

4 tahun

Di usia ini, anak sudah mulai dimasukan sekolah pendidikan Anak Usia Dini. Di PAUD, anak diajarkan untuk mulai berinteraksi sosial dengan teman dan gurunya. Ini berarti, kemampuan kosakata anak akan meningkat seiring peningkatan aktivitas sosialnya. Di usia ini, anak sudah mulai memahami konsep-konsep warna, bentuk, ukuran, rasa, bau, tekstur, dan kejadian.

Anak mulai senang bermain dengan teman sebayanya dengan bertukar pikiran. Bercerita tentang apa ini, mainan ini, kartun kesukaan mereka. Hal ini akan membuat wawasan anak terhadap bahasa menjadi luas.

Pada usia ini, karakteristik perkembangan bahasa anak sebagai berikut:

  1. Kemampuan bahasa berkembang pesat
  2. Memahami sesuatu yang dia lihat dan dengar
  3. Bisa menggungkapkan yang menjadi keinginannya
  4. Memahami gambar dan menceritakannya
  5. Sudah bisa menunjukan diri dengan kata ganti “aku, saya”
Usia 5 tahun

Pada usia ini, perkembangan bahasa anak sudah meningkat pada level seperti orang dewasa namun masih sederhana. Anak sudah bisa membedakan kata kerja dan kata penyetujuan serta penolakan seperti “kamu, kita, aku, makan, minum, mandi, tidak mau, setuju”. Anak juga sudah bisa bertanya dengan kalimat yang panjang dan mengarah ke hal yang ilmiah. Di usia ini anak sudah memahami kata perintah, ajakan.

Usia 6 tahun

Di usia ini perkembangan bahasa anak sudah luas dan komplek. Anak sudah bisa berpendapat, mengungkapkan keinginan secara detail, menyatakan kekagumannya, berinteraksi dengan teman sebaya yang lebih intens dan berimajinasi. Selain itu, anak juga sudah mampu menjadi pendengar baik dan kemampuannya dalam baca tulis sudah lancar.

Lalu dari faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini yang mereka dapatkan?

  1. Lingkungan

Lingkungan anak bermain dan belajar sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Lingkungan anak yang kaya akan bahasa mampu menstimulasi secara optimal anak dalam belajar. Lingkungan seperti ini bisa moms dapatkan seperti di PAUD, taman belajar membaca anak, lingkungan teman sebaya anak. Jika anak merasa nyaman dan senang dalam lingkungan belajarnya, maka anak juga akan senang dalam belajar bahasanya.

  1. Orang keluarga

Anggota keluarga juga ikut andil dalam perkembangan bahasa anak. Anggota keluarga yang sayang dan menunjukan sikap tertarik pada anak, mereka akan condong untuk selalu mengajak anak berinteraksi. Ikatan emosi yang terjalin anatara anak dan anggota keluarga akan mampu membuat anak belajar bahasa lebih optimal.

  1. Orang tua

Orang tua merupakan tonggak utama anak belajar bahasa, terutama si ibu. Bagaimana tidak setiap jam dari bayi lahir sampai nantinya waktunya akan banyak habis dengan ibu. Seperti kata pepatah, orang tua merupakan guru terbaik untuk pendidikan anak. Ini juga berlaku untuk perkembangan bahasa anak. Orang tua yang aktif mengajak bicara anak saat masih bayi, akan mendorong anak juga aktif dan ini bisa menjadi salah satu cara akselerasi anak belajar bahasa.

Untuk selalu mendukung tumbuh kembang anak terutama perkembangan bahasa anak usia dini, lakukan latihan-latihan yang membantu meningkatkan perkembangan bahasanya baik itu dilakukan di pendidikan anak usia dini ataupun di rumah. Tak lupa selalu utamakan asupan makanan yang bernutrisi karena ini juga membantu suply gizi untuk tubuh anak yang baik untuk perkembangan tubuhnya. Yang terakhir, selalu pahami fase-fase perkembangan fisik dan bahasa anak agar dapat memantau secara benar perkembangan yang terjadi pada anak. Jika terjadi kelainan atau keterlambat sebaiknya konsultasikan pada psikolog atau dokter anak.

Trik Cepat Menghilangkan bau pesing di kasur

Trik Cepat Menghilangkan bau pesing di kasur

Kasur kena ompol bayi sudah hal biasa terjadi setiap hari kan moms? ini yang biasa menjadi kendala moms tiap harinya. Ompol yang menempel dan meresap pada kasur biasanya akan menimbulkan noda kuning yang kering dan tentu saja tak luput dari bau pesing, tapi ada juga lho moms ompol yang tidak meninggalkan bekas di kasur tapi tetap bau pesing. Sebagai moms tangguh, halini bukanlah menjadi sesuatu yang harus dihindari. Kalau dihindari, bagaimana nantinya nasib kasur kita? haruskah ganti kasur baru tiap bayi ngompol? Bisa membengkak nanti pengeluaran kebutuhan rumah tangga.

Urine pada dasarnya memiliki bau yang tidak sedap atau lebih dikenal dengan bau pesing. Hal ini disebabkan oleh asupan makanan yang dikonsumsi. Makan yang sudah terproses dalam tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk tinja dan juga urine. Itu artinya urine inilah yang membawa kotoran dan sisa makanan keluar dari tubuh kita. Namanya juga kotoran, pasti baunya tidak sedap.

Jika moms menghadapi masalah ini, apa yang biasa moms lakukan untuk menghilangkan bau pesing di kasur? Bau pesing di kasur akan hilang total jika kita mencucinya. Sama seperti dengan menghilangkan noda dibaju yang hilang ketika kita mencucinya dengan bersih. Tapi apa ya harus selalu di cuci? Bagaimana ketika musim hujan tiba? Sinar matahari yang sering ketutup mendung? Jika kasur tidak langsung kering, membuat kasur tambah bau apek dan pesing.  Mencuci kasur bukanlah cara yang efektif untuk menghilangkan bau pesing di kasur. Kemudian bagaimana cara efektif untuk menghilangkan bau pesing di kasur?

Urine terbuat susunan kristal – kristal asam urat. Kristal ini bisa dihancurkan dengan menggunakan cairan pembersih seperti enzim. Walaupun sumber bau hanya pada titik tertentu di kasur tetapi baunya bisa menyebar ke seluruh ruangan kamar karena sangat pesingnya. Untuk menghilangkan baunya, moms sebenarnya hanya perlu membersihkan bagian yang kena ompol saja kemudian segera keringkan. Ini akan membantu proses pengeringan lebih cepat. Agar lebih optimal, lakukanlah langkah berikut ini untuk menghilangkan bau pesing di kasur:

  1. Langkah awal, pisahkan terlebih dahulu seprai dan selimut dari kasur. Masukan dalam keranjang cucian terpisah dari baju kotor lainnya. Ini dilakukan untuk menghindari agar bau pesing di seprai tidak menyebar di baju kotor lainnya.
  2. Angkat kasur, pindahkan ke ruang terbuka yang bisa terkena sinar matahari langsung. Bisa diposisikan berdiri atau di taruh di bawah dengan memberi alas plastik atau tikar. Ini memudahkan moms agar leluasa dalam mencuci bagian kasur yang kena ompol. Selain itu, tidak repot-repot untuk memindahkan lagi kasur dijemur.
  3. Berikan soda kue di area kasur kena ompol. Soda kue ini berfungsi untuk menyerap sisa ompol yang ada di kasur sehingga kasur tidak lembab lagi. Diamkan soda kue selama 5 – 7 menit untuk hasil yang maksimal, kemudian bersihkan soda kue darikasur dengan lap basah atau kering. Jika ompol tembus bagian bawah, moms bisa membalik kasur kemudian lakukan hal yang sama.
  4. Buatlah larutan air dengan detergen. Pilihlah detergen cair karena lebih mudah diserap oleh kasur. Masukan larutan campuran kedalam botol semprot. Kemudian, semprotkan larutan yang sudah dibuat pada bagian kasur yang kena ompol. Diamkan selama 4-5 menit, kemudian sikat perlahan. Jika sudah, lap dengan kain basah untuk menghilangkan busa detergen.
  5. Taburkan kembali soda kue untuk menyerap air dalam kasur.
  6. Proses selesai, moms hanya perlu menjemurnya dibawah sinar matahari langsung agar cepat kering. Jika sudah kering, bersihkan sisa soda kue yang menempel di kasur dengan sapu.
  7. Untuk seprai, cucilah sendiri jangan dicampur dengan baju kotor lain. Keringkan, seprai siap dipakai lagi.
  8. Sebelum dipasangkan dan dipakai lagi, hendaknya perhatikan betul tingkat kering kasur terutama bagian sisi dalam. Kasur yang tidak 100% kering kemudian ditutup seprai akan memicu timbulnya jamur.

Itulah tadi moms langkah yang perlu moms lalukan untuk menghilangkan bau pesing di kasur secara efektif.

Perlu moms ketahui, tidak hanya soda kue saja yang membuat pekerjaan menghilangkan bau pesing di kasur ini menjadi lebih mudah. Banyak bahan-bahan rumah tangga yang ternyata ampuh untuk membantu menghilangkan bau pesing di kasur. Apa saja? Ini dia moms ulasannya, simak ya…

  1. Tepung maizena

Siapa sangka bahan makanan satu ini memiliki fungsi lain dalam kehidupan rumah tangga. Tepung maizena yang biasa kita gunakan untuk membuat kue, ini bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan bau pesing di kasur. Caranya sangat mudah, moms tinggal menaburkan tepung maizena di kasur yang kena ompol atau bagian kasur yang bau pesing. Taburkan secara merata, diamkan selama 10 – 15 menit. Jika sudah bersihkan tepung maizena dengan lap basah. Setelah itu keringkan kasur.

  1. Obat kumur

Obat kumur bisa menjadi salah satu cara alternatif jika moms sudah kebingungan untuk menghilangkan bau pesing dikasur. Obat kumur, pada dasarnya memiliki kandungan detergen walaupun hanya sedikit. Kandungan detergen inilah yang akan membantu menghilangkan pesing di kasur. Sama seperti yang lain, tuangkan obat kumur di area pesing secukupnya. Diamkan kurang lebih 5 menit kemudian sikat dengan sikat kain atau sikat gigi bekas. Bilas dengan lap kain basah. Langkah terakhir, mengeringkan di bawah sinar matahari agar kering sempurna.

  1. Cuka

Cuka merupakan merupakan senyawa asam yang sering kita jumpai untuk membuat makanan acar. Selain digunakan untuk makanan, cuka juga biasa digunakan untuk pembersih sepatu atau menghilangkan bau seperti menghilangkan bau pesing di kasur. Cuka memiliki bau yang tajam sehingga ini dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau. Caranya: campurkan 1 sendok cuka kedalam segelas air. Moms bisa semprotkan atau oleskan cairan cuka itu pada kasur yang pesing. Diamkan selama 15 menit, bersihkan dengan handuk kering dengan cara ditekan-tekan. Moms bisa keringkan di bawah sinar matahari atau dibiarkan aja kering sendiri.

  1. Alkohol

Salah satu bahan rumah tangga yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau pesing di kasur adalah alkohol dengan kadar 70%. Caranya mudah, moms bisa menggunakannya dengan cara seperti bahan-bahan yang lain. Dituangkan ke area ompol, diamkan sekitar 15 menit kemudian bersihkan dengan air bersih, Lalu keringkan. Jika moms kesulitan untuk mengeluarkan kasur keluar rumah, moms bisa keringkan kasur secara instan dengan hair dryer.

  1. Bedak bayi

Memang tidak bisa menghilangkan bau pesing 100% sih moms, tapi bedak bayi juga bisa digunakan untuk membantu menghilangkan bau pesing di kasur.

Wow, cukup mudah kan moms cara yang kami berikan? Dari pada ribet harus nyuci kasur yang belum tentu keringnya, moms cukup lakukan saja cara di atas dengan menggunakan bahan yang ada di rumah. Ini lebih efektif dan hemat waktu. Yuk moms, jadi ibu yang cerdas…

Tips Membawa Bayi Naik Pesawat

Tips Membawa Bayi Naik Pesawat

Liburan bersama si bayi bisa menjadi liburan yang tak terlupakan untuk si bayi. dengan mengajaknya liburan bisa dijadikan sebagai sarana pengenalan dunia luar untuk bayi. liburan ini juga bisa dijadikan saranan untuk meningkatkan intensitas kedekatan emosional anatara bayi dan moms serta keluarga lainnya, seperti kakak, kakek , dan nenek. Jika moms memutuskan untuk liburan seru dengan bayi ke luar negeri yang mengharuskan menggunakan alat transportasi udara maka, moms wajib memperhatikan kenyamanan dan keamanan si bayi. Jangan sampai liburannya rusak karena bayi tidak nyaman saat perjalanan seperti muntah atau rewel terus. Naik pesawat bisa digunakan untuk mengenalkan bayi alat transportasi sejak dini sehingga mengurangi resiko mabuk transportasi udara. Moms tidak mau kan jika sampainya di negeri orang yang niatnya liburan malah menjadi tidak menyenangkan karena repot mengurusi bayi yang rewel?

Untuk mencegah itu, moms perlu menyiapkan segala persiapan yang diperlukan untuk membawa bayi naik pesawat. Yah namanya juga bayi, pasti akan lebih repot dan banyak yang harus dibawa dari pada ketika kita mengajak anak-anak atau orang dewasa berlibur naik pesawat. Sebelum tahu persiapan apa yang harus disiapkan dengan matang, apakah boleh bayi itu ikut naik pesawat? Seperti apa aturan umurnya?

Setiap maskapai penerbangan tentunya memiliki syarat dan prosedur sendiri terkait penumpang bayi. Untuk memastikannya moms perlu mendatangi atau menghubungi maskapai untuk mendapatkan info terlebih dahulu, jangan sampai moms sudah siap dengan segala sesuatunya, tetapi usia si bayi belum mencukupi untuk naik pesawat. Pada dasarnya, bayi sudah bisa ikut naik pesawat mulai umur 3 bulan. di usia ini bayi sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, seperti lehenya sudah kuat untuk menopang kepala, bayi sudah mulai aktif mengoceh sehingga tidak membosankan nantinya. Walaupun belum maksimal tetapi diusia ini sudah cukup kuat untuk diajak naik pesawat, yang terpenting persiapan dan perlakuan selama di pesawat itu benar.

Nah moms, untuk mendukung acara liburan moms agar menyenangkan, berikut kami ulaskan beberapa tips membawa bayi naik pesawat.

  1. Persiapan berangkat

Sebelum membeli tiket untuk bepergian dengan bayi, moms perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini

  • Pastikan jam terbang yang dipilih adalah jam saat bayi tidur, bisa tidur siang atau malam karena pastinya di jam-jam tidur membuat bayi lebih nyaman saat naik pesawat. Selain itu mengurangi repotnya moms saat bayi terjaga. Jika moms menginginkan bayi naik pesawat saat keadaan terjaga, pastikan moms memilih jam setelah bayi itu makan. Ini juga mengurangi bayi jadi rewel saat naik pesawat.
  • Pesanlah tambahan kursi khusus untuk bayi seperti baby bassinet. Tidak semua maskapai menyediakan tempat tidur khusus bayi ini. Moms perlu menanyakan terlebih dahulu ke maskapai apakah ada sarana ini di pesawat, jika tidak moms bisa menggunakan stroller sendiri yangmemiliki desain khusus untuk penerbangan. Ini membuat moms lebih mudah untuk menjaga si bayi daripada harus di pangku atau digendong.
  • Dalam memilih kursi duduk, upayakan untuk memilih kursi dudukyang terdepan. Ini bisa memberikan ruang gerak lebih untuk bayi dan baik untuk pernafasannya. Jika memang terpaksanya tidak ada kursi yang terdepan, usahakan memilih tempat dudu yang dekat dengan jendela agar bayi bisa diperlihatkan pemandangan luar sehingga bayi senang. Jangan lupa menanyakan jika memilih tempat sendiri ada tambahan biaya atau tidak. pastikan untuk tidak over budget dari yang sudah ditentukan.
  • Perlengkapan bayi. ini nih yang tidak kalah penting, perlengkapan bayi harus terpenuhi semua, jangan sampai moms kerepotan saat butuh sesuatu di pesawat tetapi lupa moms bawa. Perlengkapan yang wajib dibawa selama berpergian dengan bayi seperti mainan, dot, baju hangan, popok ganti, selimut, peralatan makan, kosmetik bayi, tas sampah untuk menampung sampah bayi, dan beberapa camilan atau makanan yang sehat. Lebih baik menyiapkan makanan sendiri dari rumah sehingga terjamin kebersihan dan keamananya. Perhatikan cara penataannya ya moms, agar tidak kebingungan mencari barang saat di pesawat. Popok, susu bisa ditaruh di tas bagian depan. Baju ganti, selimut dan alat makan bisa ditaruh di tengah dan cemilan bisa ditaruh di atas.
  • Obat-obatan untuk bayi juga perlu untuk dibawa jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Terlebih jika bayi memang sudah ada riwayat sakit tertentu, moms perlu hati-hati jangan sampai kambuh selama dalam pesawat. Daftarkan asuransi kesehatan untuk bayi agar tetap tercover selama perjalanan.
  1. Didalam pesawat

Sebelum berangkat saja banyak hal yang perlu diperhatikan, sama halnya ketika sudah didalam pesawat dan sudah mulai penerbangannya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika si bayi berada dalam pesawat:

  • Saat rewel, moms bisa sesekali mengajak bayi berjalan di sepanjang selasar pesawat dan memperlihatkan pemandangan dari dalam pesawat. Jangan dilepas sendiri ya moms, moms bisa menggendongnya.
  • Selalu pastikan bayi dalam keadaan yang bersih agar tidak terkena kuman penyakit. Didalam pesawat kita akan menemui berbagai macam orang sehingga kita juga tidak tau virus apa yang dibawa dari orang-orang tersebut. Jika ada yang bersih, usahakan untuk menjauh dan menggunakan penutup wajah sementara.
  • Selain bayi, moms juga perlu untuk selalu menjaga kebersihan, gunakan lotion anti kuman atau gel anti kuman untuk membunuh kuman penyakit yang ada.
  • Sering kali telinga bisa menjadi nyeri karena tekanan udara di dalam udara tidak sama dengan ketika kita berada di rumah. Untuk mencegah itu moms bisa menggendongnya saat menyusui.
  • Moms perlu minum banyak air putih agar suply ASI terpenuhi. Jika selama di pesawat ASI terpenuhi, ini mengurangi resiko bayi kena dehirasi.
  • Jika si bayi sudah diberikan MPASI seperti makanan dan minuman. Usahakan moms membawa susu formula dalam kemasan yang masih bubuk saja. Sehingga jika sewaktu- waktu dibutuhkan tinggal buat saja.
  • Jika didalam pesawat bayi kegerahan, usahakan jangan terus dibawa ke bawah AC tetapi, kipasi pelan-pelan, lap tubuhnya dengan waslap kering dan gantikan bajunya dengan baju yang baru.
  • Ketika sudah landing, moms tidak perlu terburu-buru untuk turun dari pesawat. Biarkan saja dulu penumpang lain turun. Baru jika sudah terlihat longgar moms turun. Ini dilakukan untuk menghindari bayi merasa sumpek dan kepanasan saat turun.

Dari semua tips membawa bayi naik pesawat diatas, ini yang paling utama untuk diperhatikan. Sebelum mengajak bayi naik pesawat pastikan dulu kesehatan bayi. Moms bisa membawa bayi ke dokter untuk chek up kesehatan dan mengutarakan keinginan moms yang akan membawa bayi naik pesawat sehingga dokter bisa memberikan saran untuk moms. Lakukan pemeriksaan ini 3-7 hari sebelum keberangkatan. Tak lupa selalu jaga kesehatan bayi dengan asupan yang bergizi untuk mendukung sistem imunnya. Selamat Liburan moms….

Moms, Sampai usia berapa bayi dibedong?

sampai usia berapa bayi dibedong

Bayi terlahir dengan kulit yang masih tipis sehingga sangat rawan dengan udara dingin. Moms memerlukan sarana yang mampu membuatnya untuk selalu hangat. Salah satunya dengan menggunakan bedong. Bedong merupakan selendang yang biasa dililitkan pada bayi setelah mandi untuk memberikan rasa aman, hangat dan nyaman sehingga bayi merasa relaks dan tidurnya nyenyak. Membedong bayi memiliki banyak manfaat untuk bayi. Membedong bayi juga merupakan salah satu cara yang bisa dipakai untuk menenangkan bayi ketika bayi rewel. Bayi yang baru lahir juga sering terkagetkan oleh suatu hal, biasanya moms menggendong bayi salah satunya juga bertujuan untuk mengurangi efek kaget pada bayi.

Banyak yang beranggapan bahwa membedong bayi bisa membuat kaki bayi lurus, memang benar tetapi pada dasarnya kaki bayi sejak dalam kandungan reringkuk, sehingga saat lahir pun kaki bayi akan kelihatan bengkok, tetapi seiring bertambahnya usia kaki akan lurus sendiri. Saat membedong bayi, jangan dilakukan asal saja ya moms… karena walapun banyak manfaatnya,  membedong bayi juga memiliki beberapa resiko untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berikut beberapa resiko tentang membedong bayi.

  1. Bayi susah nafas

Bayi terlahir dengan saluran pernafasan yang masih kecil. Saat moms membedong bayi terlalu ketat, ini akan membuat bayi cepat kepanasan sehingga oksigen yang masuk dalam tubuh kurang. Bedong yang terlalu ketat juga bisa menyebabkan bayi beresiko terkena dysplasia atau pertumbuhan yang tidak normal.

  1. Resiko terkena Sudden Infant Death Syndrome

Siapa yang suka bayinya terkena SIDS? Menurut penelitian dari Center of Disease Control and Prevention mengutarakan bahwa salah satu penyebab DIDS . Bayi bisa terkena SIDS salah satunya karena bedong bayi yang terlalu ketat atau longgar.

  1. Bayi mudah kena ruam

Bayi yang di bedong terlalu lama, sirkulasi udaranya tidak cukup banyak akan membuat keringat yang keluar tidak bisa hilang dan membuat kulit bayi yang sensitif menjadi panas dan ruam. Ruam juga bisa terjadi ketika bedong yang digunakan, tidak bersih.

Seiring bertambahnya usia bayi, maka tidak seharusnya bayi dibedong terus menerus. Bayi yang sudah aktif bergerak dan lincah, akan susah untuk dibedong. Bayi yang sudah tidak mau lagi dibedong, biasanya akan memunculkan beberapa tanda berikut:

  1. Bayi tidka mau diam saat akan dibedong
  2. Sering bangun dimalam hari dan merasa kegerahan dengan bedong yang dipakai, hasilnya dia akan rewel jika tidak dilepas
  3. Menunjukan rasa tidak nyaman saat bayi dibedong. Ini ditandai dengan bayi saat dibedong dia berusaha untuk melepaskan bedong.

Jika moms sudah melihat tanda-tanda itu di bayi, maka sebaiknya moms hentikan pemakaian bedong bayi. Hal ini dialami oleh tiap orang yang beda-beda usiannya. Lalu sampai usia berapa bayi dibedong? Membedong bayi bisa dilakukan ketika refleks moro pada bayi sudah berkurang atau hilang. Karena jika refleks tersebut sudah berkurang, otomatis bayi sudah berkembang kemampuan mentalnya. Refleks pada bayi biasanya berkurang atau hilang pada usia 3 bulan. di usia ini lah moms bisa menghentikan membedong bayi.  Pada usia ini bayi perlu mengembangkan kemampuannya untuk bergerak dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Menghilangkan bedong dari bayi seharusnya dilakukan secara bertahap. Moms bisa mulai dengan mengganti bedong dengan selimut biasa ketika tidur atau menaikan suhu ruangan kamar agar bayi tetap terjaga. Perhatikan juga untuk ada tidaknya nyamuk ya moms…

Copyright © 2020 Doodle

Follow Our Social Media

Copyright © 2020 Doodle. Semua hak cipta dilindungi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Copyright © 2018 Doodle. Semua hak cipta dilindungi