Cara Merawat Bayi Perempuan

Bayi yang baru dilahirkan memerlukan perawatan yang baik dan benar agar dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat. Bayi laki-laki atau perempuan umumnya memiliki cara perawatan yang hampir sama. Akan tetapi, agar anak perempuan dapat tumbuh menjadi anak yang feminim tentu membutuhkan cara perawatan yang sedikit berbeda dari bayi laki-laki. Bagaimana merawat anak perempuan yang seharusnya? Berikut adalah cara merawat bayi perempuan yang baik dan benar:

  1. Merawat organ intim dengan benar. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian ibu adalah untuk tidak memberikan bedak pada organ intim bayi perempuan. Pemberian bedak merupakan salah satu hal yang dianjurkan pada bayi. Bedak biasanya diberikan setelah bayi mandi atau saat bayi mengalami gejala kelainan pada kulit, misalnya gatal-gatal. Bedak dapat membantu menghaluskan kulit bayi, membuatnya menjadi harum, dan beberapa bedan memiliki kandungan yang mampu membantu menyembuhkan iritasi pada kulit bayi.Namun, pemberian bedak pada bayi tidak dapat dilakukan di seluruh bagian tubuh. Ada beberapa tempat yang seharusnya tidak diberikan bedak, yaitu bagian organ intim bayi perempuan. Bahan kimia yang terdapat di dalam bedak dapat masuk ke organ reproduksi bayi sehingga bisa menjadi hal yang sangat membahayakan. Jika hal ini terus dilakukan maka dampaknya dapat berlanjut hingga bayi beranjak dewasa. Jika bedak yang diberikan di sekitar organ intim bayi masuk ke sistem urinnya, maka hal ini dapat beresiko mengakibatkan infeksi pada saluran kemih bayi.

    Hal berikutnya yang juga harus menjadi perhatian adalah untuk membersihkan organ intim dengan benar setelah menggunakan popok. Jika tidak dibersihkan dengan benar, hal ini dapat menimbulkan iritasi dan bayi perempuan juga dapat mengalami keputihan. Gantilah popok ketika sudah berisikan kotoran atau sudah basah. Jangan terlalu lama membiarkan organ intim bayi kamu basah dan lembab. Hal ini menjadi sarang kuman dan jamur untuk berkembang biak.

  2. Memotong kuku bayi secara teratur. Orang tua yang merawat bayi perempuan juga harus memperhatikan kuku bayi secara berkala. Jangan membiarkan kuku bayi tumbuh terlalu panjang dalam waktu yang lama. Kuku yang panjang rentan untuk menyimpan kotoran. Kotoran ini dapat menjadi sarang kuman, bakteri, dan jamur yang dapat membuat bagian ujung tangan mengalami infeksi.Bayi yang suka memasukan tangan ke dalam mulut juga akan mengalami infeksi karena kotoran tersebut. Bayi dapat mengalami beberapa masalah pencernaan seperti diare dan cacingan. Selain itu, kuku yang panjang akan membuat bagian tubuh bayi mudah terluka terutama bagian wajah karena bayi yang menggarukkan kukunya ke bagian tersebut. Membiasakan bayi perempuan untuk menjaga kebersihan kuku juga akan mengajarkan kebiasaan baik tersebut hingga bayi beranjak dewasa.
  3. Merawat rambut agar selalu sehat. Sudah menjadi pengetahuan umum di masyarakat kalau rambut adalah mahkota bagi perempuan. Merawat rambut bayi dengan benar merupakan salah satu yang harus dimasukan dalam daftar cara merawat bayi perempuan. Rambut yang sehat, tebal, dan kuat akan membuat bayi membuat bayi terlihat semakin cantik.Menjaga rambut sejak bayi kecil juga akan membuatnya tetap sehat sampai bayi menjadi dewasa. Merawat rambut dapat dilakukan dengan rutin mencuci dan memberikan shampo rambut yang khusus untuk bayi perempuan. Jangan lupa untuk memberikan pelembab rambut khusus bagi bayi. Ibu dapat mencari produk dari merek terpercaya agar kesehatan rambut semakin optimal.

Cara Merawat Bayi Laki-laki

CARA MERAWAT BAYI LAKI

Memiliki bayi tentu menjadi kebahagiaan bagi setiap orang tua. Bayi, baik perempuan maupun laki-laki seharusnya tidaklah dibedakan. Orang tua sudah seharusnya memberikan kasih sayang yang sama kepada anak-anaknya. Namun, merawat bayi laki-laki dan bayi perempuan memerlukan cara yang sedikit berbeda. Menerapkan cara merawat bayi laki-laki dengan benar akan membuat bayi tumbuh menjadi anak laki-laki yang sehat, tangguh, dan kuat. Berikut ini beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua untuk merawat bayi laki-laki:

  1. Membersihkan Organ Intim Bayi dengan Baik dan Benar. Organ intim bayi harus menjadi perhatian penting saat orang tua merawat bayi laki-laki. Saat memandikan atau membersihkan bayi setelah buang kotoran, orang tua harus membersihkan organ intim bayi dengan baik. Jangan menarik kulit luar penis bayi terlalu keras. Bayi laki-laki memiliki kulit luar penis yang sangat kencang. Menarik kulit tersebut dengan kuat akan membuat bayi mengalami kesakitan. Saat membersihkannya dari kotoran, gunakan kapas basah atau air mengalir yang membasari seluruh area tersebut. Kemudian keringkan bagian ini dengan menggunakan handuk kering. Saat bayi laki-laki sudah beranjak balita, kulit bagian luar dari penis akan lebih kendor sehingga dapat ditarik dan dibersihkan dengan mudah tanpa perlu dipaksa.
  2. Memeriksa Kelainan Bagian Genital Bayi. Saat membersihkan organ genital bayi, perhatikanlah dengan bayi organ-organ tersebut. Apakah organ genital bayi laki-laki tersebut normal atau tidak? Beberapa bayi mengalami kelainan organ genital yang memang dibawa sejak ia lahir. Jika menemui kelainan pada penis atau testis bayi seperti mikropenis, yaitu kelainan ukuran penis yang sangat kecil (kurang dari ukuran normal yaitu 2 cm), maka segeralah untuk membawa bayi tersebut ke dokter untuk diperiksa. Kelainan lainnya yang juga dapat ditemukan pada bayi laki-laki adalah hipospodia, yaitu lubang kencing yang tidak berada di ujung penis, namun di bagian yang lebih bawah atau lebih pendek.
  3. Berikan Bayi Mainan Khusus Laki-Laki. Cara merawat bayi laki-laki yang benar adalah dengan memberikan mainan khusus laki-laki kepada bayi laki-laki. Memberikan mainan laki-laki, seperti robot atau mobil-mobilan akan membantu bayi untuk menyadari gendernya. Bayi tentu belum dapat mengenali apakah ia perempuan atau laki-laki. Memberinya mainan anak laki-laki akan membuat bayi semakin lama semakin memahami bahwa ia adalah seorang anak laki-laki. Hindari untuk memberikan mainan anak perempuan pada bayi laki-laki. Hal ini akan menghindari sifat feminim berlebihan pada bayi laki-laki.
  4. Libatkan Ayah dalam Proses Merawat Bayi. Last but not least, melibatkan ayah dalam proses merawat bayi juga cara merawat bayi laki-laki yang tepat. Ayah yang merupakan laki-laki pertama dalam hidup bayi dapat mengajari bayi menjadi laki-laki yang tangguh. Ayah dapat membantu bayi untuk membentuk karakter ini dengan tepat. Usahakan ayah dapat memiliki waktu untuk merawat dan bermain dengan bayi setiap harinya. Dengan begini, ikatan yang kuat antara ayah dan bayi laki-laki akan semakin kuat.

Itulah beberapa cara merawat bayi laki-laki yang dapat diterapkan oleh setiap orang tua. Merawat bayi dengan cara yang benar akan membuat bayi tumbuh dan berkembang seperti seharusnya. Ibu dan ayah dapat mempelajari cara merawat bayi tersebut jauh sebelum bayi lahir. Orang tua akan menjadi yang paling sering berinteraksi dengan sang bayi. Oleh karena itu, pengetahuan merawat bayi haruslah didapatkan dan dapat diterapkan dengan benar.

SOP Memandikan Bayi

SOP memandikan bayi

Bayi tentu belum dapat mandi sendiri saat baru dilahirkan. Hingga bayi dapat diajarkan mandi sendiri, orang tua haruslah memandikan bayinya agar kebersihan kulit bayi tetap terjaga. Bagi orang tua baru, memandikan bayi dapat menjadi hal yang cukup sulit. Perlu SOP memandikan bayi yang benar agar proses mandi dapat membersihkan tubuh bayi dan tidak menjadi hal yang dapat membahayakan akibat kesalahan proses memandikan bayi. Berikut SOP memandikan bayi yang tepat dan harus diperhatikan orang tua saat memandikan bayinya:

1. Langkah pertama: mempersiapkan peralatan mandi. Peralatan mandi yang harus disiapkan oleh orang tua yang akan memandikan bayi adalah:

  • Bak mandi yang sudah berisi air dengan kapasitas 50% dari tinggi bak. Komposisi air adalah ⅔ air hangat dan ⅓ nya air dingin.
  • Sabun mandi khusus untuk bayi
  • Tempat pakaian kotor bayi
  • Handuk bayi. Pakai handuk yang memiliki bahan yang lembut.
  • Waslap khusus untuk bayi
  • Pakaian bayi satu set, yaitu celana, baju, popok, dan gurita
  • Selimut mandi
  • Cotton bud yang bersih dan memiliki permukaan halus serta tidak terlalu besar
  • Betadine
  • Kassa steril

2. Langkah kedua: mencuci tangan. Sebelum memegang bayi dan memandikannya, ayah atau ibu harus mencuci tangan terlebih dahulu. Tujuan dari memandikan bayi adalah membersihkan kulitnya. Oleh karena itu, pastikan tangan sang ibu atau orang yang akan memandikan bayi juga harus bersih.

3. Langkah ketiga: melepaskan baju bayi. Lepaskan celana, baju, dan gurita bayi. Kemudian selimuti atau bungkus bayi dengan menggunakan selimut mandi.

4. Langkah keempat: membersihkan muka dan kepala bayi. Ambil waslap khusus bayi, kemudian lap kan pada bagian kepala dan muka bayi. Lap dengan lembut hingga tidak menyakiti bayi karena kulit bayi sangat tipis dan sensitif. Kemudian keringkan kepala dan wajahnya.

5. Langkah kelima: bersihkan hidung, telinga, dan mata. Amati hidung, telinga, dan mata bayi. Ambil cotton bud, lalu bersihkanlah bagian tersebut. Pastikan untuk melakukannya dengan sangat hati-hati dan perlahan agar tidak melukai bagian tersebut dan tidak menekan kotoran untuk masuk lebih dalam. Bersihkan kotoran yang ada di bagian tersebut. Jangan memasukan cotton bud terlalu dalam ke hidung atau telinga bayi. Cukup bersihkan bagian permukaannya saja.

6. Langkah keenam: memandikan bayi. Masukkan bayi ke dalam air dan berikan sabun ke seluruh badan bayi. Bersihkan badan bayi secara perlahan dengan menggunakan waslap.

7. Langkah ketujuh: mengelap badan bayi. Setelah seluruh badan bayi bersih, maka angkatlah bayi dan bungkus atau selimuti dengan menggunakan handuk. Letakkan bayi di atas tempat tidur dan lap badannya hingga kering seluruhnya. Pastikan untuk mengelap dengan perlahan dan hati-hati.

8. Langkah kedelapan: mengeringkan tali pusar. Keringkan tali pusar bayi dan kemudian berikan betadin pada bagian tersebut.

9. Langkah kesembilan: memakaikan baju. Setelah tali pusar diberi betadin dan dibungkus kasa, maka pakaikan baju bayi. Pertama pakaikan gurita dan popok bayi. Lalu, pasangakn baju dan celana bayi. Sebelum memakaikan baju, pastikan untuk memberikan minyak telon dan bedak seperlunya pada tubuh bayi. Hal ini akan membantu tubuh bayi agar tetap hangat.

10. Langkah kesepuluh: proses selesai. Langkah terakhir dalam SOP memandikan bayi adalah menidurkan bayi di atas tempat tidur bayi dan jaga bayi agar tetap hangat, misalnya dengan memberikan selimut atau membedong bayi. Setelah semua proses selesai jangan lupa untuk mencuci tangan hingga bersih.

Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Popok menjadi peralatan yang harus dimiliki oleh bayi-bayi saat ini. Penggunaan popok diperuntukkan menampung kotoran yang dikeluarkan bayi agar tidak mengotori celana dan pakaiannya. Penggunaan popok dapat membantu ibu untuk lebih mudah dalam mengurus bayi yang buang air kecil atau buang air besar. Sebenarnya hal ini tidak diwajibkan, karena bayi dapat menggunakan celana biasa tanpa popok. Namun, jika ingin bepergian keluar rumah atau saat musim hujan yang membuat pakaian bayi sulit kering, maka penggunaan popok akan sangat membantu.
Akan tetapi, ibu yang menggunakan popok juga harus berhati-hati. Kulit bayi yang masih rentan terhadap iritasi akan mungkin terkena ruam-ruam yang diakibatkan oleh penggunaan popok. Ruam dapat muncul berupa bintik-bintik merah pada kulit atau kulit yang seperti bersisik. Berikut ini beberapa cara mengatasi ruam popok pada bayi yang dapat ibu terapkan:

  • Mengecek dan Popok dengan Rutin.
    Ibu harus mengecek popok yang digunakan oleh bayi secara rutin. Misalnya jika bayi sudah menunjukan tanda-tanda buang air, maka popok haruslah dicek. Jika popok sudah basah atau kotor, maka popok harus segera diganti. Waktu normal yang digunakan untuk mengganti popok adalah setiap 2 atau 3 jam sekali. Namun, semakin cepat ibu mengganti popok maka akan semakin baik. Kondisi popok yang basah dan kotor dapat semakin memperparah ruam pada kulit bayi.
    Saat mengganti popok, usahakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian bersihkan area kulit bayi yang tertutup oleh popok dengan kain atau tisu yang lembut dan basah. Cukup basahi kain dengan menggunakan air bersih. Jangan menggunakan zat tambahan seperti alkohol ataupun pewangi.
    Saat memandikan bayi, jangan menggosok terlalu keras pada bagian yang mengalami ruam-ruam. Gunakan sabun yang lembut dan tepuk-tepuklah sedikit pada bagian tersebut. Sebelum menggunakan popok, pastikan untuk mengeringkan area kulit bayi yang akan ditutupi oleh popok. Ibu dapat membaringkan bayi di atas handuk saat memakaikannya popok. Ibu juga harus memilih jam-jam tertentu untuk tidak menggunakan popok pada bayi. Kulit bayi akan terbebas dari gesekan dan tetap kering.
  • Mengoleskan Krim atau Gel pada Kulit Bayi
    Sebelum menggunakan popok, ibu dapat mengoleskan krim atau gel yang mengandung zink pada kulit bayi. Hal ini akan meredakan ruam yang ditimbulkan serta mencegah dampak iritasi pada kulit. Cobalah untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter mengenai krim yang cocok untuk digunakan. Hindari menggunakan krim yang mengandung steroid kecuali berdasarkan resep dari dokter. Jenis bahan ini dapat mengakibatkan iritasi pada kulit pantat bayi.
  • Memilih Popok yang Sesuai
    Jangan menggunakan popok yang memiliki karet pinggang yang telalu ketat. Selain itu, bahan penyusun yang berbeda akan membuat dampak yang berbeda pada popok yang digunakan. Jika bayi mengalami ruam setelah menggunakan suatu produk popok, maka ibu dapat mengganti dengan produk dari merek lainnya. Pilih bahan popok yang akan menyerap kotoran dan memberikan ruang bernapas bagi kulit bayi dengan baik.Menggunakan Celana Bayi yang Menyerap Udara dan Keringat
    Popok yang dipakai akan dilapisi lagi dengan menggunakan celana atau rok. Pilihlah bahan celana atau rok yang mampu mengalirkan udara yang baik ke kulita bayi. Hal ini akan membuat kulit mampu bernapas dengan baik dan keringat terserap dengan baik juga. Ruam-ruam yang ada di kulit bayi juga tidak akan semakin parah.
Copyright © 2020 Doodle

Follow Our Social Media

Copyright © 2020 Doodle. Semua hak cipta dilindungi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Hubungi Kami

Ketentuan Pengguna

Kebijakan Privasi

Copyright © 2018 Doodle. Semua hak cipta dilindungi