Cara Melatih Bayi Tengkurap

Cara Melatih Bayi Tengkurap

Sebagai orang tua, tentu saja kita sangat menantikan sekali tumbuh kembang buah hati. Apalagi kalau usianya masih dibawah lima tahun. Karena usia dibawah lima tahun merupakan usia emas, dan menjadi salah satu usia yang sangat penting sekali bagi anak-anak. Sehingga yang namanya tumbuh kembang anak ini menjadi salah satu hal yang sangat penting sekali menyita perhatian bagi para orang tua. Salah satu perkembangan bayi yang pastinya sangat dinantikan oleh para orang tua adalah saat bayi mereka belajar tengkurap. Saat anak anda sudah bisa belajar tengkurap, pasti menjadi suatu moment yang sangat membanggakan dan membuat anda senang. Sebab hal tersebut menandakan kalau perkembangan buah hati anda tumbuh dengan baik. Biasanya bayi akan mulai belajar untuk tengkurap ketika usia mereka sudah memasuki 3 bulan hingga 4 bulan. Saat di usia tersebut bayi akan mulai belajar untuk membalikkan tubuhnya dan juga tiarap.

Akan tetapi biasanya perkembangan bayi memang tidak sama, alias berbeda-beda. Ada yang bisa dengan cepat untuk belajar tengkurap, namun ada juga yang lambat saat mereka belajar tengkurap. Kalau bayi usia 5 bulan masih belajar tengkurap, masih tergolong wajar, akan tetapi jika usianya diatas 8 bulan namun masih belum bisa tengkurap, hal tersebut tentu saja harus benar-benar mendapatkan perhatian khusus oleh orang tua. Sebab hal tersebut menandakan kalau buah hati anda mengalami keterlambatan tengkurap. Anda juga harus mencari tau bagaiamana cara melatih bayi tengkurap. Sebenarnya bayi terlambat tengkurap sendiri ada berbagai macam faktor. Berikut ini merupakan beberapa dari penyebab bayi lambat tengkurap, diantaranya yaitu :

  • Mengalami masalah dengan berat badan

    Hal pertama yang bisa menjadi salah satu faktor bayi terlambat tengkurap adalah karena masalah dengan berat badannnya. Seperti mengalami masalah dengan berat badan berlebih. Atau justru bayi tersebut mengalami masalah dengan kurang berat bdan, sehingga tidak kuat menopang tubuhnya ketika sedang belajar tengkurap. Umumnya bayi perempuan yang berusia 3 hingga bylan memiliki berat badan yang normal sekitar 4 kg hingga 7.5 kg, sedangkan untuk bayi laki-laki memiliki berat badan sekitar 5kg hingga 8 kg. Jadi kalau bayi anda memiliki masalah dengan berat badan, bisa saja menjadi salah satu pemicu sulitnya untuk belajar tengkurap. Oleh karena itu tetap jaga berat badan bayi anda supaya tetap ideal.

  • Seringkali di gendong

    Kemudian bayi yang seringkali di gendong pun ternyata menjadi salah satu penyebab bayi lambat tengkurap. Sebaiknya bayi anda jangan terlalu sering di gendong, karena bisa membuat lambat tengkurap. Anda bisa menggendongnya sekali-kali saja.

  • Mengalami perkebangan motorik yang lambat

    Saat bayi masih bayi ada 2 jenis perkembangan motoriknya, yaitu perkembangan motorik bayi kasar dan juga perkembangan motorik bayi halus. Contoh dari perkembangan motorik bayi yang kasar diantaranya seperti duduk merangkak, tengkurap dan yang lainnya. Oleh karena itu, jika bayi anda sudah memasuki usia lebih dari 6 bulan namun belum bisa tengkurap, hal tersebut bisa saja menandakan kalau perkembangan motoriknya mengalami keterlambatan.

  • Kurang stimuli

    Penyebab selanjutnya bayi terlambat belajar tengkurap adalah karena kurangnya stimuli. Salah satu cara melatih bayi tengkurap adalah denngan melakukan stimuli, seperti anda memberikan contoh gerakan berguling dan yang lainnya. Supaya bisa merangsang bayi agar bisa cepat untuk belajar tengkurap.

  • Kurangnya komunikasi

    Komunikasi memang sangat penting sekali dilakukan dengan buah hati kita. Karena kalau sampai anda kurang komunikasi dengan buah hati bisa menyebabkan bayi menjadi lambat untuk belajar. Anda bisa mencoba untuk mengajak berbicara buah hati ada. Sebab dengan melakukan komunikasi otak bayi akan menjadi lebih akitiv.

  • Masalah perkembangan kogniftif yang mengalami keterlambatan

    Kemudian perkembangan kogniftif yang mengalami keterlambatan pun ternyata bisa juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bayi menjadi terlambat juga untuk tengkurap. Memang ada banyak hal yang menyebabkan terlambatnya perkembangan kognitif ini, seperti kurang komunikasi, kurang stimuli dan yanng lainnya. Akan tetapi kalau anda sudah memberikan stimuli, namun bayi anda masih juga kurang meresponnya, maka yang terjadi bisa 2 kemungkinan. Bisa karena anak anda perkembangan kognitifnya lemah, atau justru malah malas.

Pastinya anda tidak ingin kalau anak anda mengalami keterlambatan tumbuh kembangnya. Seperti terlambat untuk tengkurap. Oleh karena itu anda bisa menyimak beberapa tips atau cara melatih bayi tengkurap yang akan kami bagikan dibawah ini, diantaranya yaitu :

  1. Jangan sering menggendong bayi anda. Sebaiknya anda letakkan saja di atas kasur atau bok bayi. Supaya bayi anda bisa melakukan aktivitas sendiri. Anda bisa menggendongnya jika bayi menangis atau saat lapar dan ingin menyusui.
  2. Cobalah latih bayi anda dengan memiringkan badannya, yaitu dengan cara mengapit tubuhnya dengan menggunakan bantal dan juga guling. Lakukan sekitar 5 hingga 10 menit.
  3. Cara melatih bayi tengkurap yang selanjutnya yaitu dengan memberikan stimulasi atau mengajaknya berkomunikasi. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan perkembangan kognitif buah hati anda. Anda bisa memberikan contoh cara berguling di depan bayi anda. Supaya hal tersebut merangsang otaknya untuk mencoba melakukan apa yang sudah anda praktekkan.
  4. Saat sedang menyusui si kecil anda bisa mencoba untuk berganti posisi. Selain supaya si kecil menjadi lebih nyaman, dengan sering mengganti posisi ini ternyata bisa membantu untuk melatih bayi dalam menjaga keseimbangannya.
  5. Anda juga bisa mencoba untuk menggunakan benda atau mainan yang bisa menarik hatinya. Pilihlah mainan yang lucu dan memiliki warna cerah di depannya. Supaya bayi anda bisa meraih dan menarik perhatiannya. Jangan lupa untuk letakkan dalam posisi yang aman dan juga nyaman.
  6. Jika bayi di letatkan diatas kasur, sebaiknya anda pilih kasur yang tidak bergelombang dan spreainya tidak kendor.

Anda bisa mencoba beberapa tips atau cara melatih bayi tengkurap yang sudah kami bagikan diatas. Karena yang pastinya dukungan orang tua pun menjadi salah satu hal yang sangat di butuhkan untuk perkembangan bayi anda. Selain itu perhatikan juga apakah bayi anda memang benar-benar mengalami yang namanya keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Kalau sudah mengalami keterlambatan sebaiknya anda segera membawanya ke dokter anak saja. Supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab jika anda tidak segera membawanya tentunya akan sangat berbahaya sekali.

Berbagai macam info atau ulasan yang sudah kami bagikan, baik mengenai penyebab bayi terlambat tengkurap dan juga cara melatih bayi tengkurap, semoga bisa bermanfaat untuk anda yang sudah membacanya. Terutama bagi para ibu yang memang baru saja di karunia seorang bayi. Selamat mencoba, dan semoga berhasil di terapkan pada bayi anda, supaya bisa cepat belajar tengkurap.

Cara Tepat dan Manfaat Menjemur Bayi

Cara Tepat dan Manfaat Menjemur Bayi

Menjemur bayi memang sering dilakukan oleh para orang tua. Karena salah satu dari manfaat menjemur bayi sendiri adalah untuk mencegah terjadinya penyakit kuning. Masih ada banyak sekali berbagai macam manfaat menjemur bayi yang lainnya selain membantu untuk mencegah penyakit kuning, diantaranya yaitu :
Salah satu manfaat dari menjemur bayi adalah untuk membantu penyerapan kalsium pada tubuhnya. Karena memang yang namanya sinar matahari ini merupakan salah satu sumber vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk tubuh.

  • Dengan menjemur bayi juga bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tulangnya. Sehingga tulang pada bayi akan lebih sehat dan juga kuat.
  • Sinar matahari juga membantu untuk menjaga suhu bayi supaya tetap hangat
  • Manfaat menjemur bayi yang selanjutnya adalah untuk mengurangi kadar biliburin dalam darah bayi, yang bisa menyebabkan bayi menjadi kuning.

Sebenarnya masih ada banyak sekali berbagai macam manfaat menjemur bayi tersebut. Namun tentu saja Moms juga tidak boleh sembarangan saat akan menjemur bayi. Karena bayi yang berusia 0 hingga 6 bulan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung menurut American Association Pediatric. Sebaiknya Moms menjemur bayi tidak boleh lebih dari 30 menit. Cukup sekitar 10 hingga 20 menit saja setiap harinya. Sebab jika bayi terlalu lama di jemur, justru akan sangat berbahaya, dan dikuatirkan terkena paparan dari sinar matahari yang berlebih. Untuk waktu yang dianjurkan adalah dibawah jam 8 pagi. Namun saat musim panas sebaiknya Moms menjemurnya saat pukul 6 pagi hingga 7.30 pagi saja.
Saat sedang menjemur bayi jangan sampai Moms meninggalkannya sendiri. Sebaiknya Moms harus mengawasinya, yaitu dengan cara mendekapnya. Kalau Moms meninggalkannya sendiri dikuatirkan bayi akan merasa kepanasan dan mengalami yang namanya peningkatan suhu berlebih, atau yang disebut dengan hipertemi. Apalagi kulit bayi sendiri sangat rentan dan mudah sekali terkena infeksi. Selain itu juga Moms bisa menggunakan posisi telentang ataupun tengkurap supaya nantinya sinar matahari bisa terkena secara langsung ke tubuh bayi. Namun sebaiknya Moms harus melindungi bagian wajah, terutama adalah bagian matanya supaya tidak terkena secara langsung paparan sinar matahari. Caranya bisa Moms memakaikan topi atau dengan membelakangi sinar matahari. Jangan lupa juga untuk memberikan asi setelah menjemurnya, supaya bayi Moms tidka dehidrasi. Tunggu beberapa saat dan kemudian mandikan dengan menggunakan air hangat.
Lalu menjemur bayi sampai usia berapa?. Sebenarnya dalam menentukan usia bayi saat menjemur tidaklah ada patokannya. Karena bayi usia berapa pun boleh terkena sinar matahari. Namun harus tetap di perhatikan pula mengenai kebersihan dan keamanannya. Jangan sampai Moms menjemur bayi di tempat yang banyak debu dan kotorannya. Untuk bayi yang baru lahir atau keluar dari rumah sakit, Moms cukup menjemurnya di depan teras saja. Ketika bayi sudah mulai kuat, barulah Moms bisa membawanya keluar sambil di ajak jalan-jalan sekitaran rumah. Selain itu, ketika angin kencang sebaiknya jangan memkasakan untuk menjemurnya di luar. Sebab hal tersebut justru akan membuat bayi menjadi kedinginan. Pastikan bayi merasa nyaman saat akan di jemur. Selain itu ibu pun bisa memberikan suansa yang rileks pada bayi, caranya adalah dengan sambil memijatnya secara perlahan saat sedang di jemur.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kalau cukup banyak sekali berbagai macam Manfaat menjemur bayi. Namun ada banyak hal pula yang harus di perhatikan ketika akan menjemur bayi tersebut. Untuk itu Moms bisa menyimak mengenai beberapa ulasan atau tips mengenai menjemur bayi yang baik dan juga benar, diantaranya yaitu :

  1. Untuk waktu yang tepat atau direkomendasikan menjemur bayi adalah ketika pukul 7 pagi hingga 8 pagi. Namun jika cuaca sedang memasuki musim panas, sebaiknya Moms menjemurnya di bawah jam 8 saja. Selain itu Moms cukup menjemur si kecil 10 hingga 20 menit saja, jangan sampai lebih dari 30 menit lamanya. Karena paparan sinar mataharin saat sudah mulai menjelang siang justrs akan merusak membrane kulit si kecil, jadi kulit akan mudah terbakar dan menjadi merah. Serta yang paling membahayakan adalah bisa merusak mekanisme regenerasi sel pada kulit bayi.
  2. Moms bisa menjemurnya dengan keadaan telanjang dada. Namun tetap pakaikan popok atau celana. Selain itu jangan sampai sinar matahari mengenai muka atau matanya langsung. Karena di kuatirkan sinar matahari langsung bisa merusak retina dan juga lensa matanya.
  3. Sedangkan untuk lokasi menjemur si kecil, usahakan untuk memilih tempat yang tidak terlalu terbuka. Terutama saat sedang berangin. Moms bisa menjemurnya di teras atau depan rumah saja. Pastikan juga kalau tidak ada debu atau kotoran yang bisa mengganggu kenyamanan si kecil saat sedang di jemur.
  4. Tidak ada batasan usia mengenai menjemur bayi sampai usia berapa. Biasanya bayi yang baru berusia 1 minggu pun sudah bisa dengan rutin di jemur. Karena seperti yang sudah sempat di singgung, kalau salah satu manfaat menjemur bayi adalah agar mengurangi kadar bilirubin pada bayi supaya tidak terlalu tinggi.
  5. Untuk bayi yang sensitif sebaiknya jangan di jemur. Karena jika bayi sensitif justru akan membuat kulitnya menjadi timbul bercak merah.
  6. Hal yang perlu di ingat juga adalah untuk bayi yang lahirnya prematur, sebaiknya untuk tidak di jemur pada minggu-minggu pertama. Sebab bayi yang lahirnya prematur masih membututuhkan suhu stabil untuk tubuhnya.
  7. Jika sinar matahari terlalu terik, sebaiknya Moms tidak terlalu lama untuk menjemur bayi. Sebab dikuatirkan kalau bayi akan mengalami yang namanya peningkatan suhu atau yang dikenal dengan sebutan hipetermi. Sehingga bisa menggangu fungsi metabolise atau fungsi organnya.
  8. Setelah selesai menjemur Si Baby, Moms bisa langsung memberikannya asi. Karena biasanya bayi yang baru saja di jemur akan merasa lapat. Selain itu setelah di jemur tunggu beberapa saat dan barulah kemudian Moms bisa langsung memandikannya dengan air yang hangat.

Setelah Moms sudah memperhatikan berbagai macam tips atau cara menjemur yang baik dan benar, semoga bisa mendapatkan yang namanya manfaat menjemur bayi sesungguhnya. Karena kalau Moms sembarangan saat akan menjemur si baby, bukannya manfaat yang didapatkan, namun justru nantinya bisa membahayakan bagi si baby. Jadi dapat di simpulkan kalau ada cukup banyak sekali berbagai macam manfaat menjemur bayi, dan jika Moms bertanya mengenai menjemur bayi sampai usia berapa?. Jawabannya adalah tidak ada batasan usianya. Sebab bayi baru lahir pun bisa langsung di jemur. Asalkan memperhatikan beberapa hal yang memang di sarankan. Untuk itu jangan ragu untuk menjemur bayi anda, tapi tetap ingat tips atau saran yang sudah kami bagikan di atas.

Cara Alami Memutihkan Kulit Bayi Lewat Asi

Cara alami memutihkan kulit bayi lewat asiPastinya setiap orang tua yang memiliki anak, ingin sekali kalau anak mereka bisa tumbuh sehat dan baik. Salah satunya yaitu bisa memiliki kulit yang bersih dan putih. Namun taukah anda kalau ternyata bayi yang baru saja lahir bisa memiliki kulit lebih bersih dan juga putih salah satunya adalah dengan cara alami memutihkan kulit bayi lewat asi. Benar sekali asi yang merupakan sumber nutrisi bagi para bayi ini memang bisa membantu untuk memutihkan dan juga membuat kulitnya menjadi lebih cerah. Untuk itu, para ibu yang sedang menyusui memang harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisi atau makanan yang di konsumsi. Agar nantinya nutrisinya pun bisa di serap oleh bayi. Berikut merupakan beberapa contoh dari makanan yang sangat baik sekali dikonsumsi oleh para ibu menyusui supaya bayi mereka bisa memiliki kulit yang bersih dan juga cerah, diantaranya yaitu :

  1. Memperbanyak mengkonsumsi air putih

    Pastinya anda sudah tau kalau air putih ini memiliki banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Jika dikonsumsi oleh para ibu hamil maka bisa membantu untuk membuat air ketuban menjadi lebih jernih, dan membuat kulit bayi pun menjadi lebih putih. Sedangkan bagi ibu yang sedang menyusui pun bisa membantu untuk meningkatkan produksi asi dan mencegah terjadinya dehidrasi.

  2. Air kelapa

    Selanjutnya anda juga bisa mengkonsumsi air kelapa. Tak hanya saat masa kehamilan saja, namun air kelapa juga sangat dianjurkan untuk di konsumsi saat ibu sedang menyusui. Salah satu manfaatnya adalah membantu untuk memutihkan dan juga mencerahkan kulit bayi.

  3. Sayuran hijau

    Selain sangat baik sekali untuk menjaga kesehatan, mengkonsumsi sayuran hijau pun sangat di anjurkan untuk ibu menyusui. Supaya membantu untuk mencerahkan dan membuat kulit menjadi lebih bersih dan putih. Apalagi dengan mengkonsumsi sayuran hijau, manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh bayi, melalui asupan nutrisi yang diserapnya dengan asi.

  4. Kacang hijau

    Kandungan asam folat yang cukup tinggi pada kacang hijau ini pun sangat baik sekali di konsumsi untuk para ibu menyusui. Karena selain menyehatkan dengan rutin mengkonsumsi kacang hijau, bisa membantu untuk membuat kulit bayi menjadi lebih cerah dan juga putih. Sebaiknya anda konsumsi kacang hijau semenjak masa kehamilan.

  5. Susu kedelai

    Cara alami memutihkan kulit bayi lewat asi yang selanjutnya adalah dengan mengkonsumsi susu kedelai. Selain bisa membantu untuk melancarkan atau meningkatkan produktivitas asi, susu kedelai ini juga bisa membuat kulit menjadi lebih cerah dan putih.

  6. Bengkuang

    Sudah sejak lama bengkuang di kenal bermanfaat untuk mencerahkan kulit, dan juga menjadi salah satu Cara alami memutihkan kulit bayi lewat asi. Jadi untuk para ibu yang sedang menyusui dan ingin kulit bayinya menjadi lebih cerah serta bersih, bisa mengkonsumsi buah bengkuang ini saja. Tak hanya kulit bayi anda saja yang akan lebih bersih dan cerah, nammun dengan rutin mengkonsumsi buah bengkuang, anda juga menjadi memiliki kulit bersih dan cerah.

Bagaimana, menarik sekali bukan berbagai macam tips atau cara alami memutihkan kulit bayi lewat asi yang sudah kami bagikan diatas. Silahkan anda bisa langsung mencoba saja beberapa tips mengenai cara alami memutihkan kulit bayi lewat asi tersebut. Agar nantinya kulit bayi anda menjadi lebih bersih dan juga cerah lagi. Apalagi cara diatas aman dan tidak membahayakan.

Bayi Cegukan Bolehkah Disusui ?

Bayi cegukan bolehkah disusui

Cegukan memang bisa dialami oleh siapa saja. Termasuk juga dialami oleh bayi. Terutama bayi yang baru lahir atau yang usianya belum menginjak 1 tahun. Karena memang bayi yang baru lahir ini lebih rentan untuk mengalami cegukan. Hal tersebut sangat wajar sekali, sebab sistem pernapasan dan juga sistem pencernaan yang dimiliki bayi tersebut belum sempurna. Memang banyak sekali para orang tua yang kuatir atau justru panik saat mendapati anak mereka sedang cegukan. Apalagi untuk para orang tua baru, yang memang belum terlalu paham mengenai cara merawat bayi. Meski yang namanya cegukan ini merupakan hal yang wajar, akan tetapi kalau disertai dengan muntah atau semacamnya, tentu saja tidak boleh Moms anggap remeh, dan harus di waspadai.

Umumnya cegukan yang terjadi pada bayi ini secara alami akan hilang dengan sendirinya. Namun kalau cegukan tersebut tidak segera hilang dan terjadi terus menerus, sebaiknya sebagai orang tua Moms harus benar-benar memperhatikannya dan bahkan membutuhkan penangan khusus. Lantas mengapa bayi bisa mengalami cegukan. Sebenarnya cegukan ini terjadi disebabkan oleh otot diafragma yang memisahkan antara perut dan rongga dada, yaitu terletak di bagian bawah tulang rusuk, yang berfungsi untuk membantu mengendalikan sistem pernapasan ketika mengalami yang namanya kontraksi tiba-tiba. Ketika terjadi reaksi otot pada diafragma, maka membuat pita suara yang terdapat di kerongkongan menjadi tertutup dan terjadilah yang disebut dengan cegukan ini. Lalu apakah bayi cegukan boleh disusui. Sebenarnya bayi cegukan boleh disusui, namun tentu saja harus berhati-hati, agar si bayi tidak tersendak saat sedang menyusu asi pada ibu.

Meskipun bayi cegukan boleh disusui dan juga cegukan ini merupakan suatu hal yang normal alias wajar terjadi pada bayi. Akan tetapi sebagai orang tua Moms juga harus memperhatikan beberapa hal atau kondisi dibawah ini, diantaranya yaitu :

  • Hal pertama yang harus di waspadai adalah bayi mengalami yang namanya gastroesophageal reflux disease. Bisa saja bayi tersebut mengalami cegukan karena adanya refluks asam lambung. Perhatikan apakah saat sedang cegukan bayi juga disertai dengan batuk , meludah dan rewel. Jika iya, maka sebaiknya Moms segera membawanya ke dokter anak untuk melakukan konsultasi.
  • Jika bayi sering cegukan juga tentunya harus diwaspadai karena hal tersebut tidaklah normal. Apalagi kalau bayi mengalami cegukan terus menerus sampai usianya mencapai lebih dari 1 tahun.
  • Untuk bayi prematur yang sering mengalami cegukan juga harus di waspadai. Apalagi yang namanya bayi premature ini tengah menggunakan alat bantu pernapasan. Biasanya jika bayi terus menerus mengalami cegukan menandakan adanya sumbatan atau masalah yang terjadi pada sistem pernapasan.

Itulah beberapa hal yang harus di waspadai oleh orang tua yang menemui anaknya sering cegukan. Dibawah ini merupakan beberapa dari faktor atau penyebab terjadinya cegukan, diantaranya yaitu :

  1. Bayi terlalu kenyang

    Jika bayi mengalami cegukan, bisa jadi karena ia sudah terlalu kenyang. Untuk itu sebaiknya Moms jangan memberikan asi terlebih dahulu. Apalagi yang namanya sistem pencernaan bayi masih belum terlalu sempurna untuk mencerna asi.

  2. Terlalu banyak menelan udara

    Penyebab lain terjadinya cegukan pada bayi adalah karena terlalu banyak menelan udara. Salah satu penyebabnya yaitu karena bayi minum susu dengan menggunakan dot atau botol susu yang sudah kosong. Sehingga terlalu banyak udara yang tertelan atau yang masuk kedalam tubuhnya. Posisi yang salah saat menyusui pun bisa menjadi salah satu penyebab banyaknya udara yang masuk kedalam mulut si kecil.

  3. Makan atau minum terlalu cepat

    Selanjutnya bayi juga bisa mengalami cegukan dikarenakan makan atau minum yang terlalu cepat.

Sebenarnya masih ada banyak sekali berbagai macam faktor atau penyebab terjadinya cegukan pada bayi. Lantas bagaimanakah cara mengatasi cegukan pada bayi 0-6 bulan. Berikut ini kami akan membahas mengenai beberapa dari cara mengatasi cegukan pada bayi 0-6 bulan, diantaranya yaitu :

  • Posisi bayi berdiri

    Untuk cara mengatasi cegukan pada bayi 0-6 bulan yang pertama adalah dengan Moms memposisikan si kecil berdiri. Yaitu dengan meletakkan kepala bayi ke bahu seperti posisi berdiri. Pastikan juga untuk posisi bayi berada dalam keadaan berdiri, dan wajahnya menghadap ke Moms. Setelah itu, bisa Moms langsung mijat atau tekan punggungnya secara perlahan. Lakukan cara ini sampai cegukan menjadi hilang dan mulai mereda.

  • Posisi bayi duduk

    Kemudian cara selanjutnya untuk mengatasi bayi yang sedang cegukan adalah denngan mengubah posisinya menjadi duduk. Setelah itu Moms bisa menekan secara perlahan bagian pinggang dan juga perutnya, sampai cegukan hilang dan juga reda.

  • Dipangku

    Moms juga bisa menggunakan cara yang ketiga, yaitu denngan memangku bayi. Setelah itu Moms tekan punggungnya perlahan, sampai cegukan menjadi berhenti.

  • Menyusui

    Ternyata salah satu cara mengatasi cegukan pada bayi 0-6 bulan adalah dengan menyusuinya. Jadi kalau Moms bertanya mengenai apakah bayi cegukan boleh disusui? , tentu saja jawabannya boleh. Namun harus dilakukan secara perlahan dan juga hati-hati. Supaya bayi tidak tersendak saat sedang di susui. Lakukan secara perlahan dan dengan tenang. Supaya bayi tetap nyaman dan tidak rewel. Serta supaya cegukannya menjadi berhenti.

  • Biarkan sampai hilang sendiri

    Seperti yang sudah disebutkan diatas, kalau cegukan ini bisa hilang secara alami atau dengan sendirinya. Jadi Moms bisa membiarkannya sampai cegukan tersebut hilang dan sembuh dengan sendirinya. Namun kalau cegukan terjadi terus menerus atau tidak berhenti, maka sebaiknya Moms segera membawanya ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Karena di kuatirkan kalau ada masalah maupun penyakit yang dialami buah hati Moms sehingga membuat cegukannya terjadi terus menerus atau tidak berhenti-henti.

Jadi jika bayi Moms mengalami yang namanya cegukan. Jangan panik dan khawatir. Kalau cegukannya masih dibatas normal maka Moms bisa mencoba beberapa dari cara mengatasi cegukan pada bayi 0-6 bulan yang sudah kami bagikan diatas. Sehingga bayi pun akan berhenti mengalami yang namanya cegukan. Namun memang salah satu cara efektif atau yang seringkali dilakukan oleh ibu untuk mengatasi bayi yang sedang mengalami cegukan adalah dengan memberikannya asi. Supaya bayi berhenti mengalami cegukan dan juga kembali tenang.

Info atau ulasan yang sudah kami bagikan mengenai cegukan yang sering dialami oleh bayi ini, semoga bisa bermanfaat dan juga semakin menambah wawasan Moms. Selain itu Moms bisa langsung mencoba mempraktekkan beberapa tips yang sudah kami bagikan, saat bayi Moms mengalami yang namanya cegukan. Supaya bayi tidak tersiksa dan bisa kembali normal dari yang namanya cegukan. Karena saat bayi mengalami cegukan, tentu saja hal tersebut pasti akan sangat menggangu dan membuatnya menjadi tidak nyaman dan bahkan bisa membuatnya menjadi rewel.

Copyright © 2020 Doodle

Follow Our Social Media

Copyright © 2020 Doodle. Semua hak cipta dilindungi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Copyright © 2018 Doodle. Semua hak cipta dilindungi