20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap

Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap

Kelahiran seorang bayi memang menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan sekali oleh para pasangan yang sudah menikah. Tentu saja mereka pastinya mendambakan dan menginginkan untuk memiliki yang namanya buah hati sehat dan juga sempurna. Maka dari itu, biasanya bayi yang baru lahir akan menjalani yang namanya pemeriksaan fisik terlebih dahulu, yang akan dilakukan oleh dokter, bidan atau team medis lainnya yang membantu sang ibu melahirkan. Namanya pemeriksaan fisik bagi bayi yang baru saja dilahirkan ini, memang harus dilakukan sedini dan juga sesegera mungkin. Biasanya pemeriksaan fisik bayi ini akan di lakukan setelah bayi sudah dalam keadaan stabil, yaitu sekitar 6 hingga 24 jam setelah di lahirkan. Salah satu tujuan diadakannya 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap ini supaya apabila terjadi kelainan ataupun gangguan pada bayi, bisa segera di tindak lanjuti segera mungkin.

Dalam melakukan 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap ini, tentu saja para ahli medis atau tenaga kesehatan terkait harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya yaitu :
– Ruangan harus hangat terang dan juga dalam keadaan yang bersih
– Sebelum melakukan pemeriksaan, harus mencuci tangan terlebih dahulu dan juga menggunakan yang namanya celemek serta sarung tangan
– Pastikan juga kalau alat untuk melakukan pemeriksaan bersih
– Pemeriksaan bisa dilakukan dengan cara sistematis, yaitu head to toe.
– Jika nantinya saat pemeriksaan adanya kelainan yang ditemukan, bisa dilakukan tindakan, ataupun rujukan.
– Melakukan yang namanya pendokumentasian.

20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap sendiri mencakup mengenai tanda vital, pengukuran pertumbuhan bayi, penilaian sistem, dan juga penilaian umur dari kehamilan. Berikut ini info mengenai 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap, diantaranya yaitu :

  1. Keadaan umum

    – Yang pertama adalah menilai ukuran bayi secara keseluruhan, apakah kecil atau besar
    – Selanjutnya mengukur ukuran tubuhnya, apakah proporsional atau tidak
    – Menilai kondisi bayi, apakah aktiv atau lemah
    – Tangisan bayi apaah keras , melengking atau lemah
    – Kesadaraan dari bayi, letargis, waspada atau sedasi
    – Warna kulit bayi, pucat, kuning, atau merah muda

  2. Pemeriksaan tanda vital bayi

    a) Pemeriksaan awal Sistem pernapasan
    – Pernapasannya nyaman
    – Bayi tidak mengorok
    – Bayi tidak pucat
    – Tidak adanya lekukan pada dada
    Penilaian sistem pernapasan
    – Warna kulit apakah merah muda, pucat, gelap, kebiruan atau berbinting kuning
    – Saat sedang bernapasa apakah mengorok, kembang kempis, retraksi
    – Suara saat sedang bernapas , apakah jauh, dangkal , melemah
    b) Pemeriksaan denyut jantung
    – Caranya adalah dengan di ukur menggunakan auskultasi/jari, diatas jantung bayi, sekitar 1 menit lamanya
    – Untuk denyut jantung bayi yang normal adalah 120 sampai 160 menit
    c) Pemeriksaan suhu tubuh
    – Di ukur dengan menggunakan aksila, yaitu dengan waktu 5 menit
    – Untuk suhu yang normal adalah 36.5 derajat celcius hingga 37 derajay celcius
    – Gejala hipotermia yaitu tanda vital yang tidak stabil, mengalami dehirasi, dan juga terjadinya perubahan glukosa pada darah
    – Gejala hipetermia yaitu bayi mengalami demam, kurang minum dan juga terjadi infeksi
    d) Pemeriksaan tekanan darah
    – Di ukur pada tangan dan juga kaki, sesuai dengan kondisi si bayi
    – Untuk tekanan darah yang nomal adalah 60-89 hingga 40 sampai 50
    – Tekanan darah pada bayi bisa meningkat saat sedang menangis dan akan menurun jika bayi sedang tidur
    e) Pengukuran pada 3 komponen pertumbuhan bayi, yaitu :
    – Bayi akan di timbang setiap hari untuk mengetahui berat badannya
    – Mengukur panjang bayi dengan cara memposisikan bayi terlentang. Untuk ukuran panjang bayi yang normal adalah 45 cm hingga 53 cm.
    – Mengukur lingkar pada kepala, untuk ukuran normal adalah 33 cm hingga 38 cm.

  3. Pemeriksaan fisik pada kepala

    – Chek apakah adanya benjolan, haetaom, atau caput pada kepala
    – Chek fontanel, apakah bentuknya datar, cekung, atau menonjol
    – Chek sutura, apakah molase, dan juga ukuran derajatnya
    – Chek pertumbuhan rambut pada bayi

  4. Pemeriksaan fisik mata

    – Chek apakah pergerakan mata simetris atau tidak, gerakannya sama atau tidak
    – Chek apakah adanya darah pada permukaa mata
    – Chek pergerakan pupil simetris
    – Chek apakah mata terbuka atau menutup

  5. Pemeriksaan fisik telinga

    – Chek apakah telinga sejajar dengan mata
    – Chek apakah bentuk telinga simetris atau tidak
    – Chek apakah ada pengeluaran pada telinga

  6. Pemeriksaan fisik hidung

    – Chek apakah bayi bernafas dengan spontan menggunakan hidung
    – Chek apakah ada tanda kebiruan pada hidung

  7. Pemeriksaan fisik mulut

    – Chek apakah bayi bernafas secara spontan denngan mulut
    – Chek tanda labio-polatoskizis

  8. Pemeriksaan fisik leher

    – Chek apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan juga getah bening pada leher
    – Chek apakah adanya tonick neck refleks

  9. Pemeriksaan fisik dada

    – Chek apakah bentuk dada simetris atau tidak, gerakan nafasnya apakah mengalami kesulitan
    – Chek dan dengarkan suara nafas pada dada kiri atau kanan, apakah sama atau tidak
    – Chek apakah ada pembesaran pada kelenjar mammae
    – Chek dan dengarkan denyut jantung bayi dengan menggunakan fetoskop

  10. Pemeriksaan fisik perut

    – Chek apakah perut terlihat normal dan terdapat tali pusat
    – Chek apakah adannya hernia umbilicalis ketika bayi sedang menangis
    – Chek apakah suara pada perut ada atau tidak
    – Chek apakah dinding perut berwarna merah, meregang atau membuncit’
    – Chek palpasi, apakah lembek, meregang atau nyeri

  11. Pemeriksaan fisik bahu

    – Chek apakah bentuk bahu simetri
    – Chek apakah bahu dapat digerakkan secara normal

  12. Pemeriksaan fisik lengan

    – Chek kelengkapan lengan
    – Chek bentuk lengan apakah normal atau tidak
    – Chek apakah lengan dapat digerakkan

  13. Pemeriksaan fisik jari

    – Chek kelengkapan pada jari tangan
    – Chek apakah jari bisa digerakkan secara normal

  14. Pemeriksaan fisik genetalia

    I. laki-laki
    – memiliki scrotum, yang terdiri dari 2 kantung dan berisi testis
    – memiliki lubang penis yang berada tepat di tengah, dengan panjang normanya sekitar 2.5 cm
    II. perempuan
    – chek apakah ada amayora dan juga minora
    – chek apakah adanya keluar cairan, baik itu yang berwarna kream, putih atau pseudomenorh, dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 10 hari
    – apakah sudah miksi atau belum dalam waktu 24 jam

  15. Pemeriksaan fisik panggul

    – chek dan peganglah paha dan juga betis bayi, dengan gerakan lurus kearah samping, dan dengarkan apakah ada bunyi klik atau tidak
    – kemudian gerakan juga paha ke atas dan ke bawah, dan dengarkan lagi, apakah ada bunyi klik

  16. Pemeriksaan punggung

    – chek apakah ada benjolan pada punggung

  17. Pemeriksana fisik anus

    – chek apakah ada benjolan pada anus
    – chek apakah anus ada lubang atau tidak

  18. Pemeriksaan fisik ektermitas bawah

    – chek apakah bentuknya simetris atau tidak
    – chek kelengkapan dari jari
    – chek reflesk babinski
    – chek gerarakan dari bayi, apakah aktif atau lemah

  19. Pemeriksaan fisik kulit bayi
  20. Pemeriksana fisik pada kaki bayi

    – chek kelengkapan jari pada bayi
    – chek gerak dari kaki bayi

Info mengenai 20 Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Paling Lengkap di atas, semoga bermanfaat untuk anda.

Cara Mensterilkan Pompa Asi

Cara mensterilkan pompa asi

Salah satu kebahagiaan seorang wanita adalah bisa menjadi ibu dari anak-anak mereka. Dengan melahirkan dan menjadi seorang ibu, pastinya seorang wanita akan merasa lebih sempurna lagi. Kasih sayang dan juga perhatian pastinya akan selalu dicurahkan untuk buah hati tercinta. Termasuk juga dengan memberikan Asi eksklusif selama 6 bulan , yang akan semakin membantu tumbuh kembang si buah hati. Benar sekali, pemberian asi eksklusif memang sangatlah penting sekali untuk bayi. Karena asi mengandung nutrisi yang sangat tinggi sekali. Apapun caranya para ibu akan memberikan dan berusaha untuk memberikan asi secara eksklusif pada buah hatinya.

Lantas bagaimanakah dengan mereka yang sudah sibuk bekerja alias menjadi wanita karier. Pastinya banyak wanita yang merasa dilema mengenai kondisi tersebut. Tapi anda tidak perlu kuatir. Meskipun sibuk di luar rumah dan bekerja, bukan berati tidak bisa memberikan asi kepada si kecil. Terlebih lagi zaman saat ini sudah semakin canggih dan juga modern. Memberikan asi pada si kecil pun bisa dilakukan dengan cara memompanya terlebih dahulu. Sehingga meskipun anda harus bekerja di luar rumah masih bisa tetap memberikan asi untuk si kecil.

Namun meskipun kini pemberian asi bisa lebih mudah dengan menggunakan pompa asi. Anda pun harus tetap menjaga kebersihan dari pompa asi tersebut. Kalau sampai pompa asi yang anda gunakan tersebut jarang di cuci atau tidak di jaga kebersihannya, maka bisa membahayakan sekali untuk si kecil. Sebab bakteri atau kuman masih banyak yang menempel pada pompa asi tersebut. Yang paling membahayakan lagi adalah bisa membuat nyawa anak anda melayang. Maka dari itu, yang namanya menjaga kebersihan dari pompa asi ini sangatlah penting sekali. Supaya kesehatan si kecil tetap terjaga. Pastikan terlebih dahulu kalau yang namanya pompa asi tersebut sudah steril dan bersih. Mengapa menjaga kebersihan dari pompa asi ini sangat penting sekali, dan juga perlu di perhatikan untuk para ibu.
Terutama para ibu muda yang baru pertama kali memiliki anak. Karena pada sekitar tahun 2017 yang lalu, telah di temukan beberapa kasus dari bayi prematur yang menderita penyakit meningitis dan juga mengalami yang namanya kerusakan pada jaringan otaknya. Hal tersebut dikarenakan adanya infeksi bakteri pada asi perah. Ternyata setelah di teliti lebih detai lagi, bakteri tersebut ditemukan pada bagian pompa asi yang digunakan dan juga di tempat pencucian piring yang ad adi rumah. Cara mensterilkan pompa asi sebenarnya tidaklah sulit, dan tentu saja bisa anda lakukan sendiri dirumah.

Untuk anda yang belum mengetahui bagaimana Cara mensterilkan pompa asi yang baik dan benar, tenang saja. Berikut ini kami akan memberikan beberapa tips ataupun Cara mensterilkan pompa asi , diantaranya yaitu :

  1. Pertama yang harus anda lakukan adalah mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan juga membilasnya pada air yang sedang mengalir.
  2. Kemudian bisa gunakan cairan desinfektan yang berfungsi untuk membersihkan tombol-tombol pada pompa asi tersebut.
  3. Bacalah dengan seksama dan teliti bagaimana intruksi manual yang di berikan oleh produsen pompa asi terssebut. Supaya anda juga bisa lebih mudah saat akan membongkar atau membuka botol asi saat akan di cuci dan dibersihkan.
  4. Untuk bagian pompa asi yang harus anda cuci adalah bagian lehernya, klep, botol, dan juga corongnya.
  5. Bilaslah semua bagian dari pompa asi tersebut sampai bersih dan tidak ada sisa ASI yang masih menempel
  6. Lepaskan pompa asi satu persatu-satu
  7. Gunakanlah air hangat dan juga sabun khusus untuk mencuci botol bayi. Supaya bakteri bisa hilang dan juga mati.
  8. Selain itu , jangan sampai bagian pada pompa asi tersebut menyentuh pada bagian tempat cuci piring yang banyak mengandung bakteri atau kuman. Gunakan saja wadah atau tempat plastik khusus untuk meletakkan dan juga mencuci pompa asi tersebut.
  9. Gunakan sikat khusus saat akan membersihkan pompa asi. Namun hindari untuk menggunakan spons ataupun scrub yang biasanya anda gunakan untuk mencuci perlengkapan makan dirumah.
  10. Jika semua bagian pada pompa asi sudah di bersihkan dan dicuci. Tahap selanjutnya adalah anda bisa mengeringkannya, yaitu dengan menggunakan tisu dapur atau lap yang bersih. Hindari untuk menggunakan lap yang sudah di pakai mengelap benda lainnya. Hal tersebut supaya bisa menghindari terjadinya kontaminasi bakteri yang bisa menempel pada pompa asi.
  11. Kalau sudah kering, anda bisa langsung memasang semua bagian pada pompa asi tersebut. Simpan jika tidak sedang digunakan.

Mudah sekali bukan cara mensterilkan pompa asi tersebut. Jangan sampai anda malas saat akan membersihkan pompa asi si kecil. Karena yang namanya jamur atau bakteri akan semakin banyak dan berkembang biak jika pompa asi tersebut tidak segera dibersihkan. Apalagi bayi masih belum memiliki sistem imun yang baik dalam menjaga tubuhnya dari serangan berbagai macam jenis bakteri atau kuman. Kebersihan dari pompa asi ini juga akan sangat mempengaruhi sekali untuk tumbuh kembang si kecil. Selain anda harus mengetahui mengenai cara mensterilkan pompa asi yang baik dan benar, anda juga harus memahami mengenai panduan untuk menyimpan asi perah yang benar. Berikut infonya dibawah ini yang bisa anda langsung simak, diantaranya yaitu :

  • Daya tahan asi perah segar pada suhu ruangan 27°C hingga 32°C, bisa bertahan 3 hingga 4 jam
  • Daya tahan asi perah segar pada coler bagi 15°C, bisa bertahan hingga 24 jam
  • Daya tahan asi perah yang disimpan pada kulkas bagian bawah, bisa bertahan hingga 3 hari
  • Daya tahan asi perah yang disimpan pada freezer khusus, bisa bertahan hingga 12 bulan
  • Daya tahan asi perah yang disimpan pada freezer kulkas 2 pintu , bisa bertahan hingga 6 bulan
  • Daya tahan asi perah yang disimpan pada freezer satu pintu, bisa bertahan hingga 2 minggu.

Selain itu , untuk mencairakan asi perah yang masih beku, ada 2 cara yang bisa anda lakukan, diantaranya yaitu :

  • Cara pertama adalah dengan menurunkan suhu dari asi tersebut secara perlahan. Anda bisa memindahkan asi perah yang masih beku dari freezer, ke kulkas bagian bawah selama 12 jam, sebelum di berikan pada si kecil.
  • Cara yang kedua adalah dengan mencairkannya di bawah aliran air keran. Tunggu hingga asi yang beku menjadi mencair. Namun yang perlu anda ingat juga adalah, jangan sampai membekukan kembali asi yang sudah anda cairkan.

Berbagai macam info yang sudah kami bagikan di atas, mulai dari Cara mensterilkan pompa asi hingga cara penyimpanan asi perah yang baik dan benar ini, semoga bermanfaat untuk anda.

Cara Membersihkan Karet Dot Bayi

Cara membersihkan karet dot bayi

Menjaga dan juga merawat bayi memang harus dilakukan dengan baik dan benar. Terutama untuk para pasangan muda yang baru saja dikarunia buah hati pertama. Banyak dari mereka yang masih bingung dalam menjaga dan juga merawat buah hatinya. Selain itu merawat kebersihan perlengkapan bayi juga wajib untuk dilakukan, supaya kesehatan si bayi pun tetap terjaga. Salah satunya seperti menjaga kebersihan dot bayi. Seperti kita ketahui kalau yang namanya dot bayi ini menjadi perlengkapan yang wajib untuk dimiliki bayi dan juga wajib pula untuk dijaga akan kebersihannya. Sebab kalau tidak dijaga kebersihannya, kuman dan bakteri pasti masih banyak menempel didalamnya, dan tentunya akan sangat membahayakan sekali bagi kesehatan buah hati anda. Untuk anda yang belum mengetahui bagaimana cara membersihkan karet dot bayi, jangan kuatir dan bingung. Berikut ini kami akan memberikan beberapa tips mengenai cara membersihkan karet dot bayi yang baik dan benar, diantaranya yaitu :

  1. Lepaskan semua bagian pada botol

    Cara membersihkan karet dot bayi yang pertama adalah dengan melepaskan semua bagian pada botol bayi tersebut. Kemudian anda bisa menuangkan sabun yang memang khusus untuk membersihkan perlengkapan bayi. Tambahkan sedikit air dan cuci serta gosok sampai bersih karet pada dot bayi tersebut. Bilaslah dengan menggunakan air yang sedang mengalir, sampai tidak ada lagi sisa air sabun yang masih menempel.

  2. Cuci setelah dipakai

    Sebaiknya setelah botol bayi tersebut digunakan. Segeralah untuk mencucinya. Supaya nantinya tidak semakin banyak bakteri atau kuman yang bersarang didalamnya. Jangan sampai anda membiarkan botol susu tersebut terlalu lama. Cuci dan bersihkan dengan menggunakan sabun khusus, setelah itu anda bisa merendamnya dengan menggunakan air yang mendidih. Supaya kuman atau bakteri bisa segera mati. Barulah anda bisa mengeringkannya dengan cara membalikkan botol susu tersebut.

  3. Rendam dengan menggunakan air mendidih

    Cara membersihkan karet dot bayi yang selanjutnya adalah dengan merendamnya menggunakan air yang mendidih. Karena yang namanya kebersihan dari dot bayi tersebut sangatlah penting sekali. Terutama supaya bisa terhindar dari kuman atau bakteri yang masih menempel. Anda bisa merendam botol susu tersebut dengan air mendidih sekitar 5 menit lamanya. Angkat dan tiriskan supaya cepat mengering.

  4. Menggunakan alat pensteril botol

    Anda juga bisa menggunakan alat untuk mensterilkan botol. Supaya kuman atau bakteri yang masih menempel bisa hilang dan mati. Sehingga botol susu juga lebih aman untuk digunakan oleh si kecil.

  5. Bilas dengan menggunakan garam

    Ternyata garam juga bisa anda gunakan sebagai salah satu cara membersihkan karet dot bayi. Caranya adalah dengan menyapukan garam pada bagian karet dot bayi. Tujuannya adalah untuk membersihkan dan menghilangkan sisa-sisa bekas susu yang masih menempel. Setelah itu anda bisa gosok lagi dengan sabun khusus, dan membilasnya dengan menggunakan air yang sedang mengalir.

Mudah sekali bukan cara membersihkan karet dot bayi ini bunda. Maka dari itu, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kebersihan dari dot bayi anda, Supaya kesehatannya tetap terjaga dan juga tidak mengganggu tumbuh kembangnya. Karena kalau anda memberikan dot yang tidak steril alias kotor, tentu akan sangat berbahaya sekali untuk tumbuh kembang si kecil. Demikian sedikit tips dari kami, anda bisa mencoba beberapa tips atau cara membersihkan karet dot bayi yang sudah kami uraikan di atas. Semoga bermanfaat 🙂

Cara Mengatasi Dehidrasi Pada Bayi

Cara mengatasi dehidrasi pada bayi

Kebutuhan akan cairan didalam tubuh memang sangatlah penting sekali, dan tentu saja kalau sampai tubuh kita ini kekurangan cairan, bisa membuat atau terjadi yang namanya masalah dehidrasi. Tak hanya bisa dialami oleh para orang dewasa saja, namun yang namanya masalah dehidrasi pun bisa dialami juga oleh bayi. Tentu saja akan sangat berbahaya sekali jika bayi mengalami yang namanya masalah dehidraasi. Karena yang namanya dehidrasi ini bisa memicu terjadinya berbagai macam jenis gangguan kesehatan mulai dari kerusakan otak, penyakit kuning, sistem imun yang menurun dan banyak lagi yang lainnya. Memang yang namanya lambung bayi masih sangat kecil sekali, jika kita bandingkan dengan lambung orang dewasa. Jadi bayi membutuhkan cairan yang lebih sedikit, dan juga seringkali buang air secara simultan. Hal tersebut dikarenakan sistem metabolisme pada bayi yang cukup tinggi, sehingga membuatnya seringkali ingin menyusu dan juga buang air kecil.

ASI memang menjadi cairan utama yang dibutuhkan oleh bayi. Namun jika bayi sering terpapar dengan suhu yang panas atau terlalu dingin, justru hal tersebut akan membuatnya kehilangan cairan yang lebih cepat. Hal tersebut juga akan terjadi jika bayi mengalami gangguan kesehatan seperti muntah ataupun diare. Dehidrasi masih dianggap menjadi hal yang sepele atau wajar bagi para orang tua. Akan tetapi, jika tidak segera diatasi justru akan sangat membahayakan sekali, dan bahkan bisa mengancam nyawa si kecil. Maka dari itu, para orang tua pastinya harus memahami atau mengetahui bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada bayi.

Sebelum mempelajari tips mengenai cara mengatasi dehidrasi pada bayi. Sebaiknya anda terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri dari dehidrasi yang dialami oleh bayi, diantaranya yaitu :

  • Perhatikan warna dari air seni bayi anda. Jika warnaya kuning gelap dan juga terlihat mengental, maka hal tersebut menandakan kalau si kecil sedang mengalami yang namanya dehidrasi.
  • Bayi yang sedang mengalami dehidrasi juga mulutnya akan kering, dan juga bibirnya pecah-pecah.
  • Saat sedang mengalami dehidrasi, bayi juga akan mengalami yang namanya demam. Saat sedang demam, biasanya ia akan berkeringat lebih banyak. Hal tersebut menandakan kalau tubuh sedang berusaha untuk menurunkan suhu tubuhnya, dan menyebabkan air menguap pada kulit. Sehingga keringat pun akan keluar.
  • Bayi juga akan kekurangan nafsu untuk makan atau minum ASI saat mereka sedang mengalami dehidrasi.
  • Dehidrasi juga menyebabkan bayi menjadi terlihat lesu dan juga lemah, serta mereka akan terus menangis namun tidak keluar air mata.
  • Bayi yang sedang dehidrasi biasanya tidak akan buang air kecil selama lebih dari 6 jam, dan anda bisa mengechek popoknya langsung.

Itulah beberapa dari tanda bayi sedang mengalami dehidrasi, dan harus diwaspadai oleh para orang tua. Berikut ini kami juga akan memberikan beberapa tips mengenai cara mengatasi dehidrasi pada bayi, diantaranya yaitu :

  1. Berikanlah ASI atau susu formula yang lebih banyak jika bayi anda mengalami yang namanya demam, diare, atau keringat berlebih. Karena gejala tersebut merupakan tanda-tanda kalau bayi sedang mengalami yang namanya dehidrasi.
  2. Saat bayi mengalami muntah, sebaiknya anda jangan langsung memberiaknnya cairan yang jumlahnya banyak sekaligus. Namun berikan sedikit demi sedikit. Seperti memberikannya tiap 10 menit atau beberapa jam sekali.
  3. Biasanya bayi yang sedang mengalami dehidrasi akan menolak untuk minum karena rasa sakit pada mulutnya. Cara mengatasinya, anda bisa memberikan obat-obatan , seperti acetaminophen atau ibuprofen. Namun akan lebih baik jika anda mengkonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Menghilangkan Ruam Susu Pada Bayi

Menghilangkan ruam susu pada bayi

ASI memang menjadi nutrisi yang sangat dibutuhkan sekali oleh bayi. Karena ada sekitar 200 nutrisi yang terkandung didalam ASI, dan tentu saja sangat dibutuhkan sekali untuk tumbuh kembang bayi. Maka dari itu, bayi sebaiknya harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, supaya bisa mencegah juga terjadi berbagai macam gangguan kesehatan yang bisa menyerang si kecil. Mulai dari infeksi, diabetes, obestitas, asma dan masih banyak lagi yang lainnya. Tak hanya itu saja, ASI juga dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kecerdasan di kecil. Namun ada juga bayi yang mengalami ruam karena susu, yang bisa membuat kulit bayi menjadi merah. Biasanya ruam susu ini terjadi pada hidung, pipi hingga dagunya.

Bentuknya sendiri hampir mirip dengan bentuk jerawat, yaitu bintik kecil kemerahan. Anda jangan kuatir, karena hal tersebut memang biasa terjadi pada bayi, dan juga bisa diatasi, sebab yang namanya ruam susu ini menandakan kalau bayi anda mengalami yang namanya alergi. Terutama untuk ibu yang sedang menyusui dan mengalami riwayat alergi setelah mengkonsumsi makanan ataupun minuman tertentu.

Lalu bagaimana cara untuk menghilangkan ruam susu pada bayi tersebut. Untuk itu, anda bisa menyimak info ataupun tips yang akan kami bagikan dibawah ini , yaitu cara untuk menghilangkan ruam susu pada bayi dengan mudah dan juga cepat, diantaranya yaitu :

  1. Menggunakan bunga melati

    Cara mengatasi atau menghilangkan ruam susu pada bayi yang pertama adalah dengan menggunakan bunga melati. Karena didalam bunga melati ini mengandung obat penenang dan juga anti-depresi. Caranya juga sangatlah mudah sekali. Dinginkan terlebih dahulu bunga melati, dan kemudian gosokkan secara perlahan pada bagian tubuh bayi yang mengalami ruam.

  2. Menggunakan kain basah

    Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan kain basah. Gunakan kain yang bersih dan sudah dibasahi untuk mengusap wajah bayi anda yang terdapat ruamnya

  3. Mandikan dengan air hangat

    Menghilangkan ruam susu pada bayi juga bisa anda lakukan dengan memandikan si kecil dengan menggunakan air yang hangat atau suam-suam kuku. Selain itu, gunakanlah sabun yang tidak mengandung pewangi supaya ruam susu tidak semakin parah. Pastikan anda tidak menggunakan air terlalu panas, karena justru bisa membuat kulit si kecil menjadi semakin mengering.

  4. Oleskan pelembab

    Anda juga bisa mengoleskan pelembab pada bagian wajah yang terkena ruam susu. Agar kulit bayi tidak semakin mengering dan tetap lembab.

  5. Hindari penyebab alergi

    Seperti yang sudah sempat dibahas diatas, kalau salah satu penyebab dari ruam susu pada bayi ini dikarenakan ibu yang sedang menyusui memiliki riwayat alergi. Maka dari itu, hentikan untuk mengkonsumsi makanan yang membuat anda menjadi alergi. Supaya masalah ruam susu pada buah hati anda bisa segera teratasi dengan cepat.

  6. Hindari paparan sinar matahari

    Sebaiknya jika bayi anda sedang memiliki masalah dengan ruam susu, untuk menghindarinya dari paparan sinar matahari secara langsung. Karena paparan sinar matahari secara langsung akan membuat kulit bayi menjadi semakin kering saja.

  7. Atur suhu ruangan

    Anda juga sebaiknya harus mengatur suhu ruangan, supaya ruam pada si kecil tidak semakin parah dan banyak. Usahakan agar ruangan selalu tampak sejuk

Beberapa tips mengenai berbagai macam cara untuk menghilangkan ruam susu pada bayi di atas, semoga bisa anda jadikan sebagai referensi saat bayi anda mengalami masalah yang sama.

Teknik Menyusui Bayi Yang Benar

Teknik menyusui bayi yang benar

Menyusui tentu saja memang sudah menjadi salah satu rutinitas yang biasanya sering dilakukan oleh para ibu yang sedang memiliki bayi. Dengan menyusui juga, tentunya semakin membantu dan mengontrol pertumbuah si kecil, yang memang membutuhkan asupan nutrisi ASI eksklusif selama 6 bulan. Namun bagi para ibu muda, terutama mereka yang baru saja memiliki anak pertama, menyusui bukanlah perkara yang mudah. Banyak dari mereka yang malah menjadi bingung ketika akan menyusui buah hatinya. Kalau sampai tekhnik menyusui salah, tentunya tak hanya akan membuat si bayi menjadi kurang nyaman, namun juga bisa membuat air susu menjadi sedikit keluarnya. Belum lagi si ibu yang akan panik karena tidak mengetahui bagaimana teknik menyusui yang benar. Maka dari itu, sebagai ibu anda harus benar-benar paham dan juga mengerti terlebih dahulu mengenai teknik menyusui yang benar, diantaraya yaitu

  1. Posisi cradle hold

    Teknik menyusui yang benar pertama adalah dengan menggunakan posisi cradle hold, yang memang paling banyak digunakan oleh para ibu saat sedang menyusui buah hatinya. Caranya adalah dengan meletakkan tangan kiri atau tangan kanan untuk menyangga bayi sampai ke bagian punggungnya. Sedangkan tangan yang lainnya digunakan untuk memegangi payudara yang sedang digunakan untuk menyusui. Agar nantinya si bayi tidak mudah melepaskan puting payudara.

  2. Posisi football hold

    Untuk teknik menyusui yang benar selanjutnya adalah dengan menggunakan teknik football hold. Yaitu posisi badan dari bayi yang letaknya berada disamping badan sang ibu. Kemudian ibu sambil memegang kepala bayi, seperti memegang bola.

  3. Posisi lyling down

    Tekhnik menyusui dengan posisi lyling down ini juga cukup banyak di pilih oleh para ibu. Terutama saat akan menyusui si kecil pada malam hari. Dimana si ibu akan berbaring sambil menyusui.

Tak hanya sekedar memperhatikan teknik menyusui yang benar saja, namun anda juga harus benar-benar memperhatikan beberapa hal ketika akan menyusi si kecil, diantaranya yaitu :

  • Pastikan saat sedang menyusi keadaan ibu dan juga si kecil dalam kondisi yang nyaman atau rileks. Yaitu dengan posisi kepala yang harus lebih tinggi dibandingkan dengan tubuhnya. Supaya nantinya si kecil lebih mudah lagi ketika akan menelan asi tersebut. Jangan sampai anda panik atau dalam keadaan tidak tenang saat sedang menyusui.
  • Saat akan menyusi si kecil, anda juga harus meletakkanya bayi dekat dengan payudara. Saat bayi sudah mulai membuka mulutnya, hal tersebut memberikan tanda kalau ia sudah mulai lapar dan ingin segera menyusu. Tunggu sebentar sampai mulutnya terbuka lebar, dan barulah kemudian dekatnya puting payudara dengan mulut si kecil.
  • Ketika sedang menyusui, perhatikan juga posisi bayi. Supaya nantinya bayi bisa menyusui dengan baik dan benar.
  • Anda juga harus memperhatikan waktu yang tepat untuk menyusui si kecil. Biasanya bayi akan menyusui setiap 5 hingga 40 menit. Namun untuk bayi yang baru saja lahir, biasanya akan menyus setiap 2 hingga 3 jam.

Beberapa dari info mengenai Teknik menyusui yang benar di atas, semoga saja bisa bermanfaat dan anda jadikan sebagai referensi. Terutama ketika akan menyusui si kecil. Jika kebutuhan ASI si kecil terpenuhi, tentu saja hal tersebut sangat baik sekali untuk pertumbuhan si kecil. Apalagi yang namanya ASI ini mengandung nutrisi yang tinggi.

Manfaat Pisang Untuk Bayi

Manfaat pisang untuk bayi

Kebutuhan asupan nutrisi dan juga gizi pada bayi, tentu saja harus benar-benar kita perhatikan. Terutama saat usia emasnya, yaitu dibawah lima tahun. Salah satu caranya adalah dengan memberikan buah-buahan. Pisang merupakan buah-buahan yang juga cocok untuk dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk untuk bayi. Karena rasa dari buah pisang ini sangat enak dan juga matang jika sudah matang. Meskipun harganya tergolong cukup murah, namun kandungan nutrisi dan juga vitamin yang ada didalam buah pisang ini pun sangat baik sekali untuk membantu pertumbuhan bayi. Lalu apasaja sebenarnya manfaat pisang untuk bayi tersebut. Untuk itu anda bisa langsung menyimak info atau ulasan yang akan kami bagikan dibawah ini, mengenai berbagai macam manfaat pisang untuk bayi yang harus anda ketahui, diantaranya yaitu :

  1. Sebagai makanan pertama bayi

    Saat bayi sudah memasuki usia 6 bulan, maka waktu tersebut sangat tepat sekali untuk mengenalkannya dengan makanan pertama. Tentu saja anda tidak bisa sembarangan dalam memberikan makanan pertama untuk bayi. Apalagi sistem pencernaannya juga masih belum sempurna. Namun anda bisa memberikan pisang sebagai salah satu makanan pertama bayi anda. Caranya adalah dengan melumatkan pisang tersebut dan memberikannya kepada buah hati anda secara perlahan.

  2. Meningkatkan energi

    Manfaat pisang untuk bayi yang selanjutnya adalah meningkatkan energinya. Karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada buah pisang ini, bisa memberikan energi yang instant pada bayi. Jadi untuk anda para orang tua yang memiliki bayi super aktif, bisa memberikan pisang sebagai pendukung untuk memenuhi kebutuhan energinya.

  3. Melancarkan sistem pencernaan

    Manfaat lain buah pisang untuk bayi adalah untuk melancarkan sistem pencernaan pada bayi. Karena seperti yang kita ketahui , kalau buah pisang ini mengandung serat yang cukup tinggi, dan sangat baik sekali untuk membantu melancarkan sistem pencernaan si kecil.

  4. Menyehatkan tulang dan penglihatan

    Kandungan kalsium dan juga kalium pada buah pisang ini pun sangat baik sekali untuk membantu dalam menyehatkan tulang dan juga penglihatan si kecil anda bisa memberikan MPASI dari buah pisang ini untuk buah hati anda.

  5. Nutrisi lengkap

    Buah pisang memang menjadi salah satu jenis buah yang mengandung nutrisi sangat tinggi, dan cocok dijadikan sebagai salah satu buah-buahan yang diberikan untuk bayi. Selain teksturnya yang lembut dan bisa mudah dicerna oleh bayi kandungan nutrisinya pun sangat penting sekali untuk pertumbuhan bayi. Beberapa kandungan nutrisi yang ada pada buah pisang ini, diantaranya yaitu magnesium, zat besi, asam folat, kalium, kalsium, vitamin B12 dan banyak lagi yang lainnya.

  6. Mengatasi masalah diare

    Jika buah hati anda mengalami masalah diare, maka salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memberikannya buah pisang. Karena buah pisang ini mengandung serat yang tinggi, dan sangat baik sekali untuk membantu melancarkan sistem pencernaan pada bayi.

Sebenarnya masih ada banyak sekali berbagai macam manfaat pisang untuk bayi ini. Namun sebaiknya anda juga harus tetap memperhatikan beberapa hal saat akan memberikan si kecil pisang, diantaranya yaitu :

  • Pastikan terlebih dahulu kalau usia si kecil sudah lebih dari 6 bulan
  • Pilihlah pisang yang sudah matang dan hindari memberikan pisang yang masih mentah
  • Saat akan memberikan buah pisang untuk si kecil , sebaiknya anda lumatkan atau menghaluskannya terlebih dahulu. Supaya mudah untuk dicerna.

Ciri Ciri Anak Mau Tumbuh Gigi

Ciri Ciri Anak Mau Tumbuh Gigi

Sebagai orang tua, tentu saja salah satu hal yang sangat membahagiakannya adalah ketika bisa melihat pertumbuhan anak. Karena moment emas ini tentunya tidak bisa di ulang kembali di waktu lain. Maka dari itu, perhatian orang tua pun akan lebih besar untuk anak mereka yang masih kecil atau bayi. Supaya pertumbuhannya bisa lebih sehat dan juga baik. Salah satu pertumbuhan bayi yang membuat gemas dan juga senang para orang tua adalah ketika gigi sudah mulai tumbuh. Hal tersebut menandakan kalau anak mereka sudah mulai memasuki ke fase pertumbuhan yang selanjutnya. Lantas bagaimanakah ciri ciri anak mau tumbuh gigi. Biasanya bayi akan mulai mengalami yang namanya pertumbuhan pada giginya ketika usia 6 bulan. Namun ada juga yang baru tumbuh giginya pada usia 12 bulan. Tenang saja, hal tersebut tidak perlu membuat anda menjadi risau atau kuatir. Karena yang namanya tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda alias tidak sama.

Banyak sekali para orang tua yang belum memahami bagaimana ciri-ciri anak mau tumbuh gigi. Karena yang namanya anak bayi belum bisa melakukan komunikasi dengan baik dan lancar. Sehingga kalau sampai orang tua tidak menyadarinya, hal tersebut justru semakin membuat si bayi menjadi rewel. Maka dari itu, sebagai orang tua, anda harus memahami dan mengetahui apasajakah ciri-ciri anak mau tumbuh gigi, diantaranya yaitu :

  • Sering mengences

    Salah satu ciri-ciri anak mau tumbuh gigi adalah akan memproduksi air liur lebih banyak. Karena itu mereka pun akan terlihat seringkali mengences. Ada juga bayi yang akan mengalami ruam disekitaran mulutnya, leher hingga dagu. Sebaiknya anda siapkan tisu atau kain yang lembut untuk membantu mengelap air liurnya.

  • Sering batuk dan muntah

    Ketika gigi bayi mau tumbuh, biasanya mereka juga akan seringkali untuk mengalami batuk ataupun muntah. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya produksi air liur dari biasanya, dan bayi belum bisa dengan baik dalam mengendalikan otot dan juga saraf yang ada di dalam mutu serta tenggorokannya. Jadi membuat mereka pun sering batuk dan juga muntah.

  • Sering menangis

    Karena gusi akan terasa nyeri, mereka mungkin akan merasa tidak nyaman saat proses pertumbuhan gigi. Hal tersebut membuat mereka pun menjadi rewel dan sering menangis. Anda bisa memberikan makanan yang lembut untuk membantu menghilangkan rasa nyeri dan tidak nyaman yang sedang dialaminya.

  • Sering menggigit

    Ciri anak mau tumbuh gigi yang selanjutnya adalah seringkali menggigit benda-benda yang ada didekatnya. Jadi sebaiknya anda hindari benda-benda yang berbahaya atau kotor ketika ia sudah mulai sering menggigit.

  • Gusi menjadi membengkak

    Saat gigi bayi akan tumbuh, gusi mereka pun menjadi bengkak dan juga memerah. Anda bisa mencoba untuk memijatnya secara perlahan dengan menggunakan kain yang lembut. Untuk membantu meringankan rasa nyeri pada gusi yang membengkak tersebut.

  • Sering bangun pada malam hari

    Ketika gigi akan tumbuh, memang membuat bayi menjadi kurang nyaman. Sehingga mereka pun akan sering terbangu dimalam hari.
    Baca : 6 Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur

  • Susah makan

    Bayi juga akan kehilangan nafsu makannya atau susah makan ketika giginya mau tumbuh. Karena hal tersebut disebabkan oleh mulut mereka yang tidak nyaman.
    Itulah beberapa dari ciri ciri anak mau tumbuh gigi. Tentu saja sebagai orang tua anda harus mengetahui dan juga mempelajarinya. Supaya saat anak anda mau tumbuh gigi, bisa mengatasinya dengan baik dan benar.

Cara Menggendong Bayi Dengan Selendang

Cara menggendong bayi dengan selendang

Banyak sekali pasangan muda yang lebih berhati-hati ketika mereka sudah memiliki momongan. Karena yang pastinya mereka banyak yang belum memiliki pengalaman. Ditambah lagi dengan berbagai macam perdebatan atau perselisihan yang biasanya terjadi antara orang tua atau keluarga mengenai cara pola mengasuh anak. Salah satunya adalah cara menggendong anak mereka.

Banyak yang mengatakan kalau menggendong bayi dengan menggunakan selendang atau kaun batik justru akan mempengaruhi masalah perkembangan bagi tulang anak. Karena bisa menyebabkan kaki anak membentu menjadi huruf O. Mereka menganggap kalau dengan menggendong menggunakan gendongan yang modern justru lebih aman. Sebenanya menggendong bayi dengan menggunakan selendang ataupun gendongan yang modern sama-sama harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Apalagi masih banyak pula dari mereka yang salah dalam menggendong bayinya.

Kalau sampai salah dalam menggendong bayi. Tentu saja hal tersebut bisa membahayakan sekali. Tak hanya untuk pertumbuhan tulangnya saja, namun juga membahayakan untuk sistem pernapasannya. Maka dari itu, sangat penting sekali untuk diperhatikan mengenai cara menggendong bayi dengan selendang ataupun dengan menggunakan gendongan yang modern. Terlebih lagi yang namanya tulang belakang pada bayi masih sangat rapuh sekali, dan belum terlalu kuat untuk bisa menopang tubuhnya sendiri dengan tegak lurus. Jadi memang dibutuhkan yang namanya teknik atau cara menggendong bayi dengan selendang yang aman.

Berikut ini kami akan memberikan beberapa tips ataupun cara menggendong bayi dengan selendang , diantaranya yaitu :

  • Siapkanlah kain bati atau selendang yang memiliki panjang sekitar 2 hingga 3 meter.
  • Selain itu ingatlah panduan yang aman untuk menggendong, yang biasanya disingkat dengan MP3. Yaitu melihat, mencium, mendekap aman, menggunakan pakaian yang aman, sistam pernapasan yang aman dan terakhir adalah punggung yang tertopang.
  • Untuk anda yang belum memiliki bayi, bisa untuk latihan terlebih dahulu dengan menggunakan boneka dengan cara menggendongnya.
  • Untuk bayi yang usianya masih dibawah 3 bulan, sebaiknya posisikan didepan dada penggendong. Namun untuk bayi yang usianya sudah diatas 4 bulan, dan juga lehernya sudah kuat, bisa menggunakan posisi samping.

Itulah beberapa dari cara menggendong bayi dengan selendang yang baik dan benar. Namun ternyata banyak para ahli yang justru menyebutkan kalau menggendong bayi dengan selendang memiliki banyak sekali kekurangan, diantaranya yaitu :

  • Bisa menggangu sirkulasi sistem pernapasan pada bayi. Terutama jika menggendongnya sambil menutupi kepala bayi.
  • Meningkatkan terjadinya resiko asphyxia, yaitu terhambatnya jalur pernapasan, yang disebabkan oleh dagu bayi yang tertekuk pada arah dada
  • Membuat leher pada bayi menjadi pegal.
  • Sangat berbahaya sekali bayi akan terbentur. Terutama jika ibu yang aktif bergerak, ketika sedang menggendong bayi tersebut.

Baca Juga :
Cara Tepat dan Manfaat Menjemur Bayi
Cara Melatih Bayi Tengkurap

Memang tidak semua orang berpendapat sama dengan para ahli atau ilmuwan. Terutama adalah para orang tua yang memang lebih banyak menggunakan cara jadul untuk merawat dan mengasuh bayi. Namun kalau ada tekhnik yang lebih benar dan juga tepat, tidak ada salahnya kita mencobanya. Akan tetapi memang kita harus memberikan pengertian yang tepat. Dengan menggunakan teknik yang tepat dalam menggendong bayi, tentu saja bisa menghindari terjadinya resiko sakit pada punggung atau leher bayi. Apalagi yang namanya bayi terlahir dengan tulang belakang yang belum lurus, dan tidak bisa dipaksakan begitu saja. Semoga tips atau info yang sudah kami bagikan mengenai cara menggendong bayi dengan selendang ini bermanfaat untuk anda.

Copyright © 2020 Doodle

Follow Our Social Media

Copyright © 2020 Doodle. Semua hak cipta dilindungi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Copyright © 2018 Doodle. Semua hak cipta dilindungi